Monthly Archives: November 2020

  • -

President PATA Indonesia Chaptere : Spot Wisata Adventure di Banten Bisa Dikembangkan

Hal itu disampaikan President/CEO PATA Indonesia Chaptere Poernomo Siswoprasetijo saat meluncurkan PATA Indonesia Adventure Travel Mart 2020, di Tanjung Lesung, Kamis (12/11/2020).

“Di Banten dan Jawa barat banyak potensi adventure, makanya wisata adventure di Banten harus di kembangkan bersama. Banyak sekali potensi wisata adventure di Banten yang bisa di manfaatkan,” ujar Poernomo.

Selain itu, lanjut Poernomo, di daerahnya yang menjadi tempat wisata adventure, para pelaku seperti pokdarwis dan UKM harus menerapkan protokol kesehatan kepada wisatawan.

“Jadi kalo di daerahnya masyarakatnya patuh terhadap prokes covid 19, tentu wisatawan yang datang terlindungi dengan baik, ini sangat penting,” terangnya.

Dikatakan Poernomo, promosi wisata adventure juga harus dilakukan melalui pelaku pelaku pariwisata dan juga media sosial sangat besar perannya.

“Jadi sehabis mereka berkunjung posting di medsos, kalo perlu anak anak muda lokal setempat di undang. Jadi mereka tau potensi wisata adventure didaerahnya,” tandasnya.(Aden)

Sumber : https://www.detakbanten.com/


  • -

PIATM 2020 Beri Semangat Baru Bagi Dunia Wisata

ASKARA – Sejumlah assosiasi pariwisata mendukung wisata virtual bertajuk PATA Indonesia Adventure Travel Mart 2020 (PIATM 2020) pada 12-13 November 2020 dipusatkan di lokasi wisata Tanjung Lesung.

Ketua Assosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI) Cecilia Vita menuturkan, 10 tahun terakhir wisata petualangan khususnya gunung menjadi salah satu yang diminati para petualang domestik dan mancanegara.

“Tingkat kunjungan di kawasan pendakian menjadi sangat tinggi karena keinginan pendaki yang ingin melihat indahnya Indonesia,” tutur Cecilia Vita dalam keterangannya, Kamis (12/11).

Tidak hanya gunung-gunung di Pulau Jawa saja yang kerap dibanjiri pendaki, bahkan sampai gunung di ujung Sabang (Gunung Leuser) ke gunung di Papua (Gunung Carstenz).

“Para Tour Operator, atau pebinis wisata petualangan, berlomba meningkatkan kualitas perjalanannya, dan mensertifikasi para pemandunya,” kata Cecilia Vita.

Dia menjelaskan, PATA Indonesia Adventure Travel Mart 2020 memberikan harapan baru, semangat baru, nafas baru bagi dunia usaha wisata petualangan khususnya gunung. Para pengusaha wisata dibukakan lagi peluang untuk membentuk pasar baru yang disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Ketua PB Federasi Arung Jeram Indonesia Amalia Yunita mengemukakan, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi paling terpuruk akibat pandemi.

Salah satu sub sektor dalam parowisata wisata arung jeram yang sudah dikenal di Indonesia. Wisata arung jeram mayoritas berada di lingkungan yang masuk dalam zona hijau Covid-19.

“Diharapkan wisata ini dapat kembali tumbuh, dengan adanya protokol CHSE dengan label I do Care,” tutur Amalia.

Asosiasi lain turut mendukung event itu di antaranya GIPI, PHRI, IHGMA, ASTINDO, ASITA, MASATA, CMSI, GAHAWISRI, IAATA, PUWSI, dan PUWSI.

PB FAJI mendukung adanya PATA Adventure Travel Mart 2020 sebagai salah satu inisiatif untuk kembali menggerakkan pariwisata khususnya wisata petualangan selama dekade terakhir meningkat pesat.

Event ini merupakan kolaborasi PATA Indonesia dengan Raja MICE didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan  Pemerintah Kabupaten Dairi sebagai partner destinasi dan asosiasi pariwisata.

Sumber : https://www.askara.co/


  • -

Pokdarwis Diminta Terus Berkontribusi untuk Kemajuan Desa Wisata di NTB

Mataram, MN – Tidak diragukan lagi bahwa sektor pariwisata merupakan daya pikat utama di Provinsi NTB. Budaya serta keindahan alam NTB menjadi magnet, bukan hanya di dalam negeri, namun hingga ke seluruh dunia. Oleh karenanya, pariwisata menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTB.

Berbagai ikhtiar dan sinergi dengan berbagai kalangan terus dibangun guna semakin melejitkan pariwisata di NTB. Salah satunya dengan dibentuknya organisasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam dunia pariwisata.

Dalam hal ini, Komite Pokdarwis NTB yang baru saja dibentuk pada bulan Agustus telah melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan sinergi dengan pemerintah untuk mempercepat akselerasi pariwisata NTB. Bahkan, dalam waktu dekat Pokdarwis NTB akan segera melakukan Musyawarah Daerah (Musda) dengan Pokdarwis yang ada di kabupaten/kota se-NTB.

Hal inilah yang diungkapkan Ketua Komite Pokdarwis NTB saat bersilaturahmi dengan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertempat di Ruang Kerja Wagub, Senin, 2 November 2020. Turut pula mendampingi Wagub dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos., M. Si.

Wagub kemudian mengapresiasi semangat Pokdarwis NTB yang bertekad kuat memajukan pariwisata di NTB. Umi Rohmi sapaan akrabnya, kemudian mengarahkan agar Komite Pokdarwis terus menjalin sinergi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Ini tidak bisa hanya dipikirkan oleh satu orang saja, harus bersinergi karena ini multisektor,” ucapnya.

Umi Rohmi kemudian mengungkapkan jika program unggulan 99 Desa Wisata yang saat ini digaungkan Pemprov merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam memajukan desanya. Ia percaya setiap desa memiliki potensi yang apabila dimanfaatkan sebaik mungkin akan berbuah manis bagi masyarakat desa itu sendiri.

“Program Desa Wisata yang kita maksudkan ini sebenarnya untuk memancing desa-desa ini agar berbenah, karena kita percaya setiap desa itu punya potensi,” jelas Umi Rohmi.

Desa Wisata diibaratkan sebagai rumah besar, dimana di dalamnya terdapat banyak aspek yang dapat dikembangkan. Untuk itu, kesuksesan Desa Wisata diharapkan dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat. Umi Rohmi optimis, pariwisata NTB akan semakin eksis apabila didukung penuh oleh seluruh pihak dan elemen masyarakat NTB.

“Kalau anak mudanya semangat, pemerintah desanya semangat, Pokdarwisnya semangat, maka pasti desanya juga akan maju,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Pokdarwis NTB, Yogi Birul Walid Sugandi menerangkan jika terbentuknya Komite Pokdarwis NTB yakni sebagai mitra strategis Pemprov untuk mempercepat rangkaian kegiatan desa-desa wisata.

Ia pun mengungkapkan dalam waktu dekat Komite Pokdarwis NTB akan segera menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda). Rangkaian kegiatan juga telah dilakukan menuju Musda tersebut.

“Salah satunya adalah Road Show Lombok-Sumbawa dan bertemu dengan Pokdarwis, membuat FGD, serta menghasilkan diskusi-diskusi yang serius dan hangat untuk akselerasi percepatan pariwisata,” aku Yogi.

Kedepannya, Yogi berharap pariwisata di NTB dapat semakin terintegrasi dengan baik. Begitu juga dari sisi kelembagaan, yang disebutnya butuh perhatian serius dari seluruh pihak.

“Kelembagaan dalam arti di sini pengelola masing-masing kawasan itu betul-betul bagus kapasitasnya dan terintegrasi, harapan kita itu disana,” pungkasnya.

Sumber : https://mataramnews.co.id/