Monthly Archives: February 2020

  • -

Rekomendasi Dan Rencana Aksi Antisipasi Penurunan Devisa Pariwisata Akibat Wabah Virus Corona

Picture1

#COLLABORATION

Memadukan kerjasama antar industri pariwisata dalam satu ekosistem.

Insentif Swasta   

CONSUMER       

  • Tactical Discount

MASATA dan GIPI

sebagai kolaborator

– Airlines

– Hotel

– Tour operator

– Atraksi

– Transportasi

Insentif Pemerintah:

  • Pemotongan pajak
  • Relaksasi aturan sementara
  • Perpres MICE pemerintahan di Hotel
  • BUMN
  • BUMD
  • dll.

COLLABORATION SAMPLE

Rapat Kuningan MICE Alliance

20 Februari 2020

Dihadiri Hotel, Transportasi Darat, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Media

-White Horse 50%, Kuningan 50%

-Akan dijual untuk pasar Surabaya, Semarang, dan bisa dilakukan sebaliknya

-Peran pemerintah: diskon jalan tol, promosi akhir maret siap dieksekusi

 

 

 

Picture3

#TACTICALEVENT

Travel Fair (Angkatan Darat)

  • Malaysia Travel Fair (13-15 Maret 2020)

⚬Target pengunjung 100.000 orang

⚬Akselerasi untuk indonesia 5.000 orang

  • 100 Festival Daerah
  • Majapahit Travel Fair (16-19 April 2020)
  • Medan Travel Fair (TBA)
  • Singapore Travel Fair (TBA)

Tiket.com / Traveloka / MakeMyTrip (India)

(Angkatan Udara)

(OTA yang berdasarkan data masih traveling ke indonesia)

Picture4

#ONEINDUSTRYBRANDING

#indonesiaaman

#indonesiasehat

#indonesiaissafe

Penerapan:

  • Di seluruh posting industri
  • Footer email
  • Blogger
  • YouTuber
  • Aktivasi

Picture5

Indonesia International MICE Expo 2020

Dilaksanakan pada tanggal 27 – 28 Oktober 2020

Konsep event B2B dan konferensi yang berfokus pada industri MICE di Indonesia dengan  target

1.Mengundang 100 buyer domestik dan internasional

2.Mengundang 12 pembicara bidang MICE dari domestik dan internasional

3.300 peserta MICE Conference

Picture6 Picture7

ITTA & BTA

Sebuah event prestisius penganugerahan penghargaan yang di-inisiasi oleh organisasi nirlaba ITTA Foundation kepada pelaku usaha pariwisata dari berbagai macam kategori yang taraf Nasional maupun Regional.

Picture8

PATA Indonesia Adventure Travel Mart 2020 – 2021

Sebuah event B2B yang dipadukan dengan konferensi untuk menggairahkan pariwisata minat khusus dengan tema petualangan sebagai rangkaian untuk menjadi tuan rumah PATA Adventure Mart & Conference  2022

Picture9 Picture10

JakRUN 2020

RajaLARI.id bekerja sama dengan PD. Dharma Jaya, JakPro, Jakarta Tourism Forum, KADIN DKI Jakarta, PT. Pulomas Jaya dan beberapa BUMD lainnya menyelenggarakan sebuah event lari JakRUN pada 19 April 2020 di Jakarta Equestrian Park – Pulomas dengan kategori lomba fun run dan 5K dengan target 1500 pelari

 

 


  • -

Syarat Influencer Yang Dicari Untuk Promosi Pariwisata Indonesia

Wabah virus corona yang terjadi di berbagai negara mulai mempengaruhi aktivitas pariwisata di Tanah Air. Pemerintah berupaya menggenjot kegiatan wisata dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 72 miliar. Salah satu cara yang dilakukan adalah promosi lewat para influencer atau orang yang berpengaruh di media sosial.

Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema mengatakan anggaran Rp 72 miliar itu dipakai untuk berbagai jenis promosi. “Termasuk menggunakan jasa influencer internasional,” kata Ari Juliano Gema di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020. Alokasi dana untuk jasa pemengaruh tak akan dominan dari jumlah keseluruhan itu.

Anggaran untuk influencer, menurut dia, tak sampai 50 persen dari Rp 72 miliar. Sebab itu, pemerintah akan selektif dalam memilih pesohor di media sosial yang mampu menarik wisatawan, terutama turis mancanegara. Beberapa kriteria yang dipertimbangkan dalam memilih influencer antara lain popularitasnya, jumlah pengikut atau follower-nya, dan bagaimana pemengaruh itu dalam menyampaikan konten.

Ilustrasi berwisata di pegunungan. Dok. Kementerian Pariwisata

 

“Kami akan sangat memperhatikan Instagram, berapa (jumlah) followers,” kata Ari Juliano Gema. Sejumlah influencer yang diseleksi, menurut dia, ada yang dari dalam dan luar negeri. Khusus pemengaruh dari luar negeri, pemerintah memilih mereka yang berasal dari kawasan Asia Tenggara dan Australia. “Karena itu besar sekali pasarnya.”

Selain influencer, anggaran Rp 72 miliar tadi, Ari Juliao Gema melanjutkan, juga digunakan untuk insentif ke maskapai penerbangan dan berbagai pihak yang berkontribusi dalam mempromosikan pariwisata Indonesia. Contoh, ada diskon tiket pesawat USD 50 atau sekitar Rp 700 ribu.

Diskon tiket pesawat itu, kata dia, diberikan dalam tiga bulan ke depan bagi mereka yang akan datang ke sepuluh destinasi wisata di Indonesia yang telah ditentukan. “Diskon itu tidak ada hubungan dengan influencer,” ucap Ali Juliano Gema.

 

Sumber : https://travel.tempo.co/


  • -

Menghitung Kontribusi Sektor Pariwisata Bagi Ekonomi RI

Pemerintah menggelontorkan beragam insentif untuk meredam dampak virus corona terhadap perekonomian domestik. Sebagian besar insentif diarahkan untuk menyokong sektor pariwisata mulai dari diskon penerbangan domestik hingga pembebasan pajak hotel dan restoran.

Maklum, sektor pariwisata disebut terkena pukulan paling kencang dari wabah yang berasal dari Kota Wuhan, China itu. Padahal, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki efek berganda (multiplier effect) terbesar dalam perekonomian.

Sebab, sektor pariwisata ditopang oleh beragam subsektor mulai dari transportasi, akomodasi, hingga industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Berdasarkan Laporan Kinerja Kementerian Pariwisata Tahun 2018, kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian masih satu digit. Pada 2018, porsi pariwisata terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) cuma 5,25 persen. Perlu tiga tahun untuk meningkatkan kontribusinya sebesar 1 persen, yaitu dari 4,25 persen pada 2015.

Di tahun yang sama, realisasi investasi sektor pariwisata mencapai US$1,6 miliar atau 80,43 persen dari target yang dicanangkan pemerintah kala itu, US$2 miliar.

Kendati demikian, sumbangan devisa dari sektor pariwisata terus meningkat. Pada 2018, devisa sektor pariwisata mencapai Rp229,5 triliun atau meningkat 15,4 persen secara tahunan.

Penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata juga kian menanjak. Berdasarkan data Kemenparekraf, penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata mencapai 12,7 juta orang atau sekitar 10 persen dari total penduduk Indonesia yang bekerja.

Peluang sektor pariwisata untuk berkembang di Indonesia juga masih besar. Maklum, jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia masih relatif kecil dibanding negara lain.

Tahun lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia 16,1 juta atau hanya meningkat 1,88 persen dibandingkan 2018. Sebagai pembanding, tahun lalu, jumlah kunjungan turis asing Thailand mencapai 39 juta. Tahun lalu, Malaysia cuma butuh sembilan bulan untuk menembus angka 20 juta kunjungan.

Tak ayal, pemerintah berjibaku untuk meningkatkan kinerja sektor pariwisata. Salah satunya dengan menciptakan 10 destinasi pariwisata unggulan di antaranya Danau Toba, Labuan Bajo, dan Candi Borobudur. Namun, upaya itu tersandung di awal tahun setelah wabah virus corona merebak.

Untuk mengantipasi penyebaran virus, pemerintah sudah menutup penerbangan dari dan ke China sejak 5 Februari 2020 lalu. Aktivitas pariwisata warga asing yang menurun menyebabkan tingkat okupansi hotel merosot di sejumlah daerah unggulan.

Di Bali, misalnya, wabah virus corona menyebabkan keterisian atau okupansi hotel anjlok 60-80 persen, terutama di kawasan favorit wisatawan China, seperti Nusa Dua, Legian, dan Kuta.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama sebelumnya menaksir wabah virus corona berisiko merugikan sektor pariwisata RI hingga US$4 miliar atau sekitar Rp54,6 triliun jika terjadi selama setahun.

Sekitar US$2,8 miliar atau sekitar Rp38,2 triliun di antaranya berasal dari hilangnya pemasukan devisa wisatawan dari China. Sebagai catatan, rata-rata kunjungan turis China ke Indonesia mencapai 2 juta kunjungan per tahun dengan rata-rata pengeluaran US$1.400 per kunjungan.

 

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/


  • -

Pulihkan Pariwisata, Gubernur Bali Rakor Dengan Semua Bupati

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster segera menggelar rapat koordinasi dengan mengundang bupati/wali kota se-Bali. Rakor ini dimaksudkan  untuk membahas rencana pemulihan pariwisata Bali yang terpukul dampak virus corona.

“Dalam rapat koordinasi tersebut juga akan melibatkan para pemangku kepentingan pariwisata se-Bali untuk merumuskan program aksi yang akan diterapkan dalam jangka pendek dan jangka menengah,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, di Denpasar, Rabu 26 Februari 2020.

Menurut Astawa, merebaknya wabah COVID-19 telah berdampak signifikan terhadap penurunan jumlah wisatawan ke Pulau Dewata, khususnya wisatawan dari Negeri Tirai Bambu.”Penurunan wisatawan Cina ini sangat dirasakan oleh para pelaku usaha pariwisata seperti hotel, perjalanan wisata, transportasi wisata, pemandu wisata, dan perajin oleh-oleh Bali,” ujarnya.

Wisatawan Cina yang datang ke Bali pada 2019 sebanyak 1.186.057 jiwa ari total jumlah kunjungan wisatawan ke Bali sebanyak 6.275.210 jiwa. Kunjungan wisatawan Cina ini merupakan yang terbesar kedua (18,9 persen) setelah Australia.

Penurunan jumlah kunjungan wisatawan Cina juga berdampak langsung terhadap penerimaan pajak hotel dan restoran yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota se-Bali terutama Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Gianyar, dan Klungkung. “Penurunan jumlah wisatawan mancanegara ini akan berdampak pula pada pertumbuhan ekonomi Bali karena sektor pariwisata memberikan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap PDRB Provinsi Bali,” ucap Astawa.

Sumber : https://bisnis.tempo.co/


  • -

Kerugian Pariwisata Indonesia Akibat Corona Rp 7 Triliun per Bulan

Pariwisata di Indonesia tengah menghadapi tekanan seiring wabah virus corona. Pemerintah memperkirakan potensi devisa dari sektor pariwisata yang hilang imbas masalah wabah ini mencapai ratusan juta dolar tiap bulan. “Dampak virus corona, pariwisata ada kerugian kira-kira US$ 500 juta per bulan (Rp 7 triliun),” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Selasa (25/2).

Wabah virus corona membuat pariwisata internasional terganggu. Ini seiring pembatasan dan larangan penerbangan untuk meredam penyebaran virus tersebut. Pemerintah Indonesia sendiri memutuskan untuk menunda penerbangan dari dan menuju Tiongkok sejak awal Februari lalu.

Meskipun, selama ini, pariwisata Indonesia banyak mendapat sokongan dari turis Tiongkok. Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandio menjelaskan turis asal Tiongkok melakukan 2,07 juta kunjungan ke Indonesia pada tahun lalu. Sedangkan total biaya yang dihabiskan mencapai US$ 1.400 untuk setiap kunjungan.

Meski begitu, potensi kehilangan devisa imbas wabah virus corona bukan hanya berasal dari absennya turis Tiongkok, tapi juga turis negara lain. Sebab, dalam kondisi saat ini, turis dari negara lain juga memilih menunda perjalanan. “Secara devisa (potensi kehilangan) mencapai US$ 2,8 miliar. Ini baru dampak langsung dari wisatawan Tiongkok,” kata dia. Sedangkan secara keseluruhan, potensi kehilangan devisa diperkirakan mencapai US$ 4 miliar.

Selain sektor pariwisata, Luhut menyebut wabah virus corona telah berdampak pada proyek pembangunan infrastruktur di Tanah air. Pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung terhambat. Salah satu penyebabnya, sebagian besar tenaga ahli yang bekerja dalam proyek tersebut berasal dari Negeri Panda dan belum bisa masuk ke Tanah air.

Sumber : https://katadata.co.id/


  • -

Pajak Pariwisata Dikendorkan, Wishnutama Dorong Hotel Beri Diskon

Jakarta – Pemerintah akan memberikan stimulus berupa sejumlah kemudahan dalam bidang pajak kepada pelaku industri pariwisata yang terdampak kerugian akibat meluasnya wabah Virus Corona. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyatakan, dengan kemudahan pajak itu, pengusaha hotel dan restoran didorong untuk memberikan diskon.

“Dengan insentif ini kita harapkan mereka bisa memberikan hot deals atau semacamnya. Untuk besaran diskon, kami serahkan ke pelaku usaha,” ujar Wishnutama di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Senin petang, 24 Februari 2020.

Menurut Wishnutama, usulan besaran insentif pajak tersebut telah difinalisasi bersama kementerian terkait di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan. Namun, pihaknya saat ini belum bisa menjelaskan lebih detail lantaran bentuk insentif itu baru akan diajukan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada Selasa siang, 25 Februari, untuk disetujui.

Ia hanya menegaskan bahwa stimulus ini bakal dikucurkan kepada pelaku wisata di daerah terdampak virus corona. Selain Bintan, Bali, dan Manado, insentif juga diberikan kepada pelaku usaha pariwisata di Yogyakarta, Malang, Belitung, dan destinasi ramai lainnya.

Lebih lanjut, Wishnutama menegaskan bahwa kemudahan pajak sejatinya tak hanya diberikan kepada hotel dan restoran. Namun juga maskapai penerbangan, agen travel, dan penyedia jasa pariwisata lainnya. “Kami juga akan memberikan insentif untuk wholesale dan sales representative di luar negeri,” tuturnya.

Dampak mewabahnya virus corona diakui telah memukul sektor usaha pariwisata akibat anjloknya jumlah kunjungan turis luar negeri, khususnya dari Cina. Sebab, selama ini Cina merupakan salah satu penyumbang jumlah wisatawan asing alias wisman terbesar di Indonesia.

Pada 2019, total realisasi kunjungan turis Cina mencapai 2 juta dengan total belanja masing-masing turis US$ 1.400 per kunjungan atau Rp 19,6 juta. Adapun devisa yang dihasilkan dari kunjungan wisman Cina selama setahun berkisar US$ 2,8 miliar atau RP 39 triliun.

Wishnutama memungkinkan kementeriannya akan merevisi target perolehan devisa dan kunjungan wisatawan asing alias wisman pada tahun ini setelah industri pariwisata lesu di kuartal I. Sedianya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan jumlah kunjungan wisman sebesar 17,2 juta turis dengan devisa US$ 21 miliar.

Dengan adanya wabah ini, Wishnutama membuka kemungkinan bahwa target akan dikoreksi lebih rendah daripada yang dipatok sebelumnya. Pada tahun lalu, realisasi devisa pariwisata tercatat sebesar US$ 20 miliar.

 

Sumber : https://bisnis.tempo.co/


  • -

Dampak Corona, Kemenparekraf Revisi Target Wisman Turun 13 Persen

 Jakarta – Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya mengatakan dampak virus corona membuat jumlah wisatawan mancanegera atau wisman ke Indonesia menurun. Karena itu, kata dia, pemerintah merevisi target wisman pada tahun ini.

“Untuk wismannya tentu akan ada revisi target, paling tidak akan turun 13 persen, itu minimal,” kata Nia dalam pameran wisata Astindo Travel Fair di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Jumat, 21 Februari 2020.

Dia mengatakan saat ini Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau PPN/Bappenas sedang menghitung ulang soal jumlah itu. Karena, menurut dia revisi itu harus tertuang dalam rencana jangka panjang menengah pemerintah.

“Nanti dikunci 2020 dan 2024 menjadi berapa. Tapi poinnya tetap kami akan lebih mengejar di devisa, tapi ini akan direvisi,” ujarnya.

Adapun Kemenparekraf menargetkan jumlah wisman sebanyak 17,2 juta dengan devisa US$ 21 miliar pada 2020. Data Badan Pusat Statistik atau BPS, jumlah wisman yang datang ke Indonesia di 2019 adalah sebanyak 16,1 juta.

Dia mengatakan Kemenparekraf telah memiliki strategi menghadapi penurunan strategi jumlah wisman saat ini. Menurutnya, pemerintah akan menggalakan atau mendorong pertumbuhan wisatawan domestik. Hal itu, kata dia, supaya menggerakan perekonomian domestik dan membangun citra bahwa Indonesia aman.

Dia juga mengatakan akan menarik wisman dari negara-negara yang tidak melarang warganya berpergian. Sedangkan untuk dalam negeri, pemerintah akan fokus mendorong wilayah yang paling terdampak kunjungan wismannya seperti Bali, Manado dan Batam.

“Ini menjadi fokus kita untuk mendrong lebih lagi. Tapi tidak menutup kemungkinan wilayah lain. Minggu depan akan ada pengumuman dari pemerintah, soal destinasinya mana saja, kemudian apa yang akan dilakukan,” ujar dia.

Selain itu, Nia akan menetapkan strategic partnership yang tepat kepada airlines dan wholesaler. Kata dia, insentif untuk maskapai penerbangan dan wholesaler diumumkan skemanya pada pekan depan.

Sumber : https://bisnis.tempo.co/


  • -

Menhub Sebut Insetif Pariwisata Akan Diputuskan Senin Depan

Pemerintah bakal memutuskan insentif sektor pariwisata Senin (24/2) pekan depan. Insentif tersebut diberikan untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang kini jumlahnya menurun akibat penyebaran virus corona.

Adapun salah satu usulan insentif yang dipertimbangkan berupa potongan harga tiket ke beberapa destinasi wisata yang mengalami penurunan wisatawan. “Ada beberapa hal yang belum selesai, Senin akan kita laporkan ke presiden untuk difinalkan,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (20/2).

Menurutnya, insentif akan diberikan untuk penerbangan dalam negeri dan luar negeri. Namun, dia masih enggan menjelaskan mengenai detail insentif karena masih dikaji kementerian keuangan. “Penurunan harga tiket diputuskan Senin, Menteri Keuangan yang tahu jumlahnya,” kata Budi. Dia menyatakan, pemerintah berupaya membantu sektor wisata yang terdampak, agar kesempatan bekerja sektor tersebut tetap terjaga.  Sebelumnya dikabarkan pemerintah berencana memberikan diskon tiket pesawat dan hotel kepada wisatawan mancanegara maupun domestik. Hal tersebut untuk mendongkrak sektor pariwisata yang sepi setelah mewabahnya virus corona.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan diskon yang diberikan 25 hingga 30 %. Diskon itu akan berlaku untuk sejumlah destinasi, seperti Bali, Kupang, Bintan, Batam, dan Sulawesi Utara.  Meski demikian, dia tak menutup kemungkinan diskon diberikan untuk destinasi lainnya, seperti Yogyakarta, Lombok, dan Labuan Bajo. Selain itu, pemerintah akan memberikan insentif untuk berbagai maskapai, baik BUMN maupun swasta.

Insentif tersebut berupa harga landing fee yang lebih murah. Pemerintah pun akan memberikan harga avtur yang lebih kompetitif. “Banyak sekali komponen untuk menyelamatkan industri pariwisata kita,” kata Wishnutama di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2). Wishnutama sebelumnya mengatakan Indonesia berpotensi kehilangan devisa US$ 4 miliar atau setara Rp 54,8 triliun dalam setahun. Itu lantaran pemerintah menutup penerbangan dari dan ke Tiongkok akibat wabah virus corona.

Nilai tersebut didapatkan dari jumlah wisatawan asal Tiongkok yang mencapai 2 juta orang dalam setahun. Wishnutama menyebut rata-rata pengeluaran per kunjungan atau Average Spending Per Arrival (ASPA) dari wisatawan asal Tiongkok mencapai US$ 1.400. Total kerugian tersebut juga ditambah dampak dari penundaan wisatawan negara lain ke Indonesia karena khawatir tertular virus corona. “Hampir US$ 4 miliar dari (virus corona) Tiongkok saja,” katanya.

Sumber : https://katadata.co.id/


  • -

Wishnutama: Indonesia Masih Aman dari Corona, “Please” Wisata ke Sini

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Wishnutama Kusubandio mempersilakan wisatawan asing untuk datang ke Indonesia. Sebab, kata dia, Indonesia saat ini masih aman dari wabah virus corona. “Kalau di Indonesia kan masih aman. Jadi please (silakan) datang ke Indonesia please wisata ke Indonesia,” kata Wishnutama di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2020) malam. Meski meminta wisatawan datang ke Indonesia, Wishnutama tetap meminta masyarakat waspada terhadap wabah virus tersebut.

Pemerintah juga terus waspada untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. “Tapi kalau wisatawan datang monggo silakan sebanyak-banyaknya dan kita tahu sendiri kan kalau di kita kan aman,” ujar dia.

Sebelumnya, Wishnutama mengatakan, wilayah Bali, Batam, dan Bintan menjadi daerah yang paling banyak terdampak penurunan wisatawan akibat munculnya wabah virus corona di dunia. Menurut dia, penurunan jumlah wisatawan disana cukup signifikan. “Pasti Bali, Sulawesi Utara, Batam, Bintan,” ujar dia.  Menurut Wishnutama, penurunan sangat signifikan mengingat banyak wisatawan China sebelumnya juga cukup banyak. “Belum lagi tren secara umum secara psikologis menurun begitu ya. Jadi kita berusaha meningkatkan,” kata dia.

Sekarang ini, menurut Wishnutama, pihaknya tengah berusaha menaikan wisawatan lokal. Caranya dengan memberikan diskon tiket pesawat dan hotel. “Kita akan buatkan insentif dan lain-lain dan sebagainya. Tapi itu nasih dalam pembahasan lebih detailnya bagaimana,” ucap Wishnutama.

Sumber : https://nasional.kompas.com/


  • -

Jokowi Janji Beri Diskon 30% Buat Turis Asing Wisata ke RI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan memberikan diskon besar-besaran kepada wisawatan mancanegara maupun domestik yang melancong ke sejumlah destinasi wisata Indonesia.

Stimulus tersebut diberikan untuk memberikan dorongan lebih terhadap sektor pariwisata Indonesia yang dalam beberapa bulan terakhir lesu akibat merebaknya virus corona atau yang disebut Covid-19.

“Ini masih kita hitung bersama untuk memberiklan diskon atau insentif bagi wisatawan mancanegara yaitu 30% dari tarif riil,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020).

Meskipun tidak merinci diskon apa yang dimaksud, Jokowi mengatakan, stimulus tersebut akan diberikan untuk sejumlah destinasi wisata di Indonesia. Jajaran menteri pun diberikan waktu 3 bulan untuk mengkaji rencana tersebut.

“Ini kita berikan waktu 3 bulan ke depan untuk destinasi yang akan kita putuskan, destinasi wisata mana,” jelasnya.

Tak hanya wisatawan mancanegara, eks Gubernur DKI Jakarta itu juga akan memberikan stimulus kepada wisatawan domestik untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata sebagai motor pertumbuhan ekonomi.

“Termasuk di dalamnya diskon untuk wisatawan domestik yang bisa kita berikan 30%. Mungkin bisa saja untuk travel biro diskon 50%. Misalnya,” jelasnya.

 

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/