Monthly Archives: April 2020

  • -

Wishnutama Minta Sektor Pariwisata Siapkan Diri Pasca-Corona

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memprediksi wisatawan domestik akan langsung melonjak ketika pandemi virus corona atau Covid-19 berakhir. Kemudian, berangsur-angsur hal ini akan diikuti  pula oleh wisatawan mancenagara. Dengan demikian, potensi baru di sektor ekonomi kreatif juga akan meningkat. “Menyikapi hal ini, para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar bersiap diri menyambut potensi meningkatnya kembali perekonomian di sektor ini,” kata Wishnutama melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Selasa 28 April 2020. Wishnutama juga meminta kepada pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat mempersiapkan diri guna menghadapi situasi new normal pada pasca pandemi nanti. Melihat hasil riset tentang perkembangan Covid-19, kata Wishnutama, pandemi corona ini diperkirakan akan menurun pada awal Juni mendatang. Namun hal itu tak bisa dicapai apabila masyarakat tak disiplin dalam menjalankan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak (physical distancing) serta tak mematuhi larangan mudik. Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meminta pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan realokasi anggaran untuk menangani dampak pandemi virus corona ini, mulai dari sisi kesehatan hingga ekonomi. Menurut Wishnutama, dukungan pemerintah daerah bersama pusat dalam membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi ini amat sangat penting dan strategis. “Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga pariwisata dan ekonomi kreatif justru akan bangkit jauh lebih baik dari sebelumnya. Aamiin YRA,” ucap Wishnutama. Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, pihaknya terus mempersiapkan perubahan tren baru berwisata usai pandemi. “Kami akan menyiapkan destinasi sesuai dengan kondisi new normal. Destinasi itu disiapkan dengan mengedepankan prinsip sustainable tourism, termasuk di dalamnya soal kesehatan, dan keamanan,” kata Giri melalui keterangan tertulis, Sabtu 25 April 2020. Ni Wayan Giri juga menjelaskan, pemerintah membagi tiga tahap dalam penanganan corona, mulai dari masa tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi. Pemerintah juga telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat ini. Sumber : https://bisnis.tempo.co/

  • -

Ngabuburit Pariwisata Nasional

Undangan

Masa Tanggap Darurat COVID untuk dunia Pariwisata diperhatikan namun pentingnya juga _Preparing the Post_ dimana akan muncul PARADIGMA BARU PARIWISATA, Bagaimana prospeknya di Daerah khususnya di Jawa Barat ? DPD GIPI Jabar didukung DPP GIPI dan MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) mengundang NGABUBURIT PARIWISATA NASIONAL. 2020

Senin 27 April 2020 jam 16.00-17.00 WIB Via ZOOM
Daftar di www.bit.ly/NPNGIPI ( Gratis/ Tempat terbatas)

Inget setiap Senin dan Kamis #NPNGIPI #ngabuburitParekraf


  • -

Dear Wishnutama, Pramuwisata Menanti Kepastian Kartu Pra Kerja

Jakarta -Di tengah corona, Kartu Pra Kerja dijanjikan oleh Kemenparekraf untuk membantu pekerja industri. Hingga kini, pramuwisata pun masih menanti kejelasan.

Untuk membantu para pekerja industri pariwisata yang terdampak corona, Kemenparekraf hingga DPR mengeluarkan anggaran darurat berjumlah 1 triliun rupiah. Hal itu menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Pendidikan dan Pariwisata, Dede Yusuf dalam Webinar yang diadakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pada Kamis lalu (9/4).

Diungkapkan olehnya, selama masa pandemi ada beberapa fase yang akan masyarakat lalui. Fase yang pertama, yaitu yang sekarang sedang dialami berupa tanggap darurat.

“Untuk tanggap darurat saat ini realokasi untuk anggaran yang diambil pariwisata adalah 500 miliar untuk memberikan pelatihan-pelatihan pekerja pariwisata untuk masa kosong seperti ini dan mendukung kartu pra kerja dari karyawan PHK atau pekerja honorer yang mendapat uang harian,” kata Dede.

Sementara itu, pada Selasa (7/4) Deputi Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Fajar Utomo, mengatakan bahwa Kemenparekraf menjaring 55 ribu-80 ribu tambahan orang untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja. Ia optimistis bisa segera menambah 120 ribu orang lagi untuk bisa didaftarkan ke dalam Kartu Pra Kerja.

Sekilas, anggaran darurat berjumlah hingga 1 triliun rupiah hingga Kartu Pra Kerja yang dijanjikan pemerintah dan lembaga terkait memang cukup menjanjikan. Hanya bagi kalangan pramuwisata dan tour leader, masih membingungkan.Sementara itu, pada Selasa (7/4) Deputi Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Fajar Utomo, mengatakan bahwa Kemenparekraf menjaring 55 ribu-80 ribu tambahan orang untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja. Ia optimistis bisa segera menambah 120 ribu orang lagi untuk bisa didaftarkan ke dalam Kartu Pra Kerja.

“Kemenparekraf menawarkan Kartu Pra Kerja, tapi kami kan terus terang masih bingung. Apa itu kartu Pra Kerja? Karena apa yang ada di benak teman-teman adalah uang cash BLT, Bantuan Langsung Tunai, tapi itukan kayaknya gak mungkin,” ujar Ketua DPP Himpunan Pramuwisata (HPI) Jakarta, Revalino Tobing atau akrab disapa bang Lino pada detikcom via sambungan telepon, Senin (20/4/2020).

Lino pun mengatakan, kalau pihaknya dan pengurus pusat telah mendaftarkan seluruh pramuwisata dan tour leader yang terdampak virus corona ke Kemenparekraf. Hanya belum ada kejelasan.

“Sementara Kemenparekraf minta pada DPP Pusat, daftar nama anggota lengkap dengan NIKnya penduduk KTP lain-lain. Itu sdah kami kumpulkan hampir 10 ribu orang. Karena anggota seluruh Indonesia hampir 12 ribuan. Sudah kita berikan, tapi gak ada kabar,” ujar Lino.

Hanya diakui Lino, sudah ada perwakilan dari Kemenparekraf yang telah mengontaknya untuk memberi bantuan lewat program yang disebutnya padat karya. Hanya dalam pelaksanaannya, masih sulit bagi para pramuwisata.

“Masalahnya program padat karya kami ini kan pahamnya hanya pariwisata. Kami ini pemandu wisata, teman-teman juga gak semuanya punya bakat yang sama. Tahunya hanya cerita storytelling dan lain-lain. Nah, jadi tawaran atupun kalau ditanya kira-kira program apa untuk padat karya kami masih bingung,” urai Lino.

Dijabarkan Lino, program padat karya itu bervariasi dari pelatihan hingga bidang agrikultur. Hanya dirasa Lino, masih kurang tepat.

“Kecuali kalau pelatihan yang untuk meningkatkan kemampuan sang guide, kami bisa. Tapi itu pun gak semua jadi pengajar, karena dia konsepnya semua jadi pengajar. Kalau semua jadi pengajar siapa yang jadi murid? Kami ditawarkan juga untuk agrowisata, suruh naneem-nanem. Kami di Jakarta mana ada yang punya lahan,” ujar Lino.

Sebagai penyambung keindahan pariwisata Indonesia di garda terdepan, Lino yang mewakili pramuwisata dan para tour leader merasa masih kurang mendapat perhatian dari para pemangku kepentingan. Khususnya di saat sulit seperti ini.

“Sementara yang menunggu ini teman-teman se-Indonesia 12 ribu orang lebih, itu baru guide doang. Karena kami merasakan pariwisata dari segala sektor kan kami penyumbang devisa kedua terbesar di Indonesia dan jumlahnya tak sedikit. Kalau kami mati suri yang hilang uang negara pun jauh lebih banyak lagi,” pungkas Lino.Sebagai penyambung keindahan pariwisata Indonesia di garda terdepan, Lino yang mewakili pramuwisata dan para tour leader merasa masih kurang mendapat perhatian dari para pemangku kepentingan. Khususnya di saat sulit seperti ini.

Pada akhirnya, Lino pun menanti ketegasan dari para pemangku kepentingan di pucuk tertinggi industri pariwisata seperti Kemenparekraf untuk memperhatikan para bawahannya.

“Karena pada intinya pariwisata tergantung pucuk pimpinan kota atau negaranya. Kalau pariwisata ini benar-benar penting, mereka harus ingat kalau indonesia itu kaya sekali seni tradisi budaya, mereka datang ke indonesia mereka perlu guide. Supaya tahu lebih dalam lagi apa yang kita punya,” tutup Lino.

Di masa sulit ini, Lino dengan kapasitasnya sebagai ketua DPD HPI Jakarta pun terus memberi wejangan positif bagi para rekan-rekannya yang masih sama-sama berjuang. Hanya itu saja yang tersisa, entah untuk berapa lama

 

Sumber : https://travel.detik.com/


  • -

Presiden Joko Widodo: Siap-siap Booming Pariwisata 2021

Jakarta – Presiden Joko Widodo memperkirakan sektor pariwisata akan mengalami perkembangan pesat pada 2021 atau setelah pandemi Covid-19 berlalu. Pernyataan itu disampaikan Pesiden Jokowi dalam rapat terbatas melalui konferensi virtual dari Istana Merdeka Jakarta, pada Kamis, 16 April 2020.

“Saya meyakini ini (wabah corona) hanya sampai akhir tahun. Tahun depan akan terjadi booming di bidang pariwisata,” kata Presiden Joko Widodo dalam rapat dengan topik ‘Mitigasi Dampak Covid-19 terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Saat pandemi Covid-19 mereda, Jokowi mengatakan semua orang ingin keluar rumah dan menikmati keindahan.

Seperti diketahui, berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, seperti lock down, karantina wilayah, hingga physical distancing memaksa orang agar lebih banyak tinggal di rumah. Sebab itu, Presiden Joko Widodo berharap para pelaku industri pariwisata tetap optimistis.

Sumber : tempo.co


  • -

Libur Akhir Tahun, Kemenparekraf Ajak Buat Paket Wisata

TEMPO.COJakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak para pelaku industri pariwisata untuk optimistis di tengah pandemi Covid-19, untuk tetap mempersiapkan paket liburan cuti bersama akhir tahun, setelah masa darurat corona berlalu.

Menparekraf Wishnutama Kusubandio mengatakan pihaknya akan mempersiapkan rencana dan langkah, untuk mendukung program yang menggeser cuti bersama Idul Fitri 1441 H ke akhir tahun nanti.
“Perubahan cuti bersama Idul Fitri 2020 ini harus benar-benar diantisipasi masyarakat untuk tidak bepergian atau mudik saat lebaran nanti dan menggantinya pada akhir tahun,” ujarnya. Menurut Wishnutama, fokus pemerintah pada masa tanggap darurat ini adalah penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.
Pergeseran libur bersama ke akhir tahun dilakukan dengan pertimbangan, bahwa pada akhir tahun Pandemi Covid-19 diperkirakan telah tertangani dengan baik. Selain itu, akhir tahun juga merupakan masa liburan sekolah dan memberikan waktu kepada keluarga untuk merencanakan libur akhir tahun.
Hal itu sesuai dengan rencana Kemenparekraf/Baparekraf yang akan mengutamakan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dalam masa pemulihan setelah pandemi Covid-19 dinyatakan selesai oleh pemerintah.
“Saya berharap, bergesernya liburan ke akhir tahun bersamaan dengan berakhirnya pandemi, sehingga dapat membantu industri pariwisata yang terdampak untuk bangkit kembali,” kata Wishnutama.
Perubahan cuti bersama 2020 tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 391/2020, Nomor 02/2020 dan Nomor 02/2020 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri PANRB Nomor 728/2019, Nomor 213/2019, dan Nomor 01/2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.
Ketetapan dalam SKB antara lain menggeser cuti bersama Idul Fitri 1441 H, yang semula ditetapkan 26 – 29 Mei 2020 digeser ke tanggal 28 – 31 Desember 2020. Sementara libur Hari Raya Idul Fitri tetap pada 24-25 Mei 2020, dan tambahan cuti bersama pada hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 Oktober 2020.
Sumber : https://travel.tempo.co/

  • -

Nasib Pegawai Industri Pariwisata: Tak Digaji hingga PHK

Jakarta -Industri pariwisata tengah merana digempur dampak virus corona (COVID-19). Gencarnya gerakan pembatasan aktivitas di luar rumah menyebabkan industri tersebut kehilangan pendapatan. Ditambah lagi mulai hari ini pemerintah sudah melarang arus turis asing ke Indonesia.

Sebut saja biro travel yang sudah merugi hingga Rp 4 triliun. Lalu, sektor perhotelan, sekitar 698 hotel di Indonesia sudah menutup sementara operasionalnya. Hal ini berakibat langsung pada pegawai di kedua sektor tersebut yang merupakan salah satu sumber pemasukan bagi industri pariwisata Indonesia.

Bagaimana nasib pegawai di dua sektor tersebut? Berikut rangkuman detikcom, Kamis (2/4/2020):

1. Karyawan Kontrak di Biro Travel Kena PHK
Sekjen Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline mengatakan, seluruh agen travel sepakat untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada seluruh karyawan kontrak mereka.

“Untuk sementara seluruh kantor agen travel ditutup dulu dan memutuskan (PHK) karyawan kontrak,” ujar Pauline kepada detikcom, Rabu (1/4/2020).

 

2. Karyawan Tetap Biro Travel Dirumahkan, Potong Gaji dan Tak Dapat THR
Pauline menuturkan, para agen travel juga terpaksa melakukan pemotongan gaji pada seluruh karyawan tetap mereka. Pemotongan gaji karyawan itu diberlakukan sementara mengikuti imbauan kerja dari rumah atau work from home (WFH) dari pemerintah di daerah masing-masing.

“Karena kebijakan WFH (work from home/ kerja dari rumah) sehingga kerja dari rumah dan memberlakukan pemotongan gaji untuk semua karyawan. Bulan lalu dipotong selama 1 minggu saja. Bulan ini 2 minggu. Sehingga mereka hanya dibayar 50% plus tidak mendapat uang makan atau transportasi,” paparnya.

Agen travel juga mengaku berat untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para karyawannya. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah dapat kembali melonggarkan kebijakan ketenagakerjaan seperti kebijakan soal PHK dan THR.

“Untuk THR, pengusaha tidak akan sanggup bayar sebab tak ada pemasukan dari Februari sampai April ini, untuk itu kalau bisa dilonggarkan peraturan ketenagakerjaannya atau diberi kebijakan baru terkait situasi darurat ini,” sambungnya.

3. Karyawan Hotel Dirumahkan dan Tak Digaji

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, dengan tutupnya 698 hotel di Indonesia, maka perusahaan terpaksa mencutikan para karyawannya tanpa digaji.

“Jadi perusahaan menerapkan cuti di luar tanggungan perusahaan, unpaid leave, cuti yang tidak dibayarkan. Itu yang terjadi seperti itu karena perusahaan tidak punya dana cash yang cukup,” ungkap Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani kepada detikcom, Rabu (1/4/2020).

4. Badai PHK Mulai Melanda Bisnis Hotel

Sekjen PHRI Maulana Yusran mengungkapkan, PHK sudah mulai terjadi di bisnis perhotelan, contohnya di Jakarta yakni Hotel Aryaduta, dan di Bali.

“Iya betul. Saya nggak tahu detailnya, tapi saya sudah dengar terjadi PHK di sana,” ujar Maulana kepada detikcom, Selasa (31/3/2020).
Bahkan, Maulana memprediksi badai PHK akan terjadi lagi di sektor perhotelan pada bulan ini, April 2020. Di tengah gempuran virus corona (COVID-19) ini perhotelan di Indonesia tak memperoleh pemasukan, namun harus menanggung biaya operasional yang tinggi.

“Kan sudah disampaikan sejak dulu bahwa kekuatan pengusaha itu hanya sampai beberapa bulan. Mungkin nanti April akan terjadi lagi. Situasinya yang membuat sulit dan kita tak terbantu sama sekali, dan operasional cost hotel itu sangat tinggi,” terang Maulana.

 

Sumber : https://finance.detik.com/


  • -

Antisipasi Jatuhnya Bisnis Pariwisata, PATA Bentuk Pusat Krisis

TEMPO.COBangkok – Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA) pada Kamis, 2 Maret 2020 mengumumkan peluncuran Pusat Sumber Daya Krisis PATA dan Pemantau Pemulihan Pariwisata.

Dua program tersebut merupakan platform terpadu yang menyediakan kebijakan terkini, informasi resmi, dan indikator pariwisata dari seluruh dunia. Tujuannya untuk menyediakan repositori terpusat untuk informasi global, yang dapat diandalkan bagi pelaku bisnis pariwisata sesuai kebutuhan mereka.

Pusat Sumber Daya Krisis PATA adalah hasil dari pilot Expert Task Force (ETF) yang dipimpin oleh PATA Immediate Past Chair, Sarah Mathews. ETF bertugas untuk mengumpulkan pengetahuan, menghasilkan dukungan, dan membantu anggota dan pemangku kepentingan industri di seluruh dunia mengakses solusi dan membantu pemerintah dalam memahami tantangan melalui survei dari dampak pariwisata.

Wakil Ketua PATA Segera Hwa Wong juga memimpin ETF untuk mendirikan PATA Tourism Recovery Monitor, yang bertujuan menjadi perencana pariwisata strategis dan membuat keputusan untuk tetap mengikuti perkembangan lingkungan yang cepat berubah. Kedua inisiatif ditempatkan di bawah satu microsite.

“Industri perjalanan dan pariwisata telah melewati berbagai jenis krisis. Namun, pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini merupakan ancaman besar bagi seluruh industri yang berdampak pada mata pencarian ekonomi jutaan orang di seluruh dunia,” ujar Mathews.

Menurut World Travel & Tourism Council (WTTC), hingga 75 juta pekerjaan berisiko langsung secara global, sementara kerugian PDB perjalanan dan pariwisata terhadap ekonomi dunia mencapai US$ 2,1 triliun.

“Oleh karena itu, saya merasa sangat penting bahwa kami mengumpulkan pakar krisis global seperti Damian Cook dari E-Tourism Frontiers, Willem Niemeijer dari YAANA Ventures, dan Greg Klassen dari Twenty31 untuk membantu menciptakan Pusat Sumber Daya Krisis jangka panjang,” imbuhnya.

ETF akan menjadi sumber informasi terpadu untuk organisasi perjalanan dan pariwisata, agar dapat menemukan solusi bagi krisis saat ini, “Kami meluncurkan dengan dua area fokus utama; satu adalah untuk menampung semua upaya di seluruh dunia oleh pemerintah yang memiliki dan menyediakan bantuan dan dukungan bagi para pemangku kepentingan industri mereka di dalam pusat sumber daya,” kata Mathews.

Kedua, menurut Mathews, ETF meminta industri untuk menyelesaikan survei dampak bisnis yang hasilnya untuk memetakan masalah, agar pemerintah dapat memberi dukungan yang lebih besar.

 

Sumber : https://travel.tempo.co/


  • -

Kemenparekraf dan RedDoorz Sediakan Akomodasi Bagi Tenaga Medis

Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan RedDoorz, untuk menyediakan akomodasi bagi tenaga medis dan anggota gugus tugas wabah COVID-19.

Untuk keprluan tersebut, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, mengunjungi RedDoorz Plus Near Plaza Blok M, Jakarta, pada Kamis, 2 April 2020. Ia ingin memastikan kesiapan RedDoorz dalam menerapkan standar kesehatan sesuai standar Kementerian Kesehatan dan WHO.
Sebelumnya Kemenparekraf juga telah bekerja sama dengan Accor Group, dalam menyiapkan akomodasi bagi tenaga medis dan menyerahkan teknis penggunaanya kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Wamenparekraf Angela saat kunjangan ke Reddoorz didampingi Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RSU Fatmawati Gede Ketut Wirakamboja, President Director RedDoorz Mohit Gandas, dan Deputi Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya.
Angela mengatakan, kerja sama ini juga sebagai upaya menjaga kelangsungan industri perhotelan, yang merupakan bagian penting dalam pariwisata nasional.
Dalam kerja sama ini Wamenparekraf kembali menegaskan bahwa alasan terpenting dalam melakukan kerja sama ini, adalah pihak hotel harus menerapkan standarisasi yang sudah ditetapkan. Agar bisa memberikan rasa nyaman dan aman kepada tenaga medis yang menginap dan juga bagi pekerja hotel di dalamnya.
Dalam kerja sama tersebut, RedDoorz menyiapkan 99 kamar hotel untuk 130 orang tenaga medis. Mereka ditempatkan di RedDoorz Plus Near Plaza Blok M dan RedDoorz Blora di Menteng. Kedua hotel tersebut dipilih karena lokasinya dekat dengan rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta yaitu RSU Fatmawati, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Dr. Cipto Mangunkusumo.
Sementara itu, President Director RedDoorz Mohit Gandas mengatakan, dukungan ini sebagai bagian dari program “Red Heroes”, sebuah inisiatif regional terbaru dari RedDoorz. Tujuannya, untuk membantu layanan bagi staf medis dalam memerangi COVID-19.
Selain di Indonesia, RedDoorz juga menggelar program serupa  di Filipina dan Singapura. Dalam program ini RedDoorz akan memasok dan mendistribusikan perlengkapan penunjang kesehatan. Yakni terdiri masker wajah yang bisa dicuci, pembersih tangan berbasis alkohol, minuman berenergi, dan droplet hats.
RedDoorz juga melakukan berbagai langkah untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para pelanggan dan karyawan hotel. Caranya, dengan meningkatkan frekuensi pembersihan dan penyemprotan disinfektan di area-area publik, seperti lobi, lift, ruang serba guna, dan toilet. Hand sanitizer juga disediakan di berbagai area publik di seluruh properti.
Sumber : https://travel.tempo.co/

  • -

Para Tenaga Medis Mulai Manfaatkan Fasilitas Dari Kemenparekraf

Jakarta – Tenaga medis serta tim gugus tugas penanganan Covid-19 dari empat rumah sakit rujukan di Jakarta, mulai memanfaatkan akomodasi dan transportasi yang disiapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf) yang bekerja sama dengan sejumlah stakeholder pariwisata, Rabu (1/4/2020).

Menurut Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kemenparekraf, Ari Juliano Gema, kerja sama dengan berbagai pihak tersebut sudah sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang pemfokusan ulang (refocusing) kegiatan, realokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa untuk percepatan penanganan Covid-19.
Kemenparekraf bersama dengan Accor Group sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan menyediakan 615 kamar yang disesuaikan dengan kebutuhan empat rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta. Dengan jumlah kamar tersebut akan menjadi tempat istirahat 1.100 tenaga medis dengan skema kamar mix twin dan single room.
Meski sudah menerapkan Standard Operational Procedure (SOP) kesehatan yang ditetapkan dalam pelayanannya, pihak hotel mendapatkan pelatihan dan informasi tambahan dari Kementerian Kesehatan terkait SOP kesehatan pencegahan penularan Covid-19.
“Sehingga pihak hotel benar-benar siap, sampai akhirnya tenaga medis dan gugus tugas penanganan Covid-19 dari empat rumah sakit rujukan itu mulai menempati penginapan pada pukul 14.00 siang tadi,” kata Ari.
Rincian tenaga medis tersebut adalah 360 tenaga medis dari RSCM yang menginap di 10 kamar single dan 175 kamar twin di Novotel Cikini. Armada transportasinya disiapkan oleh Panorama Group dengan mengoperasikan empat bus dan satu minivan.
Kemudian 260 tenaga medis dari RSPAD akan beristirahat di 40 kamar single di Hotel Ibis Senen, dan 110 kamar twin yang terbagi dalam 22 kamar di Novotel Cikini, 37 kamar di Mercure Cikini, dan 51 kamar di Ibis Senen. Transportasi para tenaga medis tersebut disiapkan oleh pihak Blue Bird dengan enam bus dan satu minivan.
 
Sebanyak 250 tenaga medis dari RSPI Sulianti Saroso akan diantar jemput menggunakan lima bus dan satu minivan dari Antavaya untuk menginap di Ibis Style Sunter. Dengan ketersediaan kamar sebanyak 50 kamar single dan 91 kamar twin.
Bagi tenaga medis dari RS Persahabatan, terdapat 230 orang yang akan menempati 30 kamar single dan 100 kamar twin di Mercure Cikini. Petugas nantinya juga akan disiapkan transportasi menuju rumah sakit dan hotel dengan lima bus dan satu minivan dari perusahaan White Horse.
Sumber : https://travel.tempo.co/

  • -

Dampak Corona, Sektor Pariwisata di Kabupaten Bandung ‘Lumpuh’

SEKTOR pariwisata di Kabupaten Bandung terdampak bencana nonalam wabah virus corona (Covid-19). Untuk memutus mata rantai penyebaran virus tersebut, para pengelola tempat wisata menutup sementara usahanya. Publik Relation objek wisata Glamping Lake Side dan Pinisi Resto Situ Patengang Kecamatan Rancabali, Marcelinus mengatakan, sejak 17 Maret 2020 lalu pihaknya menutup total tempat wisata tersebut. Aktivitas di tempat tersebut hanya ada sejumlah karyawan yang memang ditugaskan untuk bekerja secara bergiliran.

Mereka hanya melakukan kegiatan pemeliharaan dan membersihkan semua peralatan dan tempat itu. “Karena untuk mencegah atau memutus mata rantai covid-19 ini, kami mengikuti apa yang haruskan oleh pemerintah untuk menutup dulu kegiatan wisata. Selama tutup kegiatan karyawan kami melakukan bersih-bersih dan pemeliharaan saja,” kata Marcelinus saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (31/3/2020). Dikatakan Marcelinus, karena operasional tempat wisata itu kini ditutup, stok bahan makanan yang semula dipersiapkan untuk melayani kebutuhan penunjung, saat ini sudah dibagikan pada semua karyawan.

Jumlah 200 orang karyawan yang sehari-hari bekerja di tempat ini, sekarang dipekerjakan bergiliran per 14 hari. Kegiatan karyawan yang biasanya melayani semua kebutuhan pengunjung kini terfokus pada kegiatan bersih-bersih dan pemeriharaan. “Kami jadi lebih fokus dan detail bersih-bersih yah.

Sampai semua peralatan, bangunan perahu Pinisi Resto dan jembatan kami cuci pakai sabun. Yah walaupun kami kehilangan potensi pendapatan karena menghadapi libur sekolah, puasa dan lebaran, tapi langkah ini harus kami ambil untuk kebaikan dan keselamatan semua orang, karena memang wabah ini harus dihadapi bersama-sama oleh semua pihak. Dan semua pelaku usaha wisata di sini (Rancabali-Ciwidey) kompak tidak ada yang buka,” ujarnya.

Hal senada dikatakan oleh General Manager (GM) objek wisata Kampung Batu Tectona Water Park di Kecamatan Baleendah, Irianus Tanjung. Menurutnya, objek wisata tersebut ditutup total sejak 23 Maret 2020 lalu. Potensi kehilangan pendapatan karena banyak rencana kunjungan wisata yang dibatalkan atau dijadwal ulang, mencapai kurang lebih Rp 500 juta.

Apalagi saat ini akan menghadapi musim libur sekolah, puasa dan lebaran. Kemudian saat libur akhir pekan dan libur tanggal merah. “Aktivitas sehari-hari saat ini hanya ada 15 dari 40 orang karyawan yang bekerja. Mereka tetap masuk karena walaupun operasional tutup, tapi pemeliharaan mesin, kebersihan dan mini zoo kan tetap harus ada yang merawat.

Kerugian lumayan besar, tapi keputusan ini tetap harus kami lakukan untuk kebaikan dan keselamatan bersama,” ungkap Irianus. Selain Kampung Batu Tectona Park, kata Irianus yang juga Dewan Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bandung itu, menyebutkan semua hotel dan restoran di Kabupaten Bandung sama-sama mengalami kerugian. Karena memang semua berhenti beroperasi untuk mencegah penularan virus corona.

“Semua hotel, restoran dan tempat-tempat wisata di Kabupaten Bandung semuanya sama. Sekarang juga PHRI sudah mengajukan beberapa permohonan keringanan pada pemerintah, seperti keringanan pajak dan lainnya. Yah kami berharap musibah ini segera berlalu dan sektor pariwisata di Indonesia bisa segera bangkit,” jelasnya.

 

Sumber : https://www.galamedianews.com/