Monthly Archives: September 2020

  • -

Webinar Masata Babel Urai Potensi Wisata Desa, Banyak Keindahan Yang Belum Diurus

Indahnya alam Bangka Belitung ini tak perlu diragukan lagi.

Hampir seluruh titik pada kedua pulau ini merupakan anugerah terindah yang harus kita syukuri.

Tidak saja laut dan pantainya indah, melainkan bukit, sungai, mangrove, dan hutan yang ada di Bangka Belitung ini adalah karya keindahan Sang Pencipta, Allah SWT.

Bahkan kolong bekas pertambangan timah juga menjadi alternatif keindahan yang dimiliki Bangka Belitung saat ini.

“Makanya kita masyarakat Bangka Belitung harus bersiap-siap menjaga dan mengelolah keindahan ini untuk kemaslahatan bersama. Jangan sampai setelah rusak keindahannya barulah kita terkejut dan mau perduli,” ujar Melati Erzaldi, sebelum membuka Webinar tentang pariwisata yang digagas oleh Masata Babel, Jumat (25/9/2020) siang.

Menurut istri dari orang nomor satu di Provinsi Babel ini, kesadaran masyarakat Babel terhadap destinasi wisata perlu ditumbuhkan lagi.

Pasalnya, masih banyak diantara kita mengabaikan potensi keindahan yang dimiliki alam Bangka Belitung.

Misalnya, masih banyak diantara kita merusak berbagai potensi wisata tersebut, dengan perilaku sengaja maupun tidak disengaja.

“Contohnya, saya pernah mengunjungi objek wisata yang betul-betul bagus. Meski jauh dari perkampungan, tetapi rasanya terbayar semua keletihan saat kita sampai di lokasi ini. Tetapi, keindahan ini ternoda karena begitu banyaknya sampah yang dibuang sembarangan di lokasi itu,” ungkap Melati Erzaldi.

Berbicara pariwisata, kata Melati, berarti kita sedang berbicara masa depan.

Pandemi covid-19 yang masih melanda ini telah merontokkan seluruh sendi kehidupan umat manusia.

Tidak saja kesehatan yang terganggu, sektor ekonomi, sosial dan budaya juga terkena dampaknya.

“Pariwisata diyakini oleh banyak ahli akan menjadi penyelamat kehidupan umat manusia pasca pandemi nanti. Karena itu, kita harus bersiap-siap mengelolah pariwisata ini, agar roda ekonomi bisa bangkit kembali,” tukas Melati.

Karena itu, Melati, sangat mendukung kehadiran organisasi Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Bangka Belitung yang baru terbentuk dua bulan terakhir.

Kehadiran Masata ini… 

Menurut Melati, kehadiran Masata Babel ini bisa menjadi tambahan suplemen bagi pertumbuhan pariwisata di Bangka Belitung ke depan.

Ia meminta Pengurus Masata Babel hingga tingkat Kabupaten dan Kota bisa bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentinnya tumbuh kembang sektor pariwisata.

“Masata akan menjadi salah satu garda bagi edukasi pariwisata kepada masyarakat kita. Semoga kehadiran Masata ini, bisa membantu mempercepat pertumbuhan pariwisata Babel. Jika ini bisa segera kita wujudkan, maka dampak terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan akan segera kita rasakan bersama,” tukas Melati, yang juga Ketua Dekranasda Provinsi Bangka Belitung ini.

Webinar pariwisata yang dilaksanakan Masata Babel pada Jumat (25/9/2020) ini adalah yang pertama.

Webinar yang mengusung tema Peluang dan Tantangan Desa Wisata di Tengah Pandemi, Dalam Tinjauan Sosial, Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat tersebut merupakan program kerja tahun 2020 Masata Babel.

Melalui Webinar ini, Masata Babel ingin memperkenalkan kehadiran Masata di Babel, dan juga mensosialisasikan visi dan misi serta program kerja Masata Babel tahun 2020 ini.

Webinar diikuti sekitar 50 peserta, yang terdiri dari praktisi, pengurus desa, pengelolah wisata desa dan para masyarakat pencinta wisata.

Kegiatan ini dilaksanakan, Jumat (25/9/2020), mulai pukul 13.30 – 16.10 WIB.

Narasumber Webinar antara lain Ketua Umum DPP Masata Panca R Sarungu, yang menguraikan materi tentang Peran Masata Membangkitkan Pariwisata di Masa Pandemi Covid-19.

Narasumber kedua adalah Yulizar Adnan, Kepala Dinas PMD Provinsi Babel, yang diwakilkan oleh Kepala Satker P3MD Kemendesa PDTI Provinsi Kepulauan Babel, yang mengusung materi Kebijakan Dana Desa untuk Desa Wisata.

Sementara itu Dr Devi Valeriani, Peneliti Pariwisata mengusung materi Peningkatan Ekonomi Kerakyatan dari Desa Wisata.

Sedang narasumber keempat menampilkan Iswandi, Pengelolah Desa Wisata Kreatif Terong Kabupaten Belitung. Iswandi menyampaikan Strategi Pengelolaan Wisata Desa Terong.

Sebagai Moderator Dato Sardi dan Host Panji Risky Wardhana. Webinar ini juga diikuti para Anggota Masata Babel dan para Calon Ketua Masata Kabupaten/Kota se Babel.

Ketua Masata Babel menyampaikan..

Ketua  Masata Babel Syawaludin menyampaikan terimakasih atas dukungan dan saran dari Melati Erzaldi terhadap Masata Babel.

Syawal mengakui bahwa kehadiran Masata Babel memang akan bersinergi dengan semua stakeholder pariwisata.

Tujuannya agar cita-cita Provinsi Babel untuk segera mentransformasi dari sektor tambang ke pariwisata bisa segera terwujud.

Sehingga dalam waktu yang tidak lama, sektor Pariwisata bisa menjadi sektor utama penunjang perekonomian Bangka Belitung.

“Kita sangat mengapresiasi saran dan dukungan dari Ibu Melati. Beliau juga kita minta sebagai Pembina Masata Babel. Dalam melaksanakan program-program Masata Babel, kita memang akan bersinergi dengan semua stakeholder pariwisata hingga ke tingkat desa. Kita tahu betul bahwa masih banyak keindahan di Babel ini yang belum diurus,” ungkap Syawaludin.

Karena itu, kata Syawal, dalam waktu dekat ini Masata Babel akan merampungkan kepengurusan tingkat Kabupaten/Kota, sembari melakukan edukasi kepada masyarakat tentang segala hal yang berkaitan pariwisata.

“Kita akan terus mengajak masyarakat Babel untuk mulai mencintai pariwisata. Tujuannya, agar terjalin sinergi yang konfrehensif antara pelaku, pengusaha, akademisi, regulator, dan masyarakat pencinta wisata. Semoga usaha dan upaya kita untuk menumbuhkan kesadaran wisata, bisa mewarmai pertumbuhan sektor pariwisata Bangka Belitung,” ujarnya. (BBR)
Laporan; @hada

Sumber : https://babelreview.co.id/


  • -

Bantu Perajin Daur Ulang, PHRI dan Masata Gowa Buka Tenant Khusus

Category : Berita Masata

Bantu Pengrajin Daur Ulang, PHRI dan Masata Gowa Buka Tenant Khusus

GOWA, UJUNGJARI.COM — Pengrajin di Kabupaten Gowa cukup banyak, sayangnya mereka terkendala pemasaran. Tak heran jika banyak pengrajin produknya hanya musiman alias tidak konsekwen meningkatkan kuantitas terlebih kualitas.

Kendala ini dirasakan hampir seluruh pengrajin di Gowa khususnya yang ada di kota wisata Malino, Kecamatan Tinggimoncong. Kondisi inipun terbaca oleh Muhammad Khadir, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gowa sekaligus Ketua Masata (Masyarakat Sadar Wisata) Gowa yang kemudian mencari solusinya.

” Banyak pengrajin khususnya kerajinan tangan kerap mandek usaha lantaran terbentur pasar. Karena itu saya coba tawarkan konsep bagi para pengrajin untuk menumbuhkan semangat mereka yang selama ini mengeluhkan tidak adanya pasar untuk produk mereka. Saya yakin jika sudah ada pasar maka pastinya akan memunculkan pengrajin-pengrajin baru. Secara tidak langsung pula beban lingkungan juga sedikit terangkat dengan adanya ini sebab bahan baku kerajinan mereka adalah sampah yang didaur-ulang,” kata Khadir yang menggagas konsep pasar bagi pengrajin dengan menggandeng komunitas Peduli Gowa ini.

Kepada ujungjari.com, Selasa (22/9/2020) malam,  Khadir mengatakan, konsep yang ditawarkan adalah melakukan tehnik promosi sekaligus penjualan hasil kerajinan daur ulang dengan cara berkolaborasi dengan tempat-tempat wisata.

” Untuk awal akan kita buka satu kios atau stand (tenant) di Malino Food City ini khusus untuk dataran tinggi dan untuk di dataran rendah kita buka tenant di sekretariat Peduli Gowa yang berada dalam lokasi Pasar Induk Minasa Maupa. Sementara ini kami coba kolaborasikan dengan beberapa tempat wisata di Gowa dengan cara setiap pembelian tiket di lokasi wisata akan mendapatkan produk kerajinan daur ulang dari para pengrajin kita,” kata Khadir via WhatsApp-nya.

Kerajinan daur ulang yang saat ini dihasilkan para pengrajin adalah berupa tas, dompet dan gantungan kunci. Kesemua kerajinan tangan ini dibuat dari sampah plastik atau daur ulang.

“Jadi kami PHRI dan Masata Gowa menggandeng komunitas Peduli Gowa untuk promosi daur ulang hasil kerajinan tangan para pengrajin tersebut. Semua ini kami lakukan karena tergerak hati untuk membantu para pengrajin semata yang ada di Gowa khususnya di Malino sebagai lokasi wisata,” jelas Khadir. (sar)

Sumber : https://www.ujungjari.com/


  • -

  • -

World Cleanup Day Kembali Digelar

Tanah Laut–Di tengah hantaman pandemi, kondisi bumi yang membaik dikarenakan polusi lingkungan yang menurun drastis harus dibarengi dengan perilaku manusianya, termasuk kenormalan baru adalah kesadaran dalam mengelola dan meminimalkan sampah.

World Cleanup Day, satu gerakan trans nasional dan internasional yang diinisiasi oleh World Cleanup Organization, lembaga non government yang konsern dalam edukasi dan aksi bersih sampah terbesar di dunia, yang di Indonesia bersama Indorelawan dan ribuan organisasi partisipan lainnya terus berupaya melakukan aksi lingkungan mengurangi rekor Indonesia sebagai negara penghasil sampah nomor 2 terbesar di dunia.

Kegiatan serentak dilaksanakan di seluruh dunia pada tanggal 19 September 2020 ini melibatkan 13 juta relawan dari seluruh Indonesia.

Tahun ini, Cyber Adventure Indonesia selaku lead operation World Cleanup Day di Tanah Laut sejak 2018 kembali melaksanakan gelaran WCD dengan menggandeng beberapa instansi dan organisasi kemasyarakatan yang ada di Tanah Laut dengan melakukan aksi di Gunung Birah Desa Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan.

Cyber Adventure Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Laut dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DPRKPLH) dan dukungan Kesatuan Pengelola Hutan Tanah Laut Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, DPC Masyarakat Sadar Wisata Tanah Laut dan KTH Gunung Birah Panyipatan secara bersama mempersiapkan dan melaksanakan aksi lingkungan berupa pembuatan seribu biopori untuk Gunung Birah, edukasi persampahan organik dan non-organik, penyediaan bak sampah terpisah, edukasi CHSE di tempat wisata(Cleanliness, Healthy, Safety and Environment Suistanable), pembuatan bak tampung sampah sementara dan pembagian masker.

Adi Rahmani dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Tanah Laut dalam keterangannya menyatakan apresiasi dan terimakasih atas kerjasama yang terbangun dalam pelaksanaan kegiatan World Cleanup Day 2020, terlebih di tahun ini kegiatan WCD diinisiasi langsung oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Pelaksanaan WCD 2020, mengangkat tema ‘Bersatu Untuk Indonesia Bersih’, dengan tema ini diharapkan kita dapat menerapkan kebiasaan hidup baru yang jauh dari sampah” Tambah Aneba Eka Prasetya, selaku Head Project Officer Cyber Adventure Indonesia.

Gunung Birah yang merupakan lokasi wisata alam dengan pemandangan eksotis khas pegunungan dengan pemandangan laut Tanjung Dewa serta Pulau Datu yang nampak dari puncak gunung menjadi sasaran kegiatan WCD dengan berbagai pertimbangan salah satunya adalah tidak adanya fasilitas bak tampung sampah. “Semoga dengan dilengkapinya fasilitas persampahan di area Gunung Birah pengunjung dapat teredukasi dalam hal persampahan dan lebih nyaman dalam berwisata” Jelas H. Arros, ketua KTH dan pengelola Gunung Birah.

 

Penulis : Yamadipati

Editor: Abe

Sumber : https://kalseltoday.co.id/


  • -

Masata Sijunjung Siap Mendukung Wisata Berkelanjutan

SIJUNJUNG — Masata ( Masyarakat Sadar Wisata ) merupakan organisasi sosial yang terdiri dari pelaku, pemerhati dan pencinta pariwisata Indonesia yang berkompeten dalam mendukung pariwisata berkelanjutan, dan sudah tersebar di 19 DPD Provinsi dan 60 DPC Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Pengurus dan anggota DPC Masata Sijunjung siap berkolaborasi dan menjadi mitra Pemda, Pokdarwis, Komunitas dan para penggiat pariwisata baik Homestay, Kuliner, dan ekonomi kreatif demi kemajuan pariwisata di Kab. Sijunjung.

Saat ini ada beberapa pihak yang telah mendukung terhadap kehadiran dan kegiatan Masata di Kab. Sijunjung yaitu Prusda Tirta Sanjung Mandiri, Homestay Mentari, Komunitas Bikers, KKI Warsi, Komunitas Geospasial, Komunitas Ndak Losi Losi Adventure dll.

Untuk memperkenalkan kehadiran DPC Masata kepada masyarakat Kab. Sijunjung maka pada hari ini (20/9) dilakukan kegiatan diperkampungan adat Sijunjung berupa pembuatan konten yotube dan mensosialisasikan program pemerintah dalam upaya pengelolaan objek wisata dan sarana pendukungnya seperti hotel/homestay dan restoran melalui CHSE ( Cleaning, Healty, Sefty dan Enveronmental Sustainable ) serta pencegahan covid 19 melalui protokol kesehatan.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab. Sijunjung, Afrineldi, SH, Ketua DPC Masata Sijunjung, Ridwan, S.Hut, Pengurus dan Anggota Masata, para penggiat wisata, komunitas serta masyarakat disekitar perkampungan adat.

“Saya sangat mengapresiasi kehadiran dan kegiatan Masata ini sebagai wadah untuk meningkat kesadaran masyarakat akan potensi wisata juga sebagai perkembangan pariwisata berkelanjutan,” ujar Afrineldi, SH kepala dinas pariwisata pemuda dan olahraga kabupaten Sijunjung. (Okta)

Sumber : https://minangkabaunews.com/


  • -

“Jakarta PSBB lagi , MASATA dorong Hotel serta lokasi wisata di Jabar dan Banten perketat protokol kesehatan serta sosialisasikan “_Say CHSE_”

Category : Berita Pariwisata

WhatsApp Image 2020-08-28 at 13.43.40

Jakarta 14 September 2020
Setelah ditetapkan hari ini dimulainya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemda DKI , amino berwisata warga Jakarta diperkirakan tetap ada dan diperkirakan “bergeser” ke Jawa Barat dan Banten namun demikian warga DKI yang berStaycation untuk hotel di Jakarta diperkirakan masih tetap ada ditengah himbauan untuk tetap dirumah.

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 minggu lalu menlasir 70 dari 514 Kabupaten kota seluruh Indonesia masuk dalam Zona “merah” . Untuk Jawa Barat yaitu Kota Bekasi, Kota Depok dan Kabupaten Bekasi sedangkan Banten adalah Kota Tangerang , Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Kemarin ini Kawasan Puncak yang meliputi tiga kecamatan yakni Ciawi, Megamendung dan Cisarua, di Kabupaten Bogor masuk dalam zona merah.

Untuk memudahkan masyarakat dalam mengetahui standar protokol kesehatan, MASATA saat mengkampenyekan ‘Say CHSE’ yang merupakan konsep sekaligus slogan yang digelontorkan oleh MASATA dalam mendukung protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam program InDOnesia Care ( Idocare) khususnya di tempat wisata.

Sekertaris Jendral DPP MASATA Andi Azwan mengatakan, Kehadiran konsep SAY CHSE yang diusung bersama ini diharapkan berkontribusi sebagai katalisator pergerakan Ekonomi nasional tidak hanya dalam berwisata namun perjalanan bisnis dan pemerintahan “ Untuk pasar Leisure, saat ini kami mendorong pergerakan wisatawan lokal khususya wisata alam terbuka, diharapkan kepercayaan ini tetap dijaga oleh para pengelola objek wisata” Lanjut Azwan “Minggu lalu Pengurus DPC Lebak Banten sudah mulai mensosialisasikan protokol ini di kawasan Gunung Luhur dan akan kami teruskan didaerah lain di seluruh Indonesia.

Dyson Toba, CEO Consina yang memiliki produk dan layanan outdoor memperkirakan antusiasme komunitas warga DKI mungkin sedikit berkurang namun perjalanan keluarga menuju lokasi alam akan terus berlanjut” Selama lokasi wisata dibuka pengunjung akan datang khususnya di Jawa Barat dan Banten, masih banyak lokasi2 Hijau yang bisa dikunjungi misal daerah sekitar Sukabumi khususnya kawasan Geopark Ciletuh, Garut , Lebak dan Pandegelang.

Ketua DPD Jawa Barat Barry Oroh “ Kami mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Jawa barat khususnya yang terbiasa menjadi lokasi wisata warga DKI untuk turun langsung dan memastikan protokol dan pembatasan pengunjung berjalan balik, untuk hotel berbintang memang kesadaran pengelola hotel lebih baik dan sudah memiliki protap khususnya mengatisipasi lonjakan wisata atau kegiatan MICE dan Pemerintahan”

Kepala Bidang CHSE Dewan Pimpinan Pusat MASATA dr. Puspa H. Widyowati mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati hati khususnya berwisata di daerah bukan hijau apalagi ditemukan juga klaster tempat makan/ restoran “Kami terus mendukung sosialiasi program pemerintah ditempat wisata dan dalam waktu dekat DPP MASATA juga akan meluncurkan kerjasama dengan GOTIX dalam memastikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan saat mengunjugi tempat wisata” Lanjut Puspa “ Untuk tahap pertama program ini di Seluruh Jawa Bali , Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan”

Sementara itu Didien Junaedy, Ketua Umum GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia ) yang juga Anggota Dewan Pembina DPP MASATA menyambut baik inisiatif SayCHSE “ Kami mendukung organisasi Pariwisata yang berkolaborasi, baik secara horizontal dengan sesama Asosiasi dan Horisontal dengan pihak pihak lain termasuk swasta, masa pandemi ini dapat digunakan untuk “Reset” atau mensetting ulang kebijakan dan strategi pariwisata kedepan”