Monthly Archives: June 2020

  • -

Wisatawan Lokal Diprioritaskan Hidupkan Destinasi Wisata

Sektor pariwisata di Lampung harus terus dioptimalkan agar tetap hidup dan diharapkan pada masa transisi era new normal atau tatanan hidup baru bisa bangkit dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Wisatawan tingkat lokal menjadi prioritas yang mampu menghidupkan destinasi wisata.

 

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim, mengatakan saat ini sebagian  pariwisata di Lampung sudah mulai dibuka dan beberapa masih ditutup karena masih dalam masa transisi. Nunik mengatakan saat ini pemerintah masih memperhitungkan beberapa hal terkait pariwisata di Lampung, misalnya penerapan protokol kesehatan.

“Saat ini dalam masa transisi. Selain mendorong masyarakat agar sektor pariwisata dapat kembali normal, kami juga menyiapkan protokol kesehatan,” katanya, Senin, 29 Juni 2020.

Dia menambahkan kesehatan dan keselamatan masyarakat harus diperhatikan. Oleh sebab itu, pendampingan penuh akan dilakukan bagi wisatawan bila sektor pariwisata kembali dibuka sepenuhnya.

“Kesehatan masyarakat juga harus diperhatikan. Kita baru saja menuju normal baru jadi semua harus terus berhati-hati jangan lengah protokol kesehatan penting diterapkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung, Edarwan, mengatakan standard operating procedure (SOP) kesehatan harus dijalankan. Pihaknya juga melakukan monitoring dan edukasi terkait pariwisata.

“Paling tidak wisatawan lokal saja dulu yang jadi sasaran yang kita akomodasi. Kalau wisatawan luar kan agak susah karena kalau ia mau masuk ke Lampung banyak prosedur yang dipakai dan butuh waktu,” katanya.

Dia mengatakan yang menjadi tantangan adalah menghidupkan kembali destinasi wisata yang ada. Pengelola wisata juga harus kreatif bila ingin terus eksis. Apabila tempat pariwisata tidak membuat terobosan, bisa saja akan ditinggalkan wisatawan dan tergerus perubahan.

Sumber : https://www.lampost.co/


  • -

Jokowi Apresiasi Banyuwangi, Ini Cara Azwar Anas Benahi Wisata

Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk kembali membangkitkan sektor pariwisata di masa new normal. Presiden Jokowi datang ke Banyuwangi pada Kamis, 25 Juni 2020.

Presiden Jokowi merasakan bagaimana pengelola tempat wisata menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. “Saya melihat secara langsung persiapa prakondisi Banyuwangi menuju new normal. Banyuwangi adalah daerah yang saya lihat paling siap,” kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo berkunjung ke pantai dan Vila So Long, Hotel Dialoog, dan Pasar Pelayanan Publik Rogojampi. Jokowi memilih Banyuwangi untuk memulai prakondisi new normal pariwisata karena bukan wilayah zona merah.

Dia berharap daerah lain dapat mencontoh bagaimana Banyuwangi mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat, terutaam di bidang pariwisata.

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama saat mengunjungi lokasi wisata dengan konsep “one stop tourism” di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis 25 Juni 2020. Presiden Jokowi mengecek persiapan pariwisata berkonsep “one stop turism” sebagai langkah penerapan tatanan normal baru. Foto: Muchlis Jr – Biro Pers Sekretariat Presiden

Mengenai kesiapan menyambut new normal pariwisata, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan ada berbagai hal yang dilakukan oleh pemerintah beserta seluruh pemangku usaha pariwisata di daerahnya. “Kami terus membenahi skenario new normal pariwisata dengan norma-normabaru, mulai dari sertifikasi protokol kesehatan hingga penggunaan teknologi atau aplikasi,” kata dia.

Wisatawan yang hendak berkunjung ke destinasi wisata di Banyuwangi mesti mendaftarkan diri dan membeli tiket melalui aplikasi atau daring. Tujuannya, pengelola wisata dapat mempertimbangkan kapasitas pengunjung sesuai dengan batas yang diizinkan demi menerapkan physical distancing atau menjaga jarak aman antar-individu.

Bagi pengelola destinasi wisata yang mampu menjalankan protokol kesehatan standar dapat mengikuti uji kompetensi demi mendapatkan sertifikasi dari pemerintah. Protokol kesehatan standar yang dimaksud antara lain memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun atau cairan pembersih tangan, menjaga kebersihan lingkungan, seleksi ketat pengunjung berdasarkan kondisi kesehatan, serta penggunaan teknologi aplikasi tadi sekaligus meminimalisir kontak fisik.

Pemerintah juga melakukan uji kompetensi dan sertifikasi terhadap kepada para pemandu wisata dengan melibatkan ahli kesehatan. Mereka dilatih untuk menerapkan protokol kesehatan dan ditambah kemampuan menyampaikan pentingnya mencegah penyebaran virus corona.

Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi wisata dengan konsep “one stop tourism” di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis 25 Juni 2020. Presiden Jokowi mengecek persiapan pariwisata berkonsep “one stop turism” sebagai langkah penerapan tatanan normal baru. Foto: Muchlis Jr – Biro Pers Sekretariat Presiden

Dalam promosi wisata, Azwar Anas berpesan, penting untuk menyampaikan apa-apa saja langkah yang sudah dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan wisatawan. “Jualan kita bukan lagi sekadar harga murah dan suguhan wisata yang indah, namun juga harus memenuhi protokol kesehatan dan keamanan,” katanya.

Pemerintah Banyuwangi turut melibatkan masyarakat setempat untuk mendukung sektor pariwisata dengan cara mengizinkan mereka mengelola penginapan bertaraf bintang tiga ke bawah, seperti rumah singgah atau homestay. Adapun usaha hotel bintang tiga ke atas dapat dilakukan oleh investor.

Azwar Anas mengatakan, setiap hari ada tim yang berkeliling untuk melakukan verifikasi dan pengecekan ke sejumlah tempat yang biasa disinggahi wisatawan, seperti hotel, homestay, kafe, restoran, objek wisata, sampai warung-warung. Tim itu mengecek bagaimana penerapan protokol kesehatan dan dapat melakukan sertifikasi apakah tempat tersebut sudah mematuhi protokol Covid-19 atau belum.

“Objek wisata yang sudah oke bisa mendapatkan sertifikat dan ditempelkan di lokasi serta ditampilkan di aplikasi supaya mudah dicari wisatawan,” kata Abdullah Azwar Anas. Tapi setelah mengantongi sertifikat, pengelola tempat wisata jangan senang dulu kemudian coba-coba mengendurkan penerapan protokol kesehatan. “Penerapan protokol kesehatan ini dievaluasi berkala. Jika sampai melanggar, maka sertifikatnya dicabut.”

Sumber : https://travel.tempo.co/


  • -

Menteri LHK Siti Nurbaya: Secara Bertahap, Ada 29 Kawasan Pariwisata Konservasi Dibuka Di Tengah Pandemi COVID-19

“Telah tercatat 29 Taman Nasional dan Taman Wisata Alam yang secara bertahap sudah dapat dibuka dari proyeksi waktu saat ini sampai kira-kira pertengahan Juli,” jelas Menteri LHK Siti Nurbaya, dalam keterangan resminya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) mengumumkan ada sebanyak 29 kawasan pariwisata konservasi yang dapat dibuka secara bertahap pada masa pandemi COVID-19. Pembukaan kembali kawasan wisata tersebut sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, dalam upaya pemulihan ekonomi dan kesehatan secara paralel, dari lintas kementerian dan Gugus Tugas Nasional.

Menurut Menteri LHK Siti Nurbaya, penentuan 29 lokasi tersebut berdasarkan hasil kerja lapangan KLHK bersama pemerintah daerah melalui Unit Pelaksana Teknis Kerja Kementerian, dengan memperhatikan kondisi tingkat kerawanan COVID-19.

 

Adapun sebanyak 29 kawasan pariwisata konservasi tersebut berada di beberapa wilayah provinsi seperti, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Bali.

Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan bahwa langkah-langkah dari rencana pembukaan kembali kawasan wisata konservasi tersebut harus memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

“Bahwa apa yang paling penting dari persiapan (pembukaan kawasan wisata konservasi) ini adalah langkah-langkah protokoler COVID-19. Dan itu mutlak dilakukan,” jelas Menteri Siti.

Hal itu kemudian menjadi syarat mutlak, sebagaimana yang telah diatur melalui Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/382 tahun 2020 mengenai Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Selanjutnya, Menteri Siti Nurbaya akan segera memberikan arahan kepada seluruh jajaran KLHK yang sudah dapat mendukung dibukanya kembali kawasan wisata konservasi sesuai protokol COVID-19, untuk melaksanakan, dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat secara luas.

“Mudah-mudahan ini memberi kebaikan bagi daerah dan bagi kita semua,” pungkasnya.

Sumber : http://infokabinet.id/


  • -

Jokowi Puji Persiapan New Normal Pariwisata Banyuwangi: Paling Siap

Sebelum mengakhiri rangkaian kunjungan kerjanya di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Presiden Jokowi sempat mengunjungi Villa So Long dan Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/6) sore.

Kedatangannya ke lokasi tersebut dalam rangka meninjau persiapan prakondisi pariwisata menuju adaptasi kebiasaan baru atau new normal.
Jokowi di Banyuwangi-New Normal
Presiden Joko Widodo memakai masker dan pelindung wajah berbincang dengan Menparekraf Wishnutama di Pantai So Long Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden-Muchlis Jr
Menurut Jokowi, Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang paling serius membenahi sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19. Sehingga bisa kembali bergerak dan memastikan keamanan serta keselamatan para pengunjungnya.
“Saya melihat secara langsung persiapan prakondisi Banyuwangi dalam rangka menyiapkan menuju tatanan baru di sektor pariwisata,” kata Jokowi berdasarkan keterangan yang diterima kumparan dari Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis malam (25/6).
Jokowi di Banyuwangi-New Normal
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo saat meninjau Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden-Muchlis Jr
Pemkab Banyuwangi dianggap tidak main-main dalam mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di sektor pariwisata. Sejumlah upaya dilakukan untuk menjalankan hal itu, seperti menerapkan teknologi yang dapat mengatur kapasitas destinasi wisata.
Wisatawan yang akan mengunjungi satu destinasi tertentu diharuskan memesan tiket secara online. Apabila kapasitas destinasi tersebut telah mencapai batas kunjungan sesuai protokol jaga jarak, maka sistem tiket tersebut secara otomatis akan langsung berhenti.
Jokowi di Banyuwangi-New Normal
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo saat meninjau Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden-Muchlis Jr
Pemerintah setempat juga melakukan sertifikasi dan uji kompetensi protokol kesehatan bagi para pemandu wisata dengan melibatkan para ahli kesehatan. Para pemandu juga akan dilatih secara khusus mengenai protokol kesehatan.
Saya melihat di lapangan, Banyuwangi adalah daerah yang paling siap menyiapkan prakondisi menuju normal baru,” kata Jokowi.
Dalam kunjungan tersebut, Jokowi tampak memakai masker dan pelindung wajah serta mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasuki area Villa So Long. Di sana dia mendengarkan paparan dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengenai persiapan prakondisi sektor pariwisata setempat.
Jokowi di Banyuwangi-New Normal
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan saat meninjau Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden-Muchlis Jr
Selain itu, sektor pariwisata di Banyuwangi juga melibatkan dan memberi porsi kepada masyarakat setempat untuk turut bergerak mendukung sektor pariwisata.
Di Kabupaten Banyuwangi, misalnya, hotel-hotel bertaraf bintang tiga ke bawah, seperti rumah singgah atau homestay merupakan pasar warga setempat sehingga perizinannya hanya diperuntukkan bagi rakyat kecil.
“Hotel-hotel misalnya bintang tiga ke bawah semuanya diberikan pada rakyat, yang bintang empat lima dan seterusnya diberikan kepada investor,” ujar Jokowi.
Jokowi di Banyuwangi-New Normal
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan penjelasan kepada Presiden Joko Widodo saat meninjau Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden-Muchlis Jr
Jokowi lantas mendukung penuh apa yang dilakukan Pemkab Banyuwangi dalam menggerakkan sektor pariwisatanya, utamanya dalam prakondisi menuju adaptasi kebiasaan baru.
“Kita mendukung penuh apa yang dilakukan Pak Bupati dan Gubernur dalam menyiapkan prakondisi menuju tatanan normal baru sehingga nantinya saat timing yang tepat dibuka kembali, masyarakat terutama sektor pariwisatanya betul-betul sudah siap,” jelasnya.
Jokowi di Banyuwangi-New Normal
Presiden Joko Widodo (kanan) memakai masker dan pelindung wajah meninjau Pantai So Long di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden-Muchlis Jr
Saat meninjau Pantai So Long, Jokowi ditemani Menkopolhukam Mahfud MD, Menkes Terawan Agus Putranto, Menparekraf Wishnutama Kusubandio, Seskab Pramono Anung dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Sumber : https://kumparan.com/

  • -

Surati Sri Mulyani, Wishnutama Minta Anggaran Rp 8 T untuk 2021

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengusulkan anggaran Rp 8 triliun untuk RAPBN 2021. Usulan itu dilayangkan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 5 Juni 2020 melalui surat bernomor B/KU.00/50/M-K-2020.

“Justifikasi kami karena sektor pariwisata sangat terdampak pandemi Covid-19 dan seperti arahan Presiden, pemerintah akan membangkitkan sektor ini di 2021,” tutur Wishnutama dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Selasa, 22 Juni 2020.

Wishnutama melanjutkan, Kementerian juga memerlukan anggaran lebih untuk meningkatkan daya saing destinasi dalam merespons kebiasaan baru. Apalagi, Indonesia harus berkompetisi dengan negara-negara lain yang cukup agresif.

Usulan tersebut hampir dua kali lipat dari pagu indikatif yang diberikan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Berdasarkan asumsi 2020, Kemenparekraf semestinya hanya memperoleh pagu sebesar Rp 4,1 triliun atau 51,4 persen dari besarnya usulan.

Adapun berdasarkan paparannya, Wishnutama mengatakan tambahan tersebut akan difokuskan untuk pelaksanaan program pengembangan kepariwisataan dan ekonomi kreatif serta pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi.
Untuk pemasaran, misalnya, Wishnutama menyebut Kementeriannya memerlukan anggaran hingga Rp 1,8 triliun atau naik 35,8 persen dari pagu indikatifnya yang hanya sebesar Rp 653 miliar.

Sementara itu untuk biaya penyelenggaraan kegiatan dan produk wisata, ia mengatakan Kementerian memerlukan dana Rp 1,99 triliun. Angka itu melampaui pagu indikatif yang dipatok Rp 703,7 miliar.

 

Sumber : https://bisnis.tempo.co/


  • -

Bisnis Hotel Utamakan Teknologi Atau Protokol Kesehatan?

Jakarta – Ketika pandemi virus corona (Covid-19) membuat pariwisata lesu, sehingga industri perhotelan pun sepi. Beberapa hotel ada yang menggunakan teknologi robot untuk mengurangi kontak langsung di antara para tamu.

Misalnya, layanan robot yang memberikan cairan pembersih tangan untuk para tamu Sofitel Sydney Darling Harbour di Australia. Di Cina, industri perhotelan menggunakan robot bernama Xiaohuasheng. Layanan bernama Droid itu menyediakan robot untuk mengantar makanan ke depan pintu kamar.

Sedangkan di Indonesia, industri perhotelan mengutamakan protokol kesehatan terkait tata cara pencegahan virus corona. Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menjelaskan, tak berfokus terkait penggunaan teknologi seperti itu di Indonesia.

“Secara keseluruhan penggunaan teknologi dalam operasional itu berubah banyak, saya rasa enggak,” katanya dalam siaran daring, Rabu, 17 Juni 2020.

Sementara Chief Operating Officer Artotel Group Eduard Rudolf Pangkerego memandang teknologi menjadi dua peran. “Ada yang memudahkan sistem atau menggantikan orang,” katanya.

Eduard mencontohkan, untuk memaksimalkan peran teknologi, hanya yang berhubungan tanpa sentuhan dan kontak langsung, misalnya untuk urusan pembayaran.

“Ini ada banyak payment gateaway (gerbang pembayaran) yang kami akan dukung,” ujarnya. Eduard setuju bila teknologi bisa membantu untuk mengurangi kontak langsung dengan banyak orang.

Misalnya, ia mencontohkan, ketika tamu mendaftar (check-in). Para tamu, kata dia, akan menerima kunci kamar yang sudah melalui sterilisasi dengan sinar ultraviolet. “Teknologi ya untuk hal-hal yang akan mendukung sistem kami,” katanya.

Kemudian, mengenai kebutuhan bersantap dalam layanan makanan dan minuman (food and beverage). Menurut dia, teknologi yang dibutuhkan agar tamu tidak lagi menggunakan buku menu untuk meminimalkan sentuhan.

“Orang tinggal scan QR Code keluar menu mereka bisa pesan dari situ,” ucapnya.

 

Sumber : https://travel.tempo.co/


  • -

Ini Kata Wishnutama Soal Pembukaan Wisata Alam di Era New Normal

Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, Wishnutama, bersama Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya menyebut rencana pembukaan sektor pariwisata akan diprioritaskan pada wisata alam dengan resiko penularan rendah.

Menurut Menpar Wishnutama juga menyebutkan pembukaan secara bertahap diharapkan dapat kembali menggerakan perekonomian Indonesia.

Menpar juga menyebut kesiapan sejumlah daerah wisata seperti Bali dan Banyuwangi sudah baik sehingga bisa menjadi contoh agar wisata di era normal baru bisa diberlakukan.

Persiapan juga akan diprioritaskan terkait protokol kesehatan di masa pandemi serta menyambut new normal.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya menyebutkan tercatat 29 taman nasional dan wisata alam sudah dapat dibuka.

Sumber : https://www.kompas.tv/


  • -

Besok Objek Wisata Istana Siak di Riau Buka

Jakarta – Objek Wisata Istana Siak Assereyah Hasyimiah atau Istana Matahari Timur di Riau, kembali menerima kunjungan wisatawan mulai besok, Senin 22 Juni 2020. Seperti destinasi wisata lainnya, pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pejabat Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Siak, Jamaluddin mengatakan sebelum dibuka untuk wisatawan, pengelola telah melakukan sosialisasi pelaksanaan tatanan new normal. “Supaya jangan ada kasus baru setelah objek wisata ini dibuka,” kata Jamaluddin di Siak, Sabtu 20 Juni 2020.

Protokol kesehatan yang harus ditaati oleh pengunjung antara lain memakai masker. Pengujung harus mengenakan masker mulai dari membeli karcis. Saat masuk ke pagar Istana Siak, petugas akan mengarahkan wisatawan untuk mencuci tangan.

Pengunjung memperhatikan patung diorama yang dipakaikan replika pakaian adat kesultanan Istana Siak Sri Inderapura ketika mengisi libur alhir tahun di Kabupaten Siak, Riau, Minggu 30 Desember 2018. Kini istana ini menjadi salah satu objek wisata yang kerap dikunjungi wisatawan apabila berkunjung ke Provinsi Riau. ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Wisatawan tak bisa langsung masuk ke dalam istana yang merupakan peninggalan pemerintahan Sultan Syarif Hasyim dan dibangun pada 1889, itu. Pengunjung harus mengantre menunggu giliran untuk masuk di tenda yang telah disediakan. Jika sudah waktunya masuk, wisatawan punya waktu 20 sampai 30 menit untuk menikmati suasana di dalam Istana Siak.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia atau PAEI Cabang Riau, Wildan Asfan Hasibuan mengatakan hingga kini belum ada obat dan vaksin Covid-19. Meski begitu, dia melanjutkan, masyarakat tetap dapat menjalani aktivitas dengan aman dan sehat asalkan menaati protokol kesehatan yang telah ditentukan.

“Yang penting tetap disiplin dan ada pengawasan kepada masyarakat,” ucapnya. Kabupaten Siak, menurut Wildan, sudah siap menerapkan tatanan new normal agar tetap produktif dan aman dari Covid-19.

Sumber : https://travel.tempo.co/


  • -

Destinasi Wisata Jakarta Dibuka, Ini Catatan Pelaku Usaha

JAKARTA – Mulai dibukanya destinasi wisata dan rekreasi di DKI Jakarta kala masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi disambut positif oleh pelaku usaha. Meski demikian, penerapan protokol kesehatan perlu menjadi perhatian agar motif aktivasi perekonomian dapat tercapai.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi mengatakan industri pariwisata harus berkaca pada temuan kasus Covid-19 yang menyertai operasional pasar tradisional dan modern. Untuk itu, sanksi tegas disertai tes massal pada pengunjung perlu dilakukan untuk menghindari penyebaran wabah yang lebih luas.

“Di Jakarta mungkin penerapannya sudah sesuai protokol, tapi bagaimana dengan para warga Jakarta yang berkunjung ke Bogor namun di destinasi tersebut protokol kesehatan tidak dijalankan dengan disiplin?” ujarnya saat dihubungi, Minggu (21/6/2020).

Didien tak memungkiri jika pembukaan tempat wisata dan rekreasi di DKI Jakarta bakal berimbas pada roda perekonomian. Meski tak pulih 100 persen, dia mengatakan pembukaan ini membuat usaha kecil yang menyertai operasional tempat wisata dapat kembali menarik napas.

“Di Jakarta sudah bagus dan mulai menggeliat, namun kami masih prihatin dengan kasus Covid-19 di Jakarta yang masih tinggi. Oleh karena itu, pengetesan dan sanksi perlu ditegakkan untuk menjamin protokol dijalankan,” lanjutnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia, memastikan kesiapan pihaknya dalam menjalankan tatanan kesehatan pada PSBB transisi. Pembukaan secara bertahap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif disebutnya diiringi dengan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan yang ketat.

 

“Salah satunya adalah pemberlakuan kapasitas di masing-masing tempat wisata sebanyak 50 persen atau setengah dari kapasitas maksimal,” kata Cucu Kurnia dalam saat sesi diskusi “Sosialisasi Kenormalan Baru di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” pada Sabtu (20/6/2020).

Dia mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun protokol kenormalan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Menurut dia, masing-masing industri memiliki pendekatan yang berbeda dalam penerapan protokol kenormalan baru.

Sumber : https://ekonomi.bisnis.com/


  • -

Wishnutama Sosialisasikan New Normal untuk Pembukaan Wisata di Jakarta

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyambut positif sosialisasi pariwisata virtual untuk menyambut pembukaan pintu wisata secara bertahan yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini dimaksudkan menjadi sarana informasi bagi masyarakat terkait kenormalan baru.

“Pandemi Covid-19 yabg terjadi di seluruh dunia menyadarkan kita akan pentingnya penerapan kedisiplinan dalam aspek kebersihan, kesehatan, dan keselamatan yang membuat kita harus siap menghadapi normal baru,” kata Wishnutama, Ahad, 21 Juni 2020.

Sosialisasi kenormalan baru atau new normal berlangsung pada 20-21 Juni 2020. Berbagai mitra yang mengambil peran dalam sosialisasi kali ini terdiri atas berbagai unsur, yakni meliputi Mall Grand Indonesia, Bank BRI, dan PT Telekomunikasi Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, mengatakan, saat ini pihaknya sedang membuka secara bertahap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi DKI Jakarta. Pembukaan dilakukan dengan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, dan keamanan yang ketat.

“Salah satunya adalah pemberlakuan kapasitas di masing-masing tempat wisata sebanyak 50 persen atau setengah dari kapasitas maksimal,” kata Cucu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah menyusun protokol kenormalan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dengan melibatkan stakeholders. Musababnya, masing-masing industri memiliki pendekatan yang berbeda dalam penerapan protokol kenormalan baru.

Ia berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik warga Jakarta. Namun, dia mengingatkan supaya tidak perlu ada euforia. “Saat ini tinggal komitmen dari industri itu untuk menjalankan protokol dengan disiplin. Termasuk pengunjung untuk sama-sama menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.

Departemen Head Corporate Communication Taman Impian Jaya Ancol Rika Lestari mengatakan saat ini manajemen telah kembali membuka kawasan wisata. Namun, berdasarkan ketentuan dari Pemprov DKI Jakarta, dalam pelaksanaannya petugas memantau protokol. Salah satunya terkait aturan jaga jarak fisik.

“Kapasitas yang kami buka masih 50 persen dan animo pengunjung saat ini sudah cukup baik,” kata Rika.

Di tahap pertama, manajemen Ancol mewajibkan pengunjung untuk membeli tiket dan reservasi masuk kawasan Ancol secara online. Pengunjung pun akan dicek suhu tubuh dengan suhu tubuhnya dan dipastikan mengenakan masker. Sementara itu, anak di bawah usia 5 tahun belum diizinkan untuk berkunjung.

Adapun General Manager Marketing Communication and Operations PT Grand Indonesia Kantoro Permadi mengatakan pihaknya sudah memastikan penerapan protokol kenormalan baru dengan menekankan keterlibatan tiga pihak. Ia juga menekankan telah memastikan pengadaan fasilitas pendukung untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19.

“Pihak tenant, sebagai pihak kedua, harus dapat menjalankan semua protokol yang ditetapkan pihak pengelola dengan baik. Kami telah menyiapkan buku panduan bagi tenant,” kata dia.

Sementara itu Vice President of Sales, Marketing, Distributions, and Loyalty Accor Hotels untuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura, Adi Satria mengungkapkan, pihaknya siap mendukung program pemerintah dengan menyiapkan protokol kenormalan baru dalam program yang mereka beri nama ALLSAFE. Program ini diterapkan secara global di jaringan Accor seluruh dunia.

“Dalam penerapannya kami melakukan melalui audit secara internal dan eksternal agar lebih konsisten dan bertanggung jawab,” tuturnya.

 

Sumber : https://bisnis.tempo.co/