Monthly Archives: July 2020

  • -

Bali Dibuka Kembali Untuk Turis Lokal Sebentar Lagi, Bagaimana Persiapannya?

Akhir pekan ini, perhatian pariwisata Indonesia akan ditujukan ke salah satu destinasi utama berlibur, yakni Pulau Bali yang akan dibuka kembali untuk turis dalam negeri, meski angka penularan COVID-19 masih meningkat.

Bali Dibuka Lagi Untuk Turis

  • Pulau Bali dibuka lagi untuk turis lokal Indonesia mulai 31 Juli
  • Semua tempat penginapan menjalani verfikasi sesuai protokol untuk mencegah COVID-19
  • Pembukaan Bali untuk turis mancanegara rencananya akan dilakukan 11 September

Beberapa kalangan yang dihubungi oleh ABC Indonesia di Bali menyatakan rasa optimisme mereka dengan persiapan yang sudah dilakukan, demi menggerakan kembali sektor wisata yang sangat terpukul dalam beberapa bulan terakhir.

Bila pembukaan untuk kedatangan turis berjalan baik, turis mancanegara juga akan bisa kembali Bali pada 11 September mendatang, walau masih terbatas.

“Persiapan yang kita lakukan sudah matang. Kita sudah dan terus melakukan verifikasi terhadap tempat-tempat penginapan menurut kriteria yang sudah ditetapkan,” kata I Gusti Rai Suryawijaya, Ketua PHRI Kabupaten Badung.

Wilayah Kabupaten Badung di Bali merupakan wilayah yang mencakup lokasi seperti Kuta, yang banyak menawarkan tempat penginapan dan hiburan bagi turis.

Verifikasi terhadap tempat penginapan merupakan salah satu hal utama yang dilakukan di Bali untuk memberikan rasa aman bagi turis yang hendak berkunjung.

Pembukaan Bali bagi turis dalam negeri bersamaan dengan musim liburan di Indonesia yang berlangsung bulan Juli dan Agustus.

“Saya optimisme dengan pembukaan Bali untuk turis,” kata I Gusti Rai.

“Sejauh ini saya melihat kesadaran masyarakat Bali yang tinggi dalam usaha memutus rantai COVID-19.

Selain itu, Gusti Rai Suryawijaya mengatakan peran masyarakat adat di Bali juga sangat penting dalam memperkecil penyebaran virus tersebut di Bali.

Dengan angka penularan virus corona yang masih tinggi dan sudah menembus 100,000 pada awal pekan kemarin, pembukaan kembali Bali sebagai destinasi wisata memiliki risiko kemungkinan adanya penyebaran baru di sana.

I Gusti Rai mengatakan tentu mereka tidak ingin melihat ada klaster-klaster baru setelah dikunjungi turis lokal dan menurutnya pemerintah mulai dari tingkat provinsi hingga desa telah bekerja serius untuk mencegahnya.

“Kita melibatkan 1.493 desa adat untuk memonitor perkembangan di wilayah masing-masing, karena semua properti wisata itu ada di wilayah desa-desa itu sendiri,” jelas I Gusti Rai.

Sumber : https://www.tempo.co/


  • -

Bali Buka, Menteri Wishnutama: Pariwisata Adalah Bisnis Kepercayaan

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengingatkan agar pelaku pariwisata mengedepankan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan kepada wisatawan. Wishnutama menyampaikan hal tersebut menyambut pembukaan wisata Bali untuk turis lokal pada Jumat, 31 Juli 2020.

“Pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Karena itu para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali harus dapat menjalankan protokol kesehatan sehingga mampu membangun rasa percaya wisatawan akan rasa aman saat berkunjung ke Bali,” kata Wishnutama dalam keterangan tertulis, Selasa 28 Juli 2020.

Pemerintah Provinsi Bali membuka kembali aktivitas wisata secara bertahap di masa new normal pandemi Covid-19. Pada 9 Juli 2020, pemerintah Bali telah membuka tahapan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat secara bertahap dan terbatas.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama berbincang dengan petugas saat meninjau Rumah Sakit BIMC Siloam, Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa, 16 Juni 2020. ANTARA/Fikri Yusuf

Wishnutama menjelaskan pemerintah telah menerapkan berbagai program bantuan bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Di antaranya bantuan sosial, relaksasi pajak, dana talangan usaha melalui Himbara senilai Rp10 miliar, sampai diskon penerbangan dan paket wisata.

“Kami bersama kementerian dan lembaga lainnya berupaya memberikan berbagai bantuan tambahan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wishnutama Kusubandio. “Saya percaya dalam setiap krisis selalu ada peluang untuk bangkit kembali.”

Sumber : https://travel.tempo.co/

 


  • -

Potensi Wisata Bakauheni Harbour City di Mata Wishnutama

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio, punya harapan terkait pembangunan kawasan pariwisata baru di tepi laut Bakauheni, Lampung. Dia berkeinginan agar kawasan pariwisata terintegrasi ini bisa menjadi destinasi wisata baru di tepi laut favorit wisatawan.

Harapan itu diungkapkan Wishnutama saat meninjau perencanaan pembangunan kawasan pariwisata yang memiliki luas 200 hektare tersebut. Kawasan pariwisata ini memiliki konsep Bakauheni Harbour City, yang di mana area pembangunannya terletak sebelum gerbang masuk Tol Bakauheni Selatan.

“Ini diharapkan bisa menjadi destinasi tepi laut yang penuh dengan semangat dan energi baru yang berdampak positif dari berbagai aspek bagi masyarakat Indonesia,” kata Wishutama.

Menparekraf yang juga sebagai Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini menilai potensi yang ada di Bakauheni sangat besar dan penting untuk segera dikembangkan. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, tapi juga akan menyerap tenaga kerja sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Ada tempat yang bagus seperti ini, dekat dari Jakarta. Kita bisa kembangkan dengan lebih baik dari destinasi yang ada di luar negeri karena kita memiliki sumber daya alam dan budaya yang tinggi sehingga bisa menjadi keunikan tersendiri,” jelas Wishnutama.

Untuk itu, ia pun mendorong agar pengembangan kawasan bisa dilakukan secara bertahap. Terlebih ke depan Pemerintah akan mendorong pergerakan wisatawan nusantara dalam masa adaptasi kebiasaan baru.

“Pengembangannya tidak perlu menunggu sampai 2024, kita bisa mulai dulu dari apa yang kita bisa lakukan secara cepat. Kita bisa tarik investasi hotel dulu ke sini, lalu kita promosikan dengan baik sehingga akhirnya bisa menarik investasi lain dengan cepat,” terang Wishnutama.

Pembangunan kawasan ini akan dilakukan bersama oleh ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) (ITDC), Hutama Karya, dan Pemerintah Provinsi Lampung. Dalam tinjauan tersebut, dihadiri pula Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, dan Gubernur Provinsi Lampung Arinal Djunaidi.

Arinal mengatakan, dengan dibangunnya kawasan terintegrasi pariwisata di Lampung Selatan diharapkan dapat menjadikan Bakauheni sebagai destinasi alternatif. Khususnya bagi warga ibukota maupun sejumlah provinsi di Sumatera juga wisatawan lokal untuk berwisata.

Lampung dikatakannya memiliki deretan potensi pariwisata indah dan menarik lainnya. Seperti Anak Gunung Krakatau, Pulau Kiluan, dan Pulau Pahawang.

“Inilah yang coba kita bangun bersama dan ditargetkan semua selesai di tahun 2024 dan tentunya dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN. Terkait perizinan, kemudahan, dan hal pendukung lainnya tanggung jawab kami untuk segera diselesaikan,” kata Arinal Djunaidi.

Sumber : https://www.medcom.id/


  • -

Wishnutama: Kita Bisa Atasi Pandemi Asal Tak Ada Ego Sektoral

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menceritakan obrolannya di helikopter saat perjalanan bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi soal penanganan pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Wishnutama dalam sambutan saat peluncuran aplikasi baru pemesanan tiket kapal feri berbasis online milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang disiarkan secara virtual, Sabtu, 25 Juli 2020.

Wishnutama mengatakan, dalam penanganan pandemi semua lembaga dan Kementerian harus bersinergi agar masalah ini bisa terselesaikan dengan baik. “Kita bisa mengatasi pandemi Covid-19 dengan baik asal kita tak berpikir ego sektoral. Kita tak berpikir di bidang kita masing-masing,” kata Wishnutama seraya menirukan omongan Erick di helikopter,  Sabtu, 25 Juli 2020.

Selain tak berpikir ego sektoral, Wishnutama mengatakan, semua pihak, seperti lembaga dan Kementerian harus bisa kerja sama dalam menghadapi pandemi ini. Terlebih, kata dia, di dunia ini tak ada yang tau pasti kapan penyebaran virus Corona ini akan berakhir.

Oleh karena itu, Wishnutama menegaskan semua pihak harus bisa bekerja sama. “Agar kita dapat melalui pandemi dengan baik.”

Sementara itu, Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono juga meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Ia meminta masyarakat tak terlena dengan uji klinis yang dilakukan terhadap kandidat vaksin Covid-19 dari perusahaan cina, Sinovac. “Tetap lakukan yang sudah terbukti bermanfaat, yaitu jaga jarak, pakai masker,” kata dia saat dihubungi, Rabu, 22 Juli 2020.

Pandu mengatakan pemerintah juga harus terus mempromosikan penerapan protokol kesehatan tersebut. Selain itu, pemerintah juga harus terus meningkatkan kapasitas tes dan penelusuran orang yang terduga terinfeksi. “Jangan ini terdistraksi, seakan nanti dananya habis untuk uji vaksin yang vaksinnya bukan milik kita,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah tengah mengembangkan vaksin yang dilakukan oleh Bio Farma dengan Sinovac Biotech. Pengembangan vaksin akan memasuki fase uji klinis pada awal Agustus mendatang. Uji klinis ini merupakan tindak lanjut atas datangnya 2.400 dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke Indonesia.

Sumber : https://bisnis.tempo.co/


  • -

DPP MASATA Umumkan Pengurus DPD/DPC Gelombang Pertama Yang Lolos Seleksi

Menindaklanjuti proses penerimaan Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Masyarakat Sadar Wisata (MASATA), dengan ini kami umumkan nama-nama yang dinyatakan LOLOS menjadi pengurus adalah sebagai berikut:

1. Adit Pradita Yusuf
Kepala Bidang Organisasi dan Hubungan antar Cabang
DPD DKI Jakarta

2. Huans Sholehan S.I.Kom
Kepala Bidang Pemberdayaan Komunitas Pariwisata dan UMKM
DPD DKI Jakarta

3. Arifanti Murniawati
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan
DPD DKI Jakarta

4. Jeffrey Rantung, MBA.,CHA
Ketua Wilayah
DPD DKI Jakarta

5. Indra Diwangkara
Sekretaris Wilayah
DPD DKI Jakarta

6. A. Aziz Zurrachim, SE
Kepala Bidang Pelestarian Budaya dan Pariwisata Berkelanjutan
DPD DKI Jakarta

7. Richard Ch. S. Parantean, SE., M.Si.
Kepala Bidang Usaha dan Dana
DPD DKI Jakarta

8. Dr. Ir. Jody Max Mawara, M.Si
Kepala Bidang Pemberdayaan Komunitas Pariwisata dan UMKM
DPD Sulawesi Utara

9. Leonardus Bobby Suryo Kusumo, S. H.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan
DPD Jawa Barat

10. Friedman Carlyo Manalu, S.Tr.Par, M.Par
Sekretaris Wilayah
DPD Jawa Barat

11. Christian Harazaki Mendrofa, S.M.
Bendahara Wilayah
DPD Jawa Barat

12. Taufiq hidayat, S. Sos., M.M
Kepala Bidang Organisasi dan Hubungan antar Cabang
DPD Jawa Barat

13. Vyana Lohjiwa, S. Par., M.P.Par
Kepala Bidang Pemberdayaan Komunitas Pariwisata dan UMKM
DPD Jawa Barat

14. Dr. Humam Santosa Utomo, S.Sos, M.AB
Kepala Bidang Pemberdayaan Komunitas Pariwisata dan UMKM
DPD D.I.Yogyakarta

15. Ahmad Arif Zulfikar, S.H., M.H CPCLE., CPM., CCPrM
Sekretaris Wilayah
DPD Jambi

16. Ramansyah Hidayat, A.M.d.Par, SE., MM
Kepala Bidang Pemberdayaan Komunitas Pariwisata dan UMKM
DPD Jawa Timur

17. A.Faidlal Rahman,SE.Par., M.Sc
Sekretaris Wilayah
DPD Jawa Timur

18. Ahmad Fadli
Ketua Wilayah
DPD Riau

19. Rahmi Damayanti PRIS, Amd
Sekretaris Wilayah
DPD Riau

20. Aslam Jumain, S.T.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan
DPD Sulawesi Selatan

21. Eliyah Acantha M S
Wakil Ketua II Bidang Program Kerja
DPD Sulawesi Selatan

22. Dr. (Can) I Made Ramia Adnyana, SE, MM, CHA
Ketua Wilayah
DPD Bali

23. Ketut Swabawa, CHA
Sekretaris Wilayah
DPD Bali

24. Hendry Prianto
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan
DPD Bali

25. Ariantho Arruan, S. Pd
Sekretaris Wilayah
DPD Kalimantan Timur

26. Aulia Fitri, S.Kom, MM
Sekretaris Wilayah
DPD Aceh

27. Aulia Munizar, S.Pd
Kepala Bidang Pemberdayaan Komunitas Pariwisata dan UMKM
DPD Aceh

28. JR. Martin M Siagian
Ketua Wilayah
DPD Sumatera Utara

29. Hendra Gunawan Kaban
Sekretaris Wilayah
DPD Sumatera Utara

30. Aries Purnama
Ketua Wilayah
DPD Sumatera Barat

31. Githa Anathasia, S.Kom
Wakil Ketua II Bidang Program Kerja
DPD Papua Barat

32. Buana Fauzi Februari, SE.,SH.,MM.,CPS
Koordinator Tim Pendukung Organisasi
DPD Kepulauan Riau

33. Manik Pramanik Nurman, S.IP
Ketua Cabang
DPC Kabupaten Lebak

34. Yogan Daru Prabowo, S.P.W.K.
Koordinator Tim Pendukung Organisasi
DPC Kabupaten Lebak

35. I Wayan Suparyanta
Sekretaris Cabang
DPC Kota Denpasar

36. Dt. Marhanani Tri Astuti
Koordinator Tim Pendukung Organisasi
DPC Kabupaten Bogor

37. Andi Martono
Wakil Ketua Cabang
DPC Kota Tegal

38. Sarman Samara
Ketua Cabang
DPC Kabupaten Wakatobi

39. Yuliska Labawo.S.S..,M.Par
Koordinator Tim Pendukung Organisasi
DPC Kabupaten Luwuk Banggai

40. Setra Kusumardana
Ketua Cabang
DPC Kabupaten Ketapang

41. Solikin S Sos
Ketua Cabang
DPC Kota Depok

42. Nunung Sulistiyanto
Kepala Bidang Pemberdayaan Komunitas Pariwisata dan UMKM
DPC Kota Batam

43. Syadza Adilah Malsuf
Bendahara Cabang
DPC Kabupaten Bulukumba

44. Brikken Linde Bonting, SH
Ketua Cabang
DPC Kabupaten Toraja Utara

45. Meydelin Isani Thoban S.Si
Sekretaris Cabang
DPC Kabupaten Tana Toraja

46. Ridwan,S.Hut
Ketua Cabang
DPC Kabupaten Sijunjung

47. Rahmad Jogi Yudhatama
Ketua Cabang
DPC Kabupaten Tapanuli Utara

48. Ari Nurizki Saputra S. Sos
Kepala Bidang Pemberdayaan Komunitas Pariwisata dan UMKM
DPC Kota Bandung

49. Edi Jaya Saputra, SSTP, M.Si
Kepala Bidang Pemberdayaan Komunitas Pariwisata dan UMKM
DPC Kabupaten Liwa

50. Dr. Nila Krisnawati, SE.MM
Ketua Cabang
DPC Kota Tangerang Selatan

51. A. Cakra Gunar Putra, S.Pi
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan
DPC Kepulauan Selayar

52. Rihard Pardosi, SE
Kepala Bidang Pemberdayaan Komunitas Pariwisata dan UMKM
DPC Kabupaten Samosir

53. Mangku Kandia
Ketua Cabang
DPC Kabupaten Gianyar

54. I Nengah budiarta
Kepala Bidang Usaha dan Dana
DPC Kabupaten Gianyar

55. Indrawanto Paningaran S.Si
Ketua Cabang
DPC Kabupaten Luwu timur

56. Yenni Sri Utami, M.Si
Sekretaris Cabang
DPC Kabupaten Bantul

Selanjutnya akan diberikan surat mandat atau surat tugas yang akan dikirimkan melalui email. Pengurus yang terpilih WAJIB untuk mengikuti Pra Bimbingan yang akan dilaksanakan pada hari Selasa, 28 Juli atau Rabu, 29 Juli 2020. Pra Bimbingan akan dimulai pukul 17.00-18.00 WIB melalui zoom (Meeting ID dan Password akan diinfokan selanjutnya).

Bagi Bapak/Ibu yang namanya belum ada dalam surat pengumuman, itu berarti bahwa Bapak/Ibu masuk dalam struktur Dewan Pengurus Pusat (DPP MASATA) atau masuk dalam Pertimbangan Gelombang Kedua.


  • -

Wishnutama Minta Sri Mulyani Bebaskan Pajak Usaha Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (MenparekrafWishnutama Kusubandio mengusulkan pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 sepenuhnya atau 100 persen bagi pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Tujuannya, meringankan beban pelaku sektor parekraf akibat pandemi Covid-19.

Usulan tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Saat ini, bendahara negara baru memberikan diskon sebesar 30 persen untuk PPh Pasal 25 untuk orang pribadi (OP) dan badan kepada 18 sektor termasuk pariwisata.

“PPh 25 ini kami sedang usulkan kembali Bu Menkeu (Sri Mulyani) agar bukan hanya 30 persen tapi kalau bisa 100 persen, tapi ini masih dalam proses,” ujarnya, Rabu (22/7).

Untuk diketahui, PPh Pasal 25 ditujukan kepada Wajib Pajak (WP) baik OP maupun badan yang melakukan suatu kegiatan usaha berupa angsuran PPh tiap bulannya.

Pemerintah telah memberikan sejumlah insentif pajak lainnya, yakni pembebasan PPh Pasal 21 atau pajak atas gaji pekerja. Dari sektor jasa keuangan, kata dia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah memberikan pelonggaran kredit kepada debitur sektor pariwisata baik dari perbankan maupun perusahaan pembiayaan (multifinance).

“Total sudah terjadi sampai hari ini Rp142 triliun untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Lalu, juga restrukturisasi multifinance Rp3,1 triliun untuk sektor parekraf,” imbuhnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, ia menuturkan pihaknya juga tengah mengupayakan pemberian insentif lainnya. Salah satunya diskon tiket kerja sama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan bank-bank Himbara untuk penerbangan ke destinasi wisata.

“Saya sudah koordinasi dengan Himbara agar membuat paket diskon ke destinasi wisata. Ada beberapa yang masih diupayakan yaitu insentif bantuan listrik, Bantuan langsung Tunai (BLT) kepada karyawan sektor pariwisata, dan PPh 25 agar dibebaskan tapi ini masih dalam proses,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mengatakan akan memberikan tambahan belanja untuk kementerian atau lembaga (K/L) sektoral sebesar Rp30,1 triliun. Dana tersebut akan digelontorkan untuk tiga pos yakni pariwisata, perumahan, dan permintaan agregat (aggregate demand).

Pos terbesar akan dialokasikan untuk permintaan agregat sebesar Rp25 triliun. Sedangkan, sektor pariwisata mendapatkan jatah sebesar Rp3,8 triliun. Dana digunakan untuk diskon tiket pesawat serta insentif pajak hotel dan restoran.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/


  • -

Ganjar Pranowo Tutup Wisata Telomoyo, Viral Negeri di Atas Awan

Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan tutup destinasi wisata puncak Telomoyo yang terletak di Desa Ngablak, Kabupaten Magelang. Perintah itu menyusul viralnya Telomoyo di media sosial sehingga membuat jumlah pengunjung ke objek wisata itu melonjak dan dikhawatirkan terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Kalau mau buka harus izin dulu agar semua bisa dikontrol dengan baik, khususnya protokol kesehatan,” kata Ganjar Pranowo di Semarang, Senin 20 Juli 2020. Mengenai destinasi wisata puncak Telomoyo, Ganjar mengetahui dari laporan masyarakat dan media sosial.

Menurut dia, lonjakan kunjungan ke objek wisata itu terjadi karena ada pengunjung yang mengunggah video saat berada di sana. Video berjudul ‘Negeri di Atas Awan’ itu menjadi viral dan membuat warganet yang melihatnya, tertarik untuk datang. Ganjar Pranowo mengatakan telah menghubungi pengelola objek wisata puncak Telomoyo untuk menutup tempat wisata alam tersebut guna mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19.

Ganjar Pranowo mengatakan kejadian seperti ini tak boleh terulang. Meski begitu, dia memaklumi saat ini banyak orang ingin berwisata untuk menghilangkan penat setelah lebih dari tiga bulan di rumah karena wabah corona. “Istilahnya mereka kurang piknik. Maka saat melihat apa yang beredar di media sosial langsung menarik dan orang ingin datang,” katanya.

Pengelola setiap destinasi wisata, Ganjar Pranowo melanjutkan, harus mengontrol jumlah pengunjung saat kembali buka. Sesuaikan kapasitas dan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Tidak boleh datang ‘mak byuk’ (berbondong-bondong). Semua harus diatur,” ucapnya.

Gunung Telomoyo berada di ketinggian 1.894 meter dari permukaan laut. Dari gunung ini, wisatawan dapat menyaksikan Gunung Merbabu, Gunung Andong, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Ungaran. Area Gunung Telomoyo mencakup dua kabupaten, yakni Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang. Tak perlu susah-susah mendaki Gunung Telomoyo, wisatawan bisa menepi untuk menikmati pemandangan dari tempat wisata atau warung yang ada di sepajang jalan.

Sumber : https://travel.tempo.co/


  • -

Menteri Wishnutama Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Jualan Sesuatu yang Baru dan Unik

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Wishnutama Kusubandio mendorong para pelaku ekonomi kreatif membuat produk yang baru, unik, dan menarik.Wishnutama menekankan pentingnya bagaimana inovasi dan kreativitas di tengah kondisi krisis Covid-19.

“Dalam produknya itu harus tidak sama dengan yang lain, itu yang menjadi pembeda. Kalau yang ditawarkan hal yang sama akhirnya apa yang terjadi menjual semurah-murahnya dan mengambil untuk sedikit. Potensi itu kita encourage,” katanya saat seminar online yang digelar Kominfo RI di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

 

Wishnutama menyampaikan setelah produk yang dijual berbeda kemudian aspek kemasan juga harus memiliki daya tarik sehingga barang tersebut jadi punya value.”Ini sebagai salah satu langkah meningkatkan kecintaan terhadap produk lokal di masyarakat. Ke depan produk yang ditawarkan harus bisa mempengaruhi lifestyle, ada experience yang ditawarkan untuk konsumen,” kata Menparekraf Wishnutama.

 

Mantan bos televisi swasta itu berharap pendekatan produk dengan konsumen bisa menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap produk lokal.”Dengan begitu akan menolong pertumbuhan ekonomi di masa pandemi,” kata Wishnutama.

Lebih lanjut, Menparekraf juga mendorong pelaku ekonomi kreatif memanfaatkan layanan digital supaya produknya terjangkau lebih luas oleh pasar.Wishnutama mengaku telah mengkurasi setidaknya 500 pelaku ekonomi kreatif yang kegiatan usahanya sudah dikenalkan (onboarding) secara digital.Menurutnya, hal ini semakin membuka lebih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.

“Akibat pandemi ini, akselerasi digital sangat cepat dan lebih cepat dari biasanya. Saya percaya pelaku ekraf dan UMKM Indonesia bisa berinovasi dan memanfaatkan peluang yang ada saat ini,” kata Wishnutama.
Sumber : https://www.tribunnews.com/


  • -

Pulau Bintan Siap Menyambut Wisatawan di Era New Normal

Jakarta – Pemerintah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, siap menyambut wisatawan yang datang ke Pulau Bintan.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan pada prinsipnya seluruh pintu masuk ke Bintan sudah siap menyambut wisatawan sekaligus menerapkan protokol kesehatan. “Kasus Covid-19 di Kepulauan Riau sudah di angka nol atau tidak ada lagi,” kata Apri Sujadi dalami diskusi virtual bersama BNPB di Jakarta, Minggu 19 Juli 2020.

Salah satu Pantai Trikora di Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. (shutterstock.com)

Pada kesempatan yang sama, General Manager Group Bintan Resort, Abdul Wahab mengatakan dampak pandemi membuat sektor pariwisata terpukul. Pada Januari 2020 sebelum pandemi Covid-19 terjadi, sebanyak 9.000 wisatawan datang ke Bintan. Namun saat wabah terjadi, hanya tinggal puluhan orang saja yang datang.

Saat ini, Abdul Wahab mengatakan, Pulau Bintan sudah siap menerima wisatawan dengan persyaratan kesehatan yang ketat. “Tak hanya wisatawan, setiap hari kami mengecek kondisi para pegawai untuk memastikan mereka dalam keadaan sehat,” kata dia.

Sumber : https://travel.tempo.co/


  • -

Ini Penjelasan Wisata ke Yogyakarta Jadi Lebih Mahal Versi ASITA

Jakarta – Asosiasi Biro Perjalanan atau ASITA Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mempersiapkan sejumlah paket wisata, untuk mengawali kebangkitan wisata pada masa normal baru.

Paket wisata yang disiapkan pertama lebih menyasar wisatawan lokal atau domestik. Belum untuk wisatawan mancanegara karena masa pandemi Covid-19 belum berakhir. Lantas seperti apa paket wisata yang dipersiapkan itu dan berapa rentang harganya?

“Sebenarnya dari sisi harga, tarif paket wisata itu sama. Hanya saja faktor pembaginya yang berbeda karena memasukkan unsur protokol kesehatan yang juga harus diperhitungkan,” ujar Ketua ASITA DIY, Udhi Sudhiyanto, Kamis, 16 Juli 2020.

Udhi menjelaskan pelaku biro perjalanan di masa pandemi ini menyiapkan paket wisata sesuai tren dan regulasi yang berlaku. Yang mengutamakan unsur kenyamanan, kesehatan dan keselamatan.

Misalnya saja untuk biaya sewa mobil saat trip dilakukan. Jika sebelum pandemi satu mobil bisa mengangkut rombongan wisatawan berjumlah maksimal 10 orang. Namun hal itu tak bisa diberlakukan lagi, karena ada aturan physical distancing sehingga sewa mobil harus dua unit dan membuat ongkos membengkak.

Pemerintah DIY juga belum mengizinkan adanya rombongan wisatawan yang datang menggunakan armada besar seperti bus pariwisata. Belum diketahui sampai kapan aturan ini berlaku, sehingga mau tak mau biro perjalanan mematuhinya.

Tak hanya soal mobil, Udhi menyebut, ongkos paket wisata bisa membengkak karena wisatawan yang dilayani bukan dalam grup besar lagi pada era normal baru. Melainkan small grup atau family yang lebih privat.

“Soal destinasi juga mempengaruhi perubahan (perkiraan biaya) itu karena tren wisata ke depan lebih disukai yang sifatnya outdoor, bukan indoor,” ujarnya.

Sumber : https://travel.tempo.co/