Monthly Archives: January 2020

  • -

Wishnutama : Merebaknya Virus Corona Pengaruhi Pariwisata Indonesia

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama memperkirakan peristiwa merebaknya virus corona di Kota Wuhan, Hubei, Cina, mempengaruhi sektor pariwisata di Indonesia. “Dampak dari pada ini kita belum tahu persis, karena ini baru beberapa hari hebohnya. Dan kita harus juga mempelajari dari data.

Berpengaruh ya pasti, masa enggak, cuma seberapa pengaruh saya enggak tahu,” kata Wishnutama seusai mengikuti Rapat Terbatas Strategi Nasional Keuangan Inklusif di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Wishnutama mengatakan pengaruh terhadap pariwisata sejatinya bukan hanya diakibatkan virus corona saja, melainkan disebabkan beragam faktor, termasuk kebijakan yang diberlakukan pemerintah Cina. Dia juga mengatakan Indonesia juga tidak boleh menggantungkan sektor pariwisata kepada satu negara aja. “Artinya apa, di akhir tahun kemarin strategi kita sudah kita arahkan kita harus menargetkan ke pasar-pasar lain juga.

Yang punya potensi juga besar, yang sebetulnya selama ini kurang terlalu dilirik Indonesia,” jelasnya. Dia mengatakan di era perkembangan teknologi saat ini, dapat diketahui dari negara mana saja turis yang berminat datang ke Indonesia. “Dan ternyata yang paling besar itu nomor satu Australia.

Nomor dua dari Amerika Serikat. Kalau berdasarkan machine learning begitu yang kita pelajari,” ujar dia. Dia menyampaikan pencarian pariwisata Indonesia nomor satu berasal dari Australia sebanyak 600 juta. Kedua, berasal dari Amerika Serikat sebanyak 500 juta, serta Jerman dan Perancis. “Jadi sebetulnya potensinya ada. Cuma belum ada direct flight misalnya.

Belum promosi yang betul-betul intensif misalnya. Di Amerika Serikat hanya tiga kota yang besar, yakni San Fransisco, Los Angeles, dan New York,” kata dia. Dia menekankan penerbangan langsung atau direct flight penting untuk memajukan sektor pariwisata selain juga promosi. Wishnutama mengaku akan segera berbicara dengan Direksi Garuda Indonesia untuk membahas hal tersebut.

Sumber : https://www.galamedianews.com/

 


  • -

Virus Korona Hantam Pariwisata Indonesia

Bisnis pariwisata di Tanah Air ikut terpukul akibat ancaman penyebaran wabah virus korona. Jumlah pengunjung di objek wisata yang kerap dikunjungi wisatawan Tiongkok mengalami penurunan.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Budijanto Ardiansjah mengatakan jutaan orang mulai menyadari bahaya dari wabah virus korona yang muncul di Wuhan, Tiongkok tersebut. Penyebaran yang cepat hingga menimbulkan ratusan korban jiwa ini sangat berdampak pada pola perjalanan masyarakat Tiongkok.

“Pariwisata Indonesia juga terdampak karena banyak penerbangan langsung ke Indonesia dari Tiongkok,” kata Budijanto kepada Medcom.id, Selasa, 27 Januari 2020.

Meski Pemerintah Indonesia sudah menutup penerbangan dari dan ke Wuhan, Tiongkok, kondisi ini tetap membuat khawatir masyarakat di Indonesia. Misalnya, penolakan masyarakat terhadap wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Padang, Sumatera Barat.

“Padahal sebelumnya Sumbar sudah berpromosi habis-habisan untuk mendatangkan wisatawan Tiongkok. Polemik ini harus dikelola dengan baik supaya tidak menimbulkan konflik horizontal dan hubungan bilateral masing-masing negara,” ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan pelarangan wisatawan asal Tiongkok secara nasional menjadi dilematis di saat Indonesia dihadapkan pada realisasi target pertumbuhan pariwisata. Ia berharap ekonomi pariwisata bisa tetap bertahan dengan jaminan kesehatan bagi wisatawan.

“Saat ini penerbangan dari Wuhan ke Bali sudah disetop untuk sementara, keinginan untuk menutup penerbangan langsung dari beberapa kota di Tiongkok harus dikaji dengan matang karena menyangkut dampak perekonomian yang besar, akan tetapi melindungi warga Indonesia juga hal yg sangat penting,” ungkapnya.

Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan terdapat tujuh kota di Indonesia yang terhubung dengan rute penerbangan ke kota-kota di Tiongkok yaitu Jakarta, Denpasar, Manado, Batam, Semarang, Solo, dan Surabaya. Penerbangan ke Wuhan dari Indonesia adalah dari Denpasar dengan frekuensi empat kali penerbangan setiap minggu, dengan kapasitas per minggu 1.720 penumpang selama periode Winter 2019.

Pembatasan penerbangan dan kunjungan wisatawan Tiongkok diperkirakan masih akan terjadi untuk tiga sampai enam bulan ke depan. Potensi devisa yang hilang pun diyakini akan cukup besar lantaran rata-rata pengeluaran turis Tiongkok di Indonesia sekitar USD1.000 atau Rp14 juta per kunjungan per orang.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia setidaknya mencapai 1,91 juta pada Januari-November 2019. Sementara pada Januari-Desember 2018, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok mencapai 2,13 juta.

“Tentu tidak ada pihak manapun yang menginginkan hal ini terjadi, pariwisata aka mengalami degradasi dari timbulnya wabah ini. Harapan kita tentu saja pemerintah harus dapat mengambil tindakan yang tepat sehingga kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia dapat diseleksi secara double check mulai dari bandara keberangkatan sampai bandara kedatangan,” tutur Budi.

Jumlah korban tewas virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) kembali bertambah menjadi 106 orang per hari ini, Selasa 28 Januari 2020. Sementara kasus terkonfirmasi bertambah hampir 1.300, dengan angka total infeksi melampaui 4.000.

Menurut laporan terbaru Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, dilansir dari kantor berita AFP, korban tewas bertambah 106 orang dan infeksi 4.515 pada hari ini. Seluruh kematian akibat nCoV terjadi di Tiongkok, meski banyak negara lain telah mengonfirmasi kemunculan virus korona.

 

Sumber : https://www.medcom.id/


  • -

Menjadi Tujuan Wisata, Pemkab Pangandaran Antisipasi Virus Corona

Pangandaran – Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di wilayahnya. Apalagi Pangandaran merupakan salah satu derah tujuan wisata sehingga langkah antisipasi perlu dilakukan.

“Kami sudah lakukan koordinasi dan persiapan, kalau ditemukan kita akan lakukan penanganan. Kalau ada warga mengalami gejala dan ada riwayat kunjungan dari Tiongkok, tentu kita tangani,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Ahmad Marzuki kepada detikcom, Selasa (28/1/2020).

Dia mengungkapkan, apabila ada warga yang dicurigai tertular virus corona akan langsung dirujuk ke RSHS Bandung. Pasalnya, saat ini rumah sakit yang ada masih belum beroperasi. “Mudah-mudahan saja tidak ada,” katanya.

Sebagai daerah terbuka atau kawasan wisata, Kabupaten Pangandaran tergolong rawan terjadi kasus penyakit dari virus Corona ini. Kedatangan wisatawan asal Cina ke Pangandaran bisa saja terjadi. Pemerintah Kabupaten Pangandaran sejauh ini hanya mengandalkan proses pemeriksaan di imigrasi ketika wisatawan mancanegara khususnya dari China tiba ke Indonesia.

“Ya Pangandaran memang daerah terbuka karena destinasi wisata. Tapi mudah-mudahan bisa diantisipasi, ketika muncul keluhan gejala, tentu kita tanya apakah ada riwayat kunjungan dari China atau bahkan warga negara China, ya langsung kita tangani. Kan perlu penanganan khusus,” kata Yani.

Sementara itu Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakertrans Pangandaran, Ade Supriatna mengatakan sejauh ini belum ada warga atau tenaga kerja asing asal China yang bekerja di Pangandaran. “Berdasarkan data yang ada, TKA dari Tiongkok sejauh ini tidak ada di Pangandaran. TKA di Pangandaran kebanyakan dari Eropa,” ucap Ade.

 

Sumber : https://news.detik.com/


  • -

Hati-hati, Wabah Virus Corona Ancam Devisa Pariwisata RI

Wabah Virus Corona terus menyebar ke sejumlah negara sejak ditemukan pada akhir 2019. Virus itu setidaknya sudah menjalar ke Taiwan, Nepal, Jepang, Korea Selatan, Kamboja, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Australia, Amerika Serikat, Kanada, dan Prancis sejak pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Berbagai negara pun sudah mengeluarkan peringatan perjalanan terhadap warga negara mereka yang perlu bepergian ke China. Bahkan, beberapa diantaranya, seperti Prancis dan AS mulai menegosiasikan kepulangan para warga mereka dari Negeri Tirai Bambu.

Sebab, wabah terus meluas meski pemerintah China telah mengisolasi Wuhan. Saat ini saja setidaknya 82 orang meninggal dan lebih dari 2.700 orang telah terinfeksi virus corona.


Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan virus Corona akan berdampak ke perekonomian karena mengganggu aktivitas manusia. Dampak ekonomi akan dimulai di China dan turut menjalar ke berbagai negara yang berhubungan dengan China.
Terbukti, berita wabah virus Corona setidaknya sudah menjadi sentimen di sektor keuangan dalam beberapa hari terakhir. Kendati begitu, menurut Andry, ada beberapa sektor ekonomi yang terkena dampak penyebaran virus ini.

“Yang paling terdampak dari ini adalah bisnis travelling, pesawat, dan lain-lain,” ungkapnya, Senin (27/1).

Dampak bagi sektor itu mungkin pula dirasakan oleh Indonesia. Sebab, Indonesia mendapat aliran wisatawan China yang cukup deras.

Hanya saja, ia belum bisa memperkirakan seberapa besar dampaknya. Pasalnya, ini semua bergantung pada penanganan dan antisipasi dari pemerintah China serta negara lainnya dalam beberapa waktu ke depan.

“Mungkin ada (dampak ke Indonesia), tapi dampaknya sih saya rasa tidak signifikan. Apalagi Indonesia lebih berjarak dengan negara-negara di kawasan,” ujarnya.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah Redjalam turut menilai wabah virus Corona kemungkinan belum besar dampaknya ke ekonomi Indonesia. Meski beberapa sektor usaha bersinggungan langsung, seperti wisata.

Begitu pula dengan negara-negara lain yang telah positif terjangkit virus tersebut. Dampak ekonomi terbesar saat ini, katanya, masih dialami oleh Kota Wuhan karena tengah terisolasi. Bahkan, beberapa toko ritel, seperti McDonalds dan Starbucks telah menghentikan aktivitas perdagangan di Wuhan.

“Dampak cukup signifikan masih di China karena Wuhan diisolasi, kegiatan ekonomi terhenti di sana,” ucapnya kepada CNNIndonesia.com.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies/ASITA) Budijanto Ardiansjah memperkirakan sektor wisata Indonesia menjadi yang paling terancam dengan penyebaran Virus Corona saat ini. Apalagi, Indonesia dan China merupakan mitra di sektor wisata.

“Dampaknya sudah mulai terasa (di Indonesia). Pemerintah saat ini cukup dilematis karena dis atu sisi kita (Indonesia) mengharapkan wisatawan China, tapi disisi lain saat ini ada wabah virus Corona,” tutur Budijanto.

Apalagi, sambungnya, sudah ada pengalihan rute penerbangan dari Indonesia ke China. Padahal sebelumnya maskapai nasional beramai-ramai membuka penerbangan langsung ke China demi menggaet wisatawan sana.

Tak hanya itu, Indonesia pun sudah mulai melakukan pembatasan bagi wisatawan China untuk menginap di Tanah Air. Salah satunya terjadi di Padang, Sumatera Barat.

Hati-hati, Wabah Virus Corona Ancam Ekonomi RIPetugas di bandar mengantisipasi penyebaran Virus Corona masuk ke Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Ia pun menilai pembatasan penerbangan dan kunjungan wisatawan masih akan terjadi untuk tiga sampai enam bulan ke depan. Dengan estimasi ini, ia memperkirakan kunjungan wisatawan China ke dalam negeri akan menyusut sampai separuhnya. Padahal, rata-rata pengeluaran turis China di Indonesia sekitar US$1.000 per kunjungan atau Rp14 juta per kunjungan (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan China ke Indonesia setidaknya mencapai 1,91 juta pada Januari-November 2019. Sementara pada Januari-Desember 2018, jumlah kunjungan wisatawan China mencapai 2,13 juta.

“Sebenarnya informasinya belum lengkap, jadi belum tahu persentase (pasti), tapi saya rasa bisa terjadi penurunan sampai separuh,” katanya.

Pemerintah sendiri menargetkan devisa dari turis asing dapat mencapai US$20 miliar per tahun atau sekitar Rp280 triliun.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies/ASITA) Bali I Ketut Ardana mengatakan wabah virus Corona mulainya akan menghajar sektor wisata, khususnya Bali karena tengah sangat digandrungi oleh wisatawan China. Hal ini terbukti dari posisi China sebagai penyumbang nomor dua wisatawan bagi Bali.

Sementara nomor satu masih ditempati oleh Australia. Selain itu, tercatat, setidaknya ada 80 lebih biro perjalanan wisata di Bali yang melayani pemesanan dari China.

“Sekarang ini banyak yang cancel. Dampaknya juga akan ke hotel, resto, transport, toko souvenir guide, obyek wisata, dan sebagainya,” ungkapnya.

Sayangnya, ia belum bisa memperkirakan seberapa besar penurunan yang akan dialami oleh sektor wisata Bali. Hanya saja, ia meminta agar pemerintah terus berperan dalam menanggulangi dampak penurunan tersebut.

Sebab, sektor wisata memang paling rentan diserang oleh isu-isu semacam ini. Bahkan, tak hanya penyakit, isu bencana alam juga sebelumnya sudah menekan laju pertumbuhan pariwisata Bali.

Untuk itu, pemerintah perlu mewaspadai betul agar jangan sampai wabah virus Corona benar-benar masuk ke Indonesia. “Sepanjang tidak terjadi di Bali atau tidak ada yang terjangkit virus tersebut di Bali, akan sangat membantu kebertahanan destinasi,” ujarnya.

Di sisi lain, ia meminta pemerintah terus mengoptimalkan promosi wisata domestik ke negara-negara lain. Harapannya, agar kunjungan wisatawan dari negara lain bisa mengompensasi penyusutan potensi wisatawan dari China.

Ketua Asosiasi Hotel Bali (Bali Hotel Association/BHA) Ricky Putra mengaku dampak kekhawatiran virus Corona sejatinya sudah terasa di Bali. Hal ini tercermin dari pembatalan pemesanan kamar oleh para wisatawan China yang tidak jadi berlibur.

Namun begitu, ia belum bisa memberi gambaran pasti berapa banyak jumlah pembatalan reservasi hotel itu. “Ini akan berdampak tidak bagus ke depannya dan sudah mulai kami rasakan dalam beberapa hari ini,” ucapnya.

Ricky memberi proyeksi setidaknya ketika sektor wisata Indonesia tertekan akibat isu penyakit, terjadi penurunan sekitar 30 persen sampai 40 persen dari total kunjungan dan reservasi yang bisa didapat. Proyeksi ini merujuk pada kasus wabah SARS dan flu burung H5N1 yang juga pernah dikhawatirkan beberapa tahun lalu.

“Saya dengar (saat itu) bisa jatuh 30 persen sampai 40 persen, sangat berat,” imbuhnya.

Untuk itu, ia berharap ada antisipasi menyeluruh dari seluruh pihak yang bersinggungan dengan sektor wisata nasional agar wabah ini tidak terlalu menekan realiasi pertumbuhan pariwisata Indonesia.

Rugikan Dunia

 
Di dunia, virus Corona sejatinya sudah memberikan dampak, meski baru berupa sentimen. Hal ini terlihat dari pengaruh virus Corona ke pergerakan mata uang, harga emas, hingga harga minyak dunia.

Pada perdagangan sore kemarin, nilai tukar rupiah berada di Rp13.620 per dolar AS atau melemah 0,27 persen dari akhir pekan lalu. Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang di dunia juga, seperti won Korea Selatan, dolar Singapura, hingga dolar Australia.

“Adanya kekhawatiran pasar karena China masih berjuang untuk menahan penyebaran virus Corona,” tutur Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Virus Corona juga menyerang harga minyak mentah dunia. Tercatat, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret turun 2,2 persen menjadi US$60,69 per barel dan minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret melemah 2,5 persen ke level US$54,19 per barel.

Kendati begitu, harga emas justru melambung akibat virus Corona. Berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX, harga emas berada di posisi US$1.587,1 per troy ons atau menguat 0,56 persen pada Senin (27/1). Begitu pula dengan harga emas di perdagangan spot naik 0,59 persen ke US$1.580,74 per troy ons.

“Sepanjang akhir pekan berita kenaikan jumlah kematian dan negara yang dimasuki virus Corona bertambah. Ini menjadi pemicu kenaikan harga emas karena pasar mencari aset aman,” kata Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra.

Sumber : cnnindonesia.com

  • -

Pelaku Wisata Yogyakarta: Turis Cina Harus Disaring Ketat

Kalangan pelaku biro perjalanan wisata di Yogyakarta mewanti-wanti pemerintah, agar mengantisipasi dini serta memperhatikan hal-hal yang perlu dilakukan, untuk sektor pariwisata menyusul merebaknya virus Corona. Salah satunya dengan menyaring turis Cina.

Pelaku wisata Yogya yang juga mantan Chairman Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Yogyakarta Chapter, Edwin Ismedi Himna menuturkan, salah satu yang perlu dilakukan pemerintah adalah menyaring secara ketat masuknya turis asal Cina dan negara lain ke Yogyakarta. Terutama dari negara yang kemungkinan sudah terpapar virus corona untuk sementara waktu ke Yogyakarta.

“Pemerintah harus tegas untuk berani menunda masuknya mereka (turis dari negara terpapar) ke Yogya untuk sementara waktu,” ujar Edwin kepada Tempo Ahad 26 Januari 2020.

Edwin menilai penyaringan kedatangan turis asal Cina saat ini dinilai perlu, karena potensi dampak negatifnya lebih dominan daripada positifnya. Pintu kunjungan wisata untuk turis Cina menurutnya bisa dibuka kembali jika kasus itu sudah dinyatakan terkendali.

Selaku pelaku biro perjalanan wisata, Edwin mengatakan sejak kasus virus corona mencuat sampai Sabtu (25/1), pihaknya masih mendapatkan informasi turis asal Cina tetap bisa masuk Indonesia juga Yogyakarta.

Wisatawan tengah mengabadikan para pemain karawitan di sela pembukaan pameran Sekaten di Keraton Yogyakarta, Jumat (1/11). TEMPO/Pribadi Wicaksono

“Belum ada pembatalan rencana perjalanan (dari Cina ke Indonesia), kami masih menunggu (kebijakan pemerintah) dalam 2-3 hari ini,” ujar dia. Edwin mengatakan Yogyakarta sendiri tidak ada penerbangan langsung dari dan ke Cina.

“Kami tidak memiliki data konkrit berapa jumlah rata rata masuknya turis Cina ke Yogya karena gerbang masuknya lewat Bandara Adisumarmo Solo (charter flight),” ujarnya.

Namun, Edwin memastikan bahwa turis Cina termasuk dalam kategori 10 besar turis terbanyak yang menyambangi Yogyakarta tiap tahunnya.

Melansir data kunjungan wisatawan mancanegara dari Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tahun 2018, turis asal Cina menduduki peringkat ke 6 terbanyak menyambangi Yogya dengan jumlah mencapai 19.197 orang. Jumlah ini mengalami kenaikan tajam sebesar 87 persen dibanding tahun 2017 di mana turis Cina yang berkunjung ke Yogya masih 10.449 orang.

Adapun kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta terbanyak pada 2018 masih didominasi wisatawan asal Malaysia yang mencapai 54.262 orang, lalu peringkat dua wisatawan asal Singapura sebanyak 40.925 orang, disusul wisatawan asal Jepang sebanyak 40.686 orang.

Gerbang masuk destinasi Puri Matarm Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Destinasi ini memiliki 11 zona rekreasi berkonsep alam, yang membuat betah wisatawan. TEMPO/Pribadi Wicaksono

“Kunjungan wisatawan asal Cina masih 10 besar dan ada kenaikan kunjungan dari tahun 2018 ke 2019 lalu,” ujar Edwin. Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahardjo belum merespon saat dikonfirmasi terkait langkah yang akan ditempuh Pemda DIY, mengantisipasi soal kasus virus corona ini.

 

Sumber : https://travel.tempo.co/


  • -

Tempat Wisata Terbaru Di Lembang, Ada Kebun Binatang Instagramable

Liburan akhir pekan bersama keluarga, kamu tak perlu bingung tempat wisata. Ada tempat wisata terbaru di Lembang yang dapat menjadi tujuanmu menghabiskan weekend, bernama Lembang Park & Zoo.

Mengusung konsep ala Bavaria, kebun binatang sekaligus taman ini dikemas secara modern.

“Owner membangun Lembang Park & Zoo dengan mengedepankan kenyamanan dan kebersihan bukan hanya untuk pengunjung tapi juga untuk para satwa,” jelas Jennifer Agustina selaku Social Media Marketing Lembang Park & Zoo saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/01/2020).

Lembang Park & Zoo hadir setelah mengantongi izin resmi sebagai lembaga konservasi aneka satwa. Tempat wisata terbaru di Lembang ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian akan satwa dan alam kepada publik. Kamu bisa berkunjung ke tempat wisata edukasi ini bersama si kecil, mengenalkan beragam satwa yang berjumlah sekitar 350. Mulai dari unggas, mamalia, primata, sampai reptil. Terdapat Bird Aviary, sangkar raksasa rumah bagi beragam burung yang bisa dikunjungi pelancong.

Ada Nuri Bayan, Macaw, maupun Kakatua. Di sudut lain, ada burung besar di antaranya Burung Unta, Burung Rhea (rupanya seperti Burung Unta tapi lebih kecil dan berbulu putih), dan Bangau Tontong. Jalan-jalan lebih jauh, kamu dapat melihat Beruang Madu, Binturong, Berang-berang, Meerkat, sampai aneka reptil seperti Bearded Dragon (kadal gurun khas Australia) dan Dragon Snake. Atraksi: show burung sampai parade Selain memperkenalkan beragam satwa kepada si kecil, kamu dan keluarga dapat menyaksikan show sampai parade di Lembang Park & Zoo. Ada pertunjukan Burung Elang, Galah, dan Macaw.

Bahkan nantinya juga akan ada parade binatang, namun sampai artikel ini ditulis belum dapat dipastikan tanggal mainnya. Menghabiskan weekend di sini, pengunjung juga bisa menunggang kuda di gelanggang khusus, memanah, naik perahu dayung, dan bermain di mini waterpark. Lembang Park & Zoo terus menambah wahana dengan tiket tambahan tertentu.

Lembang Park & Zoo akan membuat kamu betah berlama-lama berkat berbagai spot instagramable.

“Selain untuk wisata edukasi, kita juga ingin menjangkau target market lebih besar dengan menambahkan spot-spot instagramable,” ungkap Jennifer lebih lanjut. Dua lokasi yang harus masuk daftar berfoto adalah patung mobil dan Bird Aviary. Ada juga sudut-sudut keren di tempat-tempat nongkrong yang berada di dalam Lembang Park & Zoo, seperti Neko Cat Cafe dan Quagga Green Cafe. Tersedia pula Ice Cream Story, taman foto instagramable dilengkapi berbagai karakter. Berada di lantai 2 Restoran Mari Makan.

Tempat nongkrong: resto keluarga sampai kafe kucing Spot Instagramable di Neko Cat Cafe Lembang Park & Zoo(INSTAGRAM @NEKOCATCAFE.ID) Masih ada lagi sudut Lembang Park & Zoo yang dapat kamu eksplorasi.

Tempat nongkrong dengan macam-macam konsep, mulai dari resto keluarga sampai kafe kucing. Restoran Mari Makan, tempat kamu dan keluarga bisa menyantap aneka sate seperti pentol, bakso, dan bahan lainnya. Ada pula paket nasi dan milkshake.

Restoran Mari Makan dilengkapi dengan AC, musala, dan toilet. Quagga Green Cafe juga berada di dalam Lembang Park & Zoo, tepatnya di samping loket tiket masuk. Kafe ini mengusung konsep tropical, tak heran dikelilingi tanaman yang membuat suasana semakin asri.

Kamu dapat menjajal kopi seduh manual, snack seperti cireng, maupun makanan berat misalnya pasta, rice bowl, dan nasi goreng. Quagga Green Cafe Bernuansa Tropical(INSTAGRAM @QUAGGAGREENCAFE) Harga minuman di sini mulai dari Rp 17.000-an, sedangkan makanan mulai dari Rp 16.000-an.

Quagga Green Cafe buka setiap weekday pukul 09.00-17.00 dan weekend pukul 09.00-18.00. Kalau suka kucing, kamu bisa lanjutkan ke Neko Cat Cafe. Buka setiap Senin-Jumat pukul 09.00-17.00 dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-18.00. Di kafe ini kamu bisa bermain bersama kucing-kucing dan menikmati dessert seperti Es Batok Kelapa (es krim disajikan dalam batok kelapa) dan Iced Latte.

Tiap sudut kafe kucing ini instagramable, cocok dijadikan latar berfoto. Mulai dari tempat duduk warna-warni sampai dindingnya yang dihiasi gambar kucing.

Ada juga Eagle Food Court yang berada di bagian amphitheater, tempat pertunjukan Burung Elang. Selain itu, nantinya ada Tiger Resto. Di sinilah, kamu akan merasakan makan sembari melihat harimau.

Berkunjung ke Lembang Park & Zoo Lembang Park & Zoo, Tempat Wisata Terbaru di Lembang(INSTAGRAM @LEMBANG_PARKZOO) Semenjak 12 Desember 2019 sampai saat ini, Lembang Park & Zoo dalam sesi trial opening. Rencana grand opening antara Februari atau Maret 2020.

Selama trial opening, kamu cukup membayar tiket masuk Rp Rp 35.000-an untuk Senin-Jumat dan Rp 40.000-an saat Sabtu-Minggu dan tanggal merah. Kamu bisa melakukan pembayaran dengan uang tunai, kartu debit, maupun kartu kredit. Tempat wisata terbaru di Lembang ini buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB.

Menurut Jennifer, weekday adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke Lembang Park & Zoo. Supaya kamu bisa lebih leluasa mengeksplorasi beragam wahana di sini. Lembang Park & Zoo berada di kawasan Cihideung tepatnya di Jalan Kolonel Matsuri Nomor 171, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

 

Sumber : https://travel.kompas.com/


  • -

Ini Dia Destinasi Wisata Yang Digemari Turis Cina

Turis Cina pada 2018 menyumbang sekitar 2,6 juta orang. Pada 2019 pemerintah menargetkan 3,5 juta wisatawan China. Namun virus corona diperkirakan membuat kedatangan wisatawan Cina ke Indonesia pada 2020 melambat pada awal tahun.

Pasalnya, saat ini pemerintah Cina mengambil kebijakan mengkarantina 56 juta warganya di Wuhan dan sekitarnya – mencapai 18 kota lain. Dengan cara menutup transportasi publik dari dan ke kota-kota yang terinfeksi corona.

Kementerian Luar Negeri Indonesia, juga telah menerbitkan travel advice atau imbauan perjalanan ke Cina, sebagai imbas penyebaran virus corona. Dalam travel advice ini, Kemenlu mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak ke Cina, untuk selalu memantau perkembangan dan selama di Cina, tidak melakukan kontak fisik dengan orang yang sedang dalam kondisi batuk, demam, dan sesak napas.

Sebaliknya, pemerintah Indonesia telah memasang alat pendeteksi panas tubuh, terutama bagi wisatawan yang baru datang dari luar negeri. Bandara utama seperti Bandara Kualanamu, Soekarno-Hatta, Adisutjipto, juanda, dan bandara-bandara lain yang melayani penerbangan mancanegara.

Padahal Indonesia – sebagaimana dinukil dari Antara — merupakan destinasi ketiga paling favorit bagi warga Cina, setelah Jepang dan Thailand. Berikut destinasi wisata yang digemari turis Cina.

Wisatawan asing saat mengunjungi Gurun Pasir Telaga Biru di Bintan, Prov Kepri, Selasa, 31 Desember 2019. Pengunjung meningkat saat libur sekolah dan akhir tahun ini. TEMPO/Yogi Eka Sahputra

Pulau Bintan di Kepulauan Riau

Kementerian Pariwisata mayoritas wisatawan Cina yang ke Bintan berasal dari Hang Zhou dan Ningbo. Selain itu mereka juga berdatangan dari kota Qongqing, Changsa, Kunning, Nanning, Wenzhou, Nanjing, Shanghai, dan Chengdu.

Selama di Bintan, rata-rata setiap turis menghabiskan US$1.000. Barang yang digemari berupa sarang burung walet dan tongkat Ali. Bintan dikenal sebagai destinasi wisata pantai dan selam. Perairannya yang tenang sangat pas untuk paddle board maupun banana boat. Bintan juga digemari karena lapangan golfnya yang indah serta resor dan glamping privat.

Bali

Wisatawan Tiongkok juga membanjiri Bali saat libur Imlek. Mereka paling menyukai destinasi wisata pantai, dan kurang begitu suka berbelanja. Menurut Gubernur Bali, I Wayan Koster, turis Cina tak menyukai belanja di Bali, karena di negara mereka harga barang sejeni jauh lebih murah. Namun, wisatawan Cina menyukai seni dan budaya Bali, seperti tarian dan ritual masyarakat Hindu di Bali.

Manado

Tingkat hunian hotel di Provinsi Sulawesi Utara, yang mampu bertahan stabil di kisaran 70-80 persen, merupakan dampak positif dari kunjungan wisatawan Cina yang terus meningkat. Manado terkenal dengan pantai dan Taman laut Bunaken, tampaknya mampu memikat wisatawan Cina.

Kedatangan mereka sangat membantu menaikkan okupansi kamar saat low season. Kedatangan turis Cina itu membuat hotel-hotel di Manado tetap stabil tingkat huniannya. Rata-rata lama inap mereka mencapai 4 hari. Keberadaan Likupang, juga meningkatkan kunjungan wisatawan Cina yang masuk melalui Manado.

Pemain Naga Liong beraksi pada puncak perayaan Cap Go Meh 2570 di Manado, Sulawesi Utara, Selasa, 19 Februari 2019. Ribuan warga berkumpul di kawasan Pecinan untuk menyaksikan perayaan tersebut, yang merupakan salah satu agenda pariwisata unggulan di Manado. ANTARA

Kupang, Nusa Tenggara Timur

Kupang memiliki koleksi pantai dan bawah laut yang indah. Inilah yang juga menarik wisatawan Cina menuju Kupang. Beberapa perusahaan Cina juga berinvestasi di Nusa Tenggara Timur, inilah yang mendorong peningkatan wisatawan Cina ke Kupang. Kabar lainnya, investor Cina juga melirik potensi Pulau Kera untuk dijadikan kawasan resor. Pulau itu bakal dibenami investasi sebesar Rp150 miliar untuk membangun Pitoby Raya Resort di Pulau Kera.

Solo

Kota Solo dan sekitarnya mulai dilirik oleh para wisatawan asal Cina. Sebuah perusahaan agen perjalanan bahkan menyewa pesawat tiap pekan untuk mengangkut wisatawan dari Cina. Kedatangan turis Cina ini merupakan kerja keras bertahun-tahun, memperkenalkan Solo dalam berbagai pasar wisata di Cina.

Direktur Utama PT Cahaya Matahari Rembulan Pupun Pantiana Gunmantono mengatakan pembukaan pasar wisatawan di China pada awalnya sukup sulit. “Rata-rata belum mengenal nama Kota Solo,” katanya kepada TEMPO, pada Rabu 31 Juli 2019 silam.

Wisatawan menikmati keindahan cahaya lampion Imlek dari atas perahu di Kali Pepe Solo, Jawa Tengah, Senin 18 Februari 2019. Perahu wisata itu hanya bisa dinikmati hingga akhir Februari ini. (FOTO: AHMAD RAFIQ/TEMPO)

Promosi mengenai Kota Solo dilakukan bertahun-tahun. Dia juga mencoba membuat beberapa paket yang memiliki peluang. “Tentunya harus digabung dengan paket wisata Yogyakarta serta Borobudur sebagai daya tarik,” katanya.

 

Sumber : https://travel.tempo.co/


  • -

Gubernur Sumbar Sambut 174 Turis China Di Bandara Minangkabau

Sebanyak 174 turis asal Kunming, China, tiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Minggu pagi (26/1/2020), pukul 06.36 WIB yang akan berwisata selama lima hari di Sumatera Barat. Kedatangan rombongan turis asal Cina tersebut disambut langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Sekda Sumbar Alwis, dan pemangku kepentingan terkait.

Tiba di Bandara setelah melewati pemeriksaan imigrasi dan suhu tubuh menggunakan thermal scanner, rombongan disambut tari pasambahan dan hiburan musik khas Minang talempong di pintu kedatangan internasional.

PT Marawa Coporate yang bekerja sama dengan Cocos Tour selaku biro perjalanan yang mendatangkan wisatawan China ke Sumbar memastikan mereka yang akan berkunjung tidak terjangkit virus corona yang saat ini sedang mewabah di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Pimpinan PT Marawa Corporate Darmawi mengatakan semua WNA China berangkat dari Bandara Kunming di Provinsi Yunan yang berada di kawasan pegunungan China melalui penerbangan langsung dalam waktu empat jam perjalanan.

Menurut dia, lokasi tersebut jauh dari daerah Wuhan yang berjarak sekitar 19 jam perjalanan dan mereka yang akan berangkat ke Sumbar harus melalui pemeriksaan di Bandara Kunming.

Ia menerangkan, hingga saat ini Bandara Kunming masih membuka penerbangan luar negeri dan artinya lokasi itu tidak terpapar virus Corona. Selain itu, pihak otoritas bandara di sana melakukan pemeriksaan kesehatan dengan alat pemindai suhu dan pemeriksaan.

Ia menjelaskan, sesampai di Padang, rombongan akan dibawa ke Kota Pariaman menikmati indahnya Pantai Gondoriah. Selain itu, mengunjungi Sekolah Tinggi Beruk dan Museum Tabuik.

Setelah itu, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Kota Bukittinggi, dan akan singgah di Lembah Anai dan menginap di Bukittinggi. Di kota tersebut akan mengunjungi Ngarai Sianok, Lubang Jepang, dan Jam Gadang.

Kemudian, bertolak ke Batusangkar mengunjungi Istana Basa Pagaruyung dan akan disuguhi tari piring serta menonton aksi pacu jawi.

Setelah itu, wisatawan melanjutkan perjalanan ke Kota Padang melalui Danau Singkarak serta menikmati keindahan alam danau tersebut. Sesampai di Padang keesokan harinya mereka bertolak ke kawasan Mandeh, Pulau Cubadak, untuk menikmati keindahan bahari.

Selanjutnya, keesokan harinya mereka akan menggunakan kapal pinisi menuju Pulau Pasumpahan dan Swarnadipa untuk menikmati keindahan laut.

Kemudian pada hari keempat akan berjalan-jalan di Kota Padang mengunjungi kawasan pondok, Masjid Raya Sumbar dan Pantai Air Manis dan pada Jumat (31/1) akan bertolak ke China sekitar pukul 20.00 WIB.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mendatangkan wisatawan asing ke Sumbar.

Terkait adanya kekhawatiran virus Corona yang sedang mewabah pihaknya menyampaikan semua rombongan sudah mendapatkan visa yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri.

“Jadi tidak boleh menolak orang datang kalau syaratnya lengkap, selain itu juga sudah dilakukan antisipasi dengan melakukan pemeriksaan ketat,” kata Irwan, seperti dilansir Antara, Minggu (26/1).

Sejalan dengan itu, Sekda Sumbar Alwis mengatakan Sumbar punya kepentingan terhadap pariwisata sebagai sarana meningkatkan pendapatan daerah sehingga tidak ada alasan menolak sepanjang sesuai dengan prosedur.

Ia memastikan sudah ada jaminan dari petugas kesehatan bahwa yang datang sudah dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial menyampaikan direncanakan ada dua pesawat carter dua kali sebulan untuk mendatangkan wisatawan asal China.

Ia menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Sumbar per tahun sebanyak 57 ribu orang dan dengan adanya penambahan ini bisa bertambah 4.200 orang per tahun.

Selain itu, ia menyampaikan manfaat secara ekonomi cukup bagus karena lama masa tinggal wisatawan China mencapai 5 hari 4 malam berbeda dengan wisatawan asing negara lain yang hanya menginap 2,9 hari di Sumbar.

Kemudian angka rata-rata uang uang dibelanjakan wisatawan asing mencapai Rp 11 juta dan wisatawan lokal Rp 600 ribu per hari.

 

Sumber : https://news.detik.com/


  • -

Geser China, Turis Australia Paling Banyak Liburan ke Bali

Berdasar data statistik yang dihimpun sejak bulan Januari hingga Desember 2019, tercatat sebanyak 6.298.852 wisatawan dari seluruh dunia datang ke Bali melalui jalur udara.

Jika dibandingkan dengan periode pencatatan di tahun 2018 lalu, tercatat sebanyak 6.127.437 wisatawan mancanegara

yang dilayani Bandara Ngurah Rai, maka di tahun 2019 ini didapatkan angka pertumbuhan sebanyak 171.415 jiwa, atau tumbuh sebesar 3 persen.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, China sudah tidak lagi menduduki urutan pertama negara penyumbang wisatawan terbanyak yang datang ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai.

Selama pencatatan tahun 2019, wisatawan Australia tercatat mengungguli jumlah wisatawan asal Negeri Tirai Bambu China.

“Untuk tahun 2019, jumlah wisatawan berpaspor Australia yang kami layani sebanyak total 1.230.133, mengungguli turis asal China, dengan jumlah sebanyak 1.196.497 jiwa.

Ada selisih sekitar 33 ribu jiwa. Sementara posisi ketiga masih ditempati oleh wisatawan asal India dengan jumlah 377.543 wisatawan,” ujar GM PAP I Bandara Ngurah Rai Herry A.Y.Sikado.

Dibandingkan dengan jumlah kunjungan di tahun 2018, wisatawan asal Australia tumbuh sebesar 4 persen di tahun 2019 ini.

Pun demikian dengan jumlah kedatangan wisatawan berpaspor India, yang mengalami pertumbuhan sebesar 6 persen.

Berbeda dengan kedua negara tersebut, jumlah kedatangan turis asal China mengalami penurunan yang cukup drastis, yakni sebesar 15 persen.

“Jika di tahun 2018 lalu jumlah wisatawan China yang kami layani berjumlah 1.380.687 jiwa, di tahun 2019 ini kami mencatat

1.230.133 wisatawan China yang datang ke Bali melalui bandar udara kami. Turun sebesar 15 persen. Cukup drastis,” pungkasnya.

 

Sumber : https://radarbali.jawapos.com/


  • -

Kendan, Situs Kerajaan Sunda yang Bisa Jadi Wisata Edukasi

Situs peninggalan kerajaan Kendan di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung berpotensi menjadi tempat wisata edukasi.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Aten Sonadi mengatakan, sebagai peninggalan sebuah kerajaan, Kendan sangat berpotensi dijadikan tempat wisata.

“Kendan bisa menjadi wisata edukasi. Bagaimana dulu di tempat tersebut menjadi pusat kebudayaan masyarakat Bandung,” tutur Aten, Rabu (22/1/2020).

Hanya saja, masyarakat masih belum mengenal kerajaan Sunda yang berpusat di Bandung tersebut.

Fakta sejarah tentang keberadaan kerajaan Kendan terus dilakukan oleh peneliti.

Aten melanjutkan, pihaknya terus berupaya untuk memperkenalkan Kendan kepada masyarakat luas agar kedepan bisa menjadi salah satu lokasi wisata edukasi.

“Kami buat festival kendan supaya masyarakat bisa mengenal kalau di lokasi tersebut pernah dijadikan pusat kerajaan,” katanya.

Selain itu, Pemkab Bandung juga membuat sebuah gapura yang bisa menjadi penanda kepada masyarakat terkait keberadaan situs bekas kerajaan.

 

Sumber : republika.co.id