Monthly Archives: January 2020

  • -

Jabar Targetkan Pendirian 30 Desa Wisata Baru

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Jabar menargetkan pendirian 30 desa wisata baru pada 2020 sebagai upaya mendorong sektor pariwisata sekaligus meningkatkan ekonomi warga desa.

“Wisata di Jawa Barat sedang dikembangkan secara maksimal. Bapak Gubernur (Ridwan Kamil) ingin desa menjadi destinasi wisata. Tahun 2020, Pemprov Jabar menargetkan hadirnya 30 desa wisata baru,” ucap Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulumsaat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Jabar Periode 2020-2024 di Bandung, Jabar,Kamis (30/1).

Dia mengatakandesa adalah ujung tombak pembangunan sehingga salah satu indikator kesuksesan program pembangunan terwujud dari kesejahteraan warga desanya.

Dengan kepengurusan yang baru ini, Uu pun mengajak Asidewi Jabar menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan desa wisata serta mempromosikan destinasi wisata di Jabar.

“Kepengurusan baru Asidewiharus ngabret mengembangkan desa wisata. Kami ingin masyarakat maju dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada di desa. Promosikan destinasi wisata di Jawa Barat,” kata Uu.

Ketua DPD AsidewiJabar Maulidan Isbarmengatakan, desa di Jabar berpotensi menjadi desa wisata terbaik di Indonesia.

“Dengan sejuta kekayaan alam dan khazanah budayanya, Jawa Barat berpeluang jadi yang terbaik,” katanya.

Menurut dia, langkah yang akan ditempuh Asidewidalam mengembangkan desa wisata adalah rekayasa sosial dan rekayasa fisik.

Maulidanberujarpihaknya akan lebih dulu mengutamakan rekayasa sosial agar masyarakat siap dengan konsep pembangunan, terutama karena desa wisata merupakan community based tourism.

Sementara rekayasa fisik atau infrastruktur bisa berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan.

“Poin kami melaksanakan rekayasa sosial. Kami bisa terlibat memberi pelatihan, inkubasi, dan lain sebagainya,” katanya.

Terkait konsep pembangunan pariwisata, Ketua Umum Asidewi Andi Yuwono mengatakan bahwa konsep tersebut harus komprehensif dan memenuhi unsur ABCGM (akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, dan media) dalam pentahelix.

“Pariwisata tidak bisa parsial. Dukungan pentahelix diperlukan, semua (akademisi, pebisnis, komunitas, pemerintah, dan media) adalah mitra strategis mengembangkan desa,” katanya.

Dia mengingatkanpembangunan kepariwisataan harus memperhatikan posisi, potensi, dan peran masyarakat baik sebagai subjek, pelaku, maupun penerima manfaat pengembangan karena dukungan masyarakat turut menentukan keberhasilan jangka panjang pengembangan kepariwisataan.

Adapun dukungan masyarakat dapat diperoleh melalui penanaman kesadaran masyarakat akan arti penting pengembangan kepariwisataan.

Untuk itu, dibutuhkan proses dan pengondisian untuk mewujudkan masyarakat yang sadar wisata.

“Masyarakat yang sadar wisata akan dapat memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta Pesona,” ujarnya.

Sumber : https://republika.co.id/

  • -

Sudah Laku 3.000, Harga Tiket MotoGP Mandalika Dijamin Terjangkau

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan hari ini, Rabu 29 Januari 2020 menerima Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer di Kemenko Kemaritiman dan Investasi. Luhut menilai, ajang balap motor MotoGP yang rencananya digelar di Mandalika, NTB, 2021 mendatang akan semakin menggaungkan pariwisata Indonesia di mata dunia.

Berdasarkan laporan Dirut ITDC, Luhut menyebut progres persiapan MotoGP 2021 dinilai sangat baik dan terus menunjukkan peningkatan. Luhut mengatakan progresnya sudah sekitar 40 persen dan sudah ada jalan langsung dari bandara ke Mandalika. Terkait penginapan, Luhut mengatakan fasilitas tersebut bisa dicukupi dengan tambahan satu hotel bintang lima yang masih dalam tahap pembangunan.

 

Sumber : tempo.co/


  • -

Dampak Virus Corona pada Pariwisata Di Sejumlah Daerah Di Indonesia, Bali Zoo Hingga Borobudur

Virus corona yang disebut-sebut bersumber dari Kota Wuhan, China berdampak pada kondisi pariwisata di Indonesia. Beberapa wisatawan China membatalkan perjalanan mereka usai merebaknya virus tersebut. Berikut rangkuman fakta kondisi sejumlah tempat wisata di beberapa daerah di Indonesia pascamerebaknya virus corona:

1. Bali Zoo Wisatawan berfoto dengan Rusa di Bali Zoo, Rabu (29/1/2020).(KOMPAS.com/IMAM ROSIDIN) Jumlah kunjungan wisatawan China di Bali Zoo, Sukawati, Gianyar, Bali menurun pascamerebaknya virus corona. Penurunan jumlah wisatawan mencapai 25 persen. “Sekarang kita rasakan khusus untuk tamu China ada penurunan.

Tapi wisatawan asing lainnya normal. Tapi ada indikasi sedikit menurun,” ungkap Sales dan Marketing Manager Bali Zoo, Agus Setiawan, Rabu (29/1/2020). Pada momentum imlek, kunjungan wisatawan China ke Bali Zoo yang awalnya 2.000 orang kini turun menjadi 1.600 orang.

Sedangkan pada hari biasanya jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Bali Zoo dapat mencapai 200 sampai 300 orang. Menurut data Dinas Pariwisata Bali, sekitar 9.000 wisatawan China membatalkan kunjungannya ke Bali. Pembatalan diduga lantaran adanya peringatan pemerintah China yang melarang warganya ke luar negeri pascamerebaknya virus corona.

2. Potensi hilang pendapatan Rp 5 miliar Ilustrasi uang(SHUTTERSTOCK) Sumatera Utara berpotensi kehilangan pendapatan kurang lebih sekitar Rp 5 miliar setiap bulan pada awal tahun ini lantaran merebaknya virus corona.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT) Arie Prasetyo. Ia mengasumsikan, jika setiap wisatawan China menghabiskan Rp 7,8 juta maka potensi kehilangan pendapatan dari wisatawan asal China mencapai Rp 5 miliar.

Hal itu mengacu dari jumlah kunjungan wisatawan China. “Rata-rata wisatawan China yang ke Sumut tiap bulan antara 600 hingga 900 orang. Sementara, rata-rata kunjungan pada Desember dalam tiga tahun terakhir mencapai 678 orang,” katanya. Sumatera Utara, lanjut Arie, merupakan salah satu tujuan penting bagi wisatawan China. “Dengan merebaknya virus ini, banyak wisatawan yang membatalkan atau menunda perjalanan mereka,” tutur dia.

3. Borobudur tak terpengaruh Suasana Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Rabu (29/1/2020).(KOMPAS.COM/IKA FITRIANA) Wabah virus corona tak memengaruhi kunjungan wisatawan China ke cagar budaya dunia Borobudur. Pengelola mencatat, ada 800 orang turis China yang berwisata ke Candi Borobudur sejak awal Januari. Jumlah turis China mendominasi kunjungan bila dibandingkan turis dari negara lain.

“Tidak ada pengaruh, justru banyak sekali pengunjung atau wisatawan yang datang ke sini,” ungkap General Manager PT Taman Wisata Candi Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana, Rabu (29/1/2020). Pihak pengelola juga menyediakan masker bagi pengunjung dan petugas untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. “Saat libur Imlek kemarin, kami sudah antisipasi para petugas semuanya kami siapkan masker. Bagi para pengunjung yang merasa kurang yakin datang ke sini, kami siapkan masker gratis,” ujarnya.

4. NTB Gubernur NTB Zulkieflimansyah(KOMPAS.com/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM) Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali meminta seluruh hotel dan penyedia akomodasi tidak memungut biaya pembatalan terhadap agen perjalanan atau wisatawan China.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan, saat ini beberapa wisatawan China memang membatalkan perjalanannya ke NTB. Ia mengimbau down payment (DP) yang telah dibayarkan oleh wisatawan China tidak dihanguskan. DP tersebut dapat digunakan untuk kunjungan wisata yang akan datang.

Zul menginginkan, masyarakat tetap tenang menanggapi berita penyebaran virus corona. “Sebagai bentuk kewaspadaan terhadap munculnya virus corona, masyarakat NTB diharapkan untuk tetap tenang dan menjaga kesehatan dengan menerapkan perilaku bersih dan sehat,” kata Zul seperti dikutip dalam surat edaran tertulis, Rabu (29/1/2020).

Sumber : kompas.com


  • -

Kuliner Khas Daerah Bisa Memajukan Pariwisata Indonesia

MEMAJUKAN pariwisata Indonesia di pasar global bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memperkuat kuliner khas daerah, kata Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Elly Hutabarat. Elly mengatakan kuliner Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk memajukan sektor pariwisata. Thailand, contohnya, pariwisatanya bertumbuh pesat salah satunya berkat thai food. “Satu hal yang kita harus kuatkan itu kuliner, Thailand itu 20 tahun lalu, mana ada yang tahu Thai food.

Karena pemerintahnya membantu untuk membangun restoran di Amerika, standarnya mereka perhatikan, kebersihannya, makanannya, tingkat keterangan ruangannya,” ujar Elly ditemui dalam bincang-bincang bersama Travelport di Jakarta, Kamis (30/1/2020). “Coba restoran Indonesia di Washington, tutup karena dekorasinya enggak menarik.

Dari dulu interiornya pakai kipas, atau peta Indonesia dari batik. Misalnya yang khas apa rendang, dibikin menarik penyajiannya. Ini akan jadi devisa terbesar juga tapi tergantung dari kita mengelolanya,” lanjut Elly. Elly berkeyakinan jika nantinya industri pariwisata di Indonesia bisa disalip oleh Vietnam, sebab mereka sudah mulai menguatkan sektor kulinernya.

“Yang harus diwaspadai sekarang adalah Vietnam, mereka melalui kulinernya sangat maju. Di Singapura saja ada berapa puluh restoran Vietnam, di Amerika di tiap sudut ada. Kuliner itu bisa jadi duta yang luar biasa untuk memperkenalkan kita,” jelas Elly.

Sumber : galamedianews.com


  • -

Museum Timah Muntok, Salah Satu Destinasi Wisata Unggulan Bangka Belitung

Pangkalpinang, Jubi – Kepala Museum Timah Indonesia (MTI) Muntok, Fakhrizal Abu Bakar, mengatakan saat ini MTI Muntok di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung menjadi salah satu destinasi wisata unggulan setempat. Obyek wisata sejarah ini tidak hanya bagi wisatawan namun juga tamu-tamu dari pemerintah daerah.

Ia menyebutkan dalam satu bulan MTI Muntok dikunjungi sekitar 2.000 wisatawan Nusantara dan mancanegara. Pada hari-hari libur jumlah kunjungan biasanya jauh meningkat.

“MTI Muntok tidak hanya menampilkan tentang sejarah pertimahan, namun juga menampilkan sejarah Kota Muntok, kerajinan Muntok, kebudayaan Muntok, sejarah Perang Dunia II, dan pengasingan Bung Karno,” katanya di Pangkalpinang, Kamis (30/1/2020).

Menurut dia dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, PT Timah bekerja sama dengan pemerintah daerah, sehingga dapat meningkatkan pembangunan pariwisata di daerah ini.

“Kita sinergikan kalau mereka punya tamu mereka bawa ke sini, program-program pariwisata juga kita dukung dengan museum yang kita miliki. Banyak tamu penting pemerintah daerah yang di bawa ke sini. Kalau ada kunjungan pasti juga diarahkan ke museum,” demikian Fakhrizal Abu Bakar.

Sementara itu, tokoh masyarakat yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bangka Barat, Muhamad Toha, menyebutkan MTI Muntok yang dikelola PT Timah Tbk mendukung kemajuan destinasi wisata sejarah di pulau timah itu.

“Kehadiran MTI Muntok ini telah menjadi kebanggaan orang Bangka Barat, karena menjadi salah satu destinasi wisata sejarah timah dan perjuangan bangsa ini mengusir penjajahan,” katanya.

Ia mengatakan kehadiran museum ini sangat dirasakan sekali masyarakat, apalagi banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Muntok mengunjungi Museum Timah dan Pesanggarahan tempat pengasingan Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia, Soekarno-Hatta serta tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan bangsa lain.

“Museum yang dikelola PT Timah ini sangat mendukung pariwisata, karena menjadi destinasi sejarah bagi wisatawan dan masyarakat,” katanya. (*)

 

 

Sumber : https://www.jubi.co.id/


  • -

Deretan Destinasi Wisata di Depok yang Wajib Dikunjungi, Salah Satunya Situ Pengasinan

Depok merupakan kota mulai dipenuhi gedung-gedung pencakar langit seperti apartemen, hotel dan pusat perbelanjaan. Meski begitu, tak banyak orang yang mengetahui kalau Depok punya beberapa destinasi wisata yang menarik.

Destinasi-destinasi wisata di Depok memang tak setenar Jakarta, Bekasi, Tangerang maupun Bogor. Tapi, ada sederet destinasi menarik di Depok yang bisa dikunjungi. Berikut ulasannya, seperti iNews.id rangkum dari berbagai sumber, Rabu (29/1/2020).

1. Masjid Dian Al Mahri

Masjid Dian Al Mahri atau masyarakat sekitar lebih mengenalnya dengan sebutan Masjid Kubah Emas. Sesuai namanya, masjid ini memiliki warna emas menyala pada setiap kubahnya.

Menariknya, kubah utamanya didesain mirip Taj Mahal dengan diameter 20 m dan tinggi 25 m. Masjid tersebut juga memiliki enam menara setinggi 40 m, dilapisi granit, dan berwarna abu-abu.

Ketika masuk dalam masjid, aura kemewahan kental terasa berkat adanya lampu gantung yang diimpor dari Italia, hiasan dari emas di tempat imam, dan kaligrafi di langit-langit masjid. Tak salah jika Masjid Dian Al Mahri menjadi salah satu masjid termegah di Asia Tenggara.

Masjid yang berada di Meruyung, Limo ini terbuka untuk umum setiap hari cukup dengan membayar retribusi parkir. Paling penting, setiap pengunjung harus menjaga ketertiban agar tidak mengganggu kegiatan ibadah.

2. Taman Bunga Wiladatika

Jika ingin berwisata nuansa alam buatan, bisa mengunjungi Taman Bunga Wiladatika. Memiliki luas 15 hektare, taman ini banyak ditumbuhi pepohonan. Sehingga membuat pengunjung merasa sejuk.

Selain pepohonan, tempat wisata ini juga ditumbuhi rumput hijau dan bunga berwarna-warni. Pada area bunga-bungaan, dikelilingi tanaman perdu, membentuk desain taman terlihat cantik.

Selain bisa menikmati keindahan taman, berjalan-jalan,= dan berfoto, taman yang terletak di Hajarmukti, Cimanggis ini juga memiliki fasilitas kolam renang. Harga tiket masuk taman bunga dan kolam renang dijual terpisah.

3. Situ Pengasinan

Pernah mendengar kota dengan julukan 1.000 situ (danau)? Ya, Depok lah tempatnya. Salah satu situ di Depok yang dijadikan objek wisata adalah Situ Pengasinan.

Berada di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Depok, situ ini menawarkan banyak aktivitas menarik seperti flying fox, berkeliling danau menggunakan perahu bebek, atau memancing.

Di tepi danau, terdapat taman hijau yang biasa dijadikan tempat berkumpul lengkap dengan warung jajanan yang biasanya menawarkan makanan dan minuman.

4. Arung Jeram

Bagi penikmat olahraga ekstrem dan menantang, Depok punya lokasinya. Kegiatan ini dilakukan di sepanjang Sungai Ciliwung. Meski baru dibuka untuk umum awal 2017, Arung Jeram Sungai Ciliwung sudah banyak didatangi pengunjung.

Rencananya ada empat dermaga yang dibuat. Untuk saat ini, pengunjung biasanya berkumpul di Pos Pantau Ciliwung Ratujaya atau bawah jembatan Grand Depok City. Dari kedua titik inilah, arung jeram Sungai Ciliwung dimulai.

Menariknya dengan pengembangan Sungai Ciliwung Depok menjadi tempat wisata, membuat pemerintah dan warga setempat semakin gencar menjaga kebersihan sungai ini. Sehingga berwisata arung jeram semakin nyaman.

5. Cagar Alam

Cagar Alam Kota Depok atau dikenal dengan nama Taman Hutan Raya (Tahura) Pancoran Mas, merupakan cagar alam dengan sejarah panjang. Cagar alam ini telah ada sejak abad ke-17, lebih tua dari Kebun Raya Bogor.

Dahulu Kota Depok merupakan kawasan hutan rimbun yang dipenuhi banyak rawa dan danau sebelum menjadi saat ini. Demi menjaga hutan agar tidak hilang, pemerintah kolonial Belanda saat itu menetapkan area seluas 30 hektare di tepi Kampung Pitara sebagai hutan lindung.

Tak hanya hutan, aneka satwa langka yang ada saat itu juga banyak mulai dari jenis burung, monyet, kijang, bangau putih hingga harimau Jawa. Selain itu, sekitar 40.000 jenis tanaman herbal juga tumbuh di area ini.

Itulah beberapa spot wisata menarik di Kota Depok. Bagi yang belum pernah mengunjungi salah satunya, silahkan datang untuk menikmati sensasi berwisata yang berbeda.

 

 

Sumber : https://www.inews.id/


  • -

Wisman Tiongkok Masih Terbanyak Kedua Kunjungan ke Borobudur

Mewabahnya virus korona tak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), khususnya asal Tiongkok, ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, I Gusti Putu Ngurah Sedana mengatakan, hingga saat ini wisman asal Tiongkok menempati urutan kedua terbanyak setelah Malaysia.

Sejak awal tahun, jumlah wisman yang berkunjung ke Candi Borobudur mencapai 800an orang. “Pengunjung dari Tiongkok ke Candi Borobudur masih tinggi, setelah Malaysia,” katanya dilansir dari Antara, Rabu (29/1).

Putu yakin, wisman yang berkunjung ke Candi Borobudur tak membawa bibit virus korona. Sebab, mereka sudah melalui pemeriksaan intensif di bandara-bandara.

Selain itu, pengelola candi juga membekali pengunjung dengan masker. “Saat libur Imlek kemarin, kami sudah antisipasi para petugas semuanya kami siapkan masker,” katanya.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan mengantisipasi bila ada salah satu dari wisatawan itu terkena gejala-gejala yang ada,” katanya.

Tak hanya itu, pengelola candi juga menyediakan ruangan untuk pengecekan kesehatan pengunjung. Dia pun meminta masyarakat untuk tak ragu menikmati pesona Candi Borobudur.

Sumber : https://www.jawapos.com/

  • -

Instagram Kemenparekraf Posting Foto Borobudur Yang ‘Aneh’

Jakarta – Akun Instagram resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memposting foto Candi Borobudur yang ganjal. Kok ada gunung tinggi yang lancip banget?

Dilihat detikcom dari akun Instagram-nya, indtravel pada Rabu (29/1/2020), postingan foto tersebut menampilkan lanskap Candi Borobudur di Magelang yang indah. Dipotret dengan drone, terlihat Candi Borobudur dan hutan di sekitarnya yang begitu menawan.

Masalahnya, di belakang Candi Borobudur tersebut terdapat suatu gunung yang menjulang tinggi. Hal itu tentu terlihat ‘aneh’, karena sejatinya tidak ada gunung setinggi itu di sekitaran Candi Borobudur. Netizen pun banyak yang mengomentari keberadaan gunung yang bagian atasnya “lancip banget”.

Dayat atau yang akrab disapa Masday, seorang warga asli Magelang yang rumahnya di dekat Candi Borobudur berkomentar soal foto tersebut. Menurutnya, foto itu adalah editan dan tidak ada gunung setinggi itu di Candi Borobodur.

“Di sekitar Candi Borobudur itu ada Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sindoro, Sumbing, dan Bukit Menoreh. Tidak ada gunung yang setinggi di foto itu,” ujarnya kepada detikcom.

“Harusnya jika diambil dari angle tersebut, harusnya kelihatan belahan Merapi dan Merbabu. Itu pun samar-samar hanya siluet,” tambahnya.

Dalam komentar di postingan akun Instagram Kemenparekraf itu sudah banyak netizen yang berpendapat sama seperti Masday. Banyak yang bilang, foto itu adalah editan.

“Gunung apaan tuh, lancip banget,” kata salah seorang netizen.

“Please lah, mana ada di Borobudur seperti ini, jangan membohongi publik, tidak ada view gunung seperti itu dari Borobudur,” ujar netizen lainnya.

“Sejak kapan Kayak gini min, lebih baik yang nyata sih.. Olah digital menurutku sah aja, tapi kalau berlebihan kurang baik.. Apalagi sekelas Kemenpar loh. Terima kasih,” sambut netizen lainnya.

Akun Instagram Kemenparekraf sendiri punya 619 ribu followers dan terverifikasi. Bagaimana pendapat kamu?

Instagram Kemenparekraf Posting Foto Borobudur yang 'Aneh'Foto: (Screenshot Instagram indtravel)

 

Sumber : https://travel.detik.com/


  • -

Menparekraf Wishnutama Minta Wisman Dipantau Lebih Ketat

Jakarta – Cina merupakan pasar wisata inbound terbesar Indonesia. Dengan mewabahnya penyakit yang ditimbulkan virus corona, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama meminta seluruh pelaku pariwisata lebih antisipatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio menegaskan perlunya langkah antisipatif dari semua pemangku kepentingan sektor pariwisata di tanah air. Respons taktis tersebut untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia.

 

Wishnutama menyebut stakeholder pariwisata termasuk asosiasi serta seluruh kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota diimbau untuk turut serta memantau arus kedatangan wisatawan mancanegara di pintu masuk kedatangan negara, baik darat, laut, maupun udara di daerahnya masing-masing.

 

Ia mengatakan saat ini Pemerintah RI tetap meningkatkan kewaspadaan tinggi, untuk mencegah wabah virus corona masuk ke Indonesia.

 

“Bila menemukan wisatawan yang mengalami gejala-gejala terinfeksi virus corona, antara lain mengeluh sakit, terganggunya saluran pernapasan, pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam yang berlangsung beberapa hari, wisatawan tersebut harus langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat,” kata Wishnutama.

Terkait promosi wisata, Wishnutama juga menjelaskan, Kemenparekraf telah mengalihkan untuk sementara waktu aktivitas promosi dan pemasaran wisata ke daerah-daerah yang tidak terdampak penyebaran virus corona.
“Kementerian Luar Negeri telah menerbitkan ‘travel advice’ atau imbauan perjalanan bagi WNI ke China, sedangkan untuk promosi kami alihkan untuk pasar Wuhan, masih banyak market besar lainnya yang bisa kita ambil seperti Amerika Serikat, Australia, Eropa, New Zealand, dan lainnya, tidak hanya China,” katanya.
Kemenparekraf berharap keadaan segera pulih dan wabah dapat ditangani sesigap mungkin. Dengan begitu, wabah tidak semakin meluas dan kekhawatiran terkait penyebaran virus corona tidak menimbulkan keresahan bagi semua pihak.
“Mengimbau kepada agen perjalanan wisata agar memperhatikan situasi dan imbauan pemerintah dalam penjualan paket wisata outbond maupun inbound Cina ke Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi juga menjelaskan, Kemenhub telah menutup penerbangan dari dan menuju Wuhan, Cina, untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
Menparekraf Wishnutama saat berkunjung ke Pulau Komodo. Dok. Kemenparekraf
“Kami memang minta petugas di bandara dan pelabuhan untuk melakukan kegiatan pemeriksaan yang lebih intensif tetapi harus disertai dengan sikap profesional, humble, dan sopan santun,” katanya.
Pemerintah juga sudah menyediakan alat pendeteksi suhu tubuh di 135 pintu masuk di Indonesia dan menunjuk sedikitnya 100 rumah sakit, untuk bersiaga menangani penyebaran virus corona.
Sumber : https://travel.tempo.co/

  • -

Asyik, Jatim Jadi Tuan Rumah 445 Event Pariwisata

Jakarta – Berbagai perhelatan pariwisata di Jawa Timur (Jatim) membuat provinsi itu, tak lagi jadi wilayah singgah wisatawan dari Bali ke Yogyakarta. Sebaliknya, kini Jatim menjadi destinasi wisata yang menjanjikan, karena berbagai event pariwisata yang dihelat di kabupaten/kota.

Pada 2020, Jatim bakal menggelar 445 event pariwisata baik festival maupun non-festival yang telah terangkum dalam Calendar of Event (CoE) Jawa Timur (Jatim). Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berharap, ratusan acara itu bisa menjadi sarana promosi kepada publik yang lebih luas.
“Kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa akan ada 445 event di Jawa Timur pada 2020,” ujar Khofifah.
Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Rizki Handayani juga mengapresiasi semangat Pemprov dan masyarakat Jatim dalam menyelenggarakan event wisata.
“Baru kali ini ada sebanyak 445 event di suatu daerah, di mana ada 113 event dalam bentuk festival, dan 332 event berbentuk non-festival. Ini berarti jika dirata-ratakan setiap satu atau dua hari ada event di Jatim,” ujar Rizki.
Ia melanjutkan bahwa saat ini dua provinsi dengan jumlah event terbanyak di CoE Nasional yakni Provinsi Bali dan Jatim. Rizki berharap upaya Jatim dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan berkualitas dan lama tinggal wisatawan di tanah air.
“Nantinya kami akan fokus pada wisatawan berkualitas guna meningkatkan jumlah devisa negara, bukan lagi pada kuantitas wisatawan,” jelas Rizki.
Untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan event dalam menarik wisatawan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Sinarto, menginginkan adanya dukungan dari tur operator atau biro perjalanan wisata.
“Kami berharap tur operator memasukan event-event wisata Jatim ke dalam paket wisata yang nantinya ditawarkan kepada calon wisatawan,” ujar Sinarto.
Kategori event di Jatim terdiri dari 40 event olahraga, 31 event musik, 33 event kuliner, 60 kegiatan yang berkaitan dengan tradisi atau keagamaan, serta 35 event pameran.
Jatim juga memiliki tujuh event yang masuk pada 110 National Calendar of Events 2020, di antaranya Banyuwangi Ethno Carnival, Jember Fashion Carnaval, Jazz Gunung Bromo, Malang Flower Carnival, Grand Final Kerapan Sapi, Tour de Banyuwangi Ijen, dan Gandrung Sewu.
Warga keluar dari rumahnya untuk mengikuti Festival Manunggaling Dwi Budoyo dan peresmian Kampung Parikan di Surabaya, Jawa Timur, 1 Maret 2018. Kampung tersebut diharapkan menjadi salah satu kampung budaya dan tempat pendidikan non formal bagi masyarakat. ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Sumber : https://travel.tempo.co/