Category Archives: Berita Pariwisata

  • -

Kemenparekraf Yakin Pariwisata Akan Jadi Sektor Utama Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Pasca Pandemi

Direktorat Pemasaran Pariwisata Regional I, Deputi Bidang Pemasaran, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan DPP Masyarakat Sadar Wisata (MASATA), melaksanakan FGD dengan tema Strategi Reaktivasi Pariwisata Nusantara.

FGD yang dilakukan di Hotel Bukit Randu, Kamis, 8 Oktober 2020 itu dilaksanakan seiring dengan keyakinan sektor pariwisata akan menjadi sektor utama penggerak meningkatkan pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi Covid-19, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, dan mengatasi pengangguran.

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dihadiri oleh seluruh stakeholders pariwisata, dan pengurus MASATA dari Sumatera serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional 1 Kemenparekraf Vinsesnius Jemadu, yang menjadi keynote speaker secara daring pada FGD ini mengungkapkan, potensi pariwisata domestik sebanyak 260 Juta, tahun lalu sebelum pandemi terus dicoba untuk dipertahankan karena pariwisata adalah salah satu safety net ekonomi Indonesia.

Seiring dengan itu Kemenparekraf membuat program InDOnesia CARE (IDOCARE) untuk melakukan protokol kesehatan dan kampanye wisata #DiIndonesiaAja, bekerjasama dengan assosiasi dan stakeholder terkait termasuk pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Edarwan, sebagai tuan rumah sangat mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf bersama MASATA.

Pada kesempatan ini Edarwan memaparkan tentang potensi pariwisata di Lampung dengan 3 zonasi, yaitu Zona I Teluk Lampung, Selat Suekrnda, dan sekitarnya. Zona II Pesisir, Pantai Barat, TN BBS dan sekitarnya. Kemudian zona III TN Way Kambas dan sekitarnya.

“Lampung memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa dan ke depan ini akan terus kami kembangkan dengan berkolaborasi dengan berbagai stakeholders terkait, agar perekonomian masyarakat dapat semakin meningkat,” kata Edarwan, Kamis.

Ketua Umum MASATA Panca R Sarungu, menyampaikan, di masa pandemi Covid-19, stakeholders kegiatan pariwisata harus saling mendukung agar industri pariwisata semakin tangguh melewati tantangan.

Kata kuncinya saat ini adalah kolaborasi, masa pandemi ini memberikan kesempatan untuk duduk bersama dan memanfaatkan kekuatan wisata nusantara khususnya dalam mendukung kampanye Kemenparekraf #DiIndonesiaAja.

“Misalnya wisata dalam pulau yang sama atau antar pulau yang berdekatan seperti Jakarta ke Lampung atau Bandung ke Palembang,” kata Panca.

Panca menambahkan, hikmah pandemi Covid-19 adalah para pihak yang terlibat dalam keseluruhan kegiatan pariwisata semakin menyadari betapa pentingnya keterpaduan antarsektor, antar-aktor, dan antardaerah, serta keterpaduan antara pusat dan daerah dalam wujud sinergitas dan kolaborasi dalam mempersiapkan Indonesia menuju destinasi pariwisata International berwawasan pariwisata berkelanjutam atau sustainable tourism.

Executive Vice President Business Service Telkom Indonesia Syaifudin yang juga juga hadir secara daring menyampaikan paparan terkait strategi digitalisasi dalam membantu pemulihan sektor pariwisata daerah.

Sebagai perusahaan plat merah, Telkom Indonesia akan terus meningkatkan layanan khususnya pariwisata.

Utamanya melalui pemanfaatan data insights sebagai dasar analisis market yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan, data driven marketing plan, pembuatan strategi promosi, serta monitoring dan evaluasi hasil promosi yang dapat membantu membuat kebijakan pariwisata di destinasi.

Sekertaris Jendral DPP MASATA Andi Azwan menyampaikan dipilihnya Lampung sebagai lokasi dikarenakan adalah Jantung di Sumatera dari hasil dari pembangunan infrastruktur penggerak pariwisata Nusantara.

Ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan lebih dari 2.000 km jalan tol tersambung dari Lampung hingga Aceh pada akhir 2024.

Rencananya jika seluruh target tercapai, membangun lebih dari 3.000 km jalan tol dalam 10 tahun memerintah atau sekitar 300 km setiap tahunnya, tidak saja mendukung pergerakan barang namun juga orang berwisata

Dia menyadari, kepariwisataan akan berubah pasca-pandemi Covid-19. MASATA menjadi perkumpulan yang berperan strategis dalam upaya menopang kebangkitan pariwisata Indonesia di tengah perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Terhadap kepariwisataan yang memelihara kelestarian alam, lingkungan, dan sumberdaya, MASATA juga meyakini, kepariwisataan akan memajukan kebudayaan, mengangkat citra, memupuk cinta tanah air, memperkukuh jati diri, dan mempererat kebangsaan.

Sumber : https://lampung.tribunnews.com/


  • -

“Jakarta PSBB lagi , MASATA dorong Hotel serta lokasi wisata di Jabar dan Banten perketat protokol kesehatan serta sosialisasikan “_Say CHSE_”

Category : Berita Pariwisata

WhatsApp Image 2020-08-28 at 13.43.40

Jakarta 14 September 2020
Setelah ditetapkan hari ini dimulainya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemda DKI , amino berwisata warga Jakarta diperkirakan tetap ada dan diperkirakan “bergeser” ke Jawa Barat dan Banten namun demikian warga DKI yang berStaycation untuk hotel di Jakarta diperkirakan masih tetap ada ditengah himbauan untuk tetap dirumah.

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 minggu lalu menlasir 70 dari 514 Kabupaten kota seluruh Indonesia masuk dalam Zona “merah” . Untuk Jawa Barat yaitu Kota Bekasi, Kota Depok dan Kabupaten Bekasi sedangkan Banten adalah Kota Tangerang , Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Kemarin ini Kawasan Puncak yang meliputi tiga kecamatan yakni Ciawi, Megamendung dan Cisarua, di Kabupaten Bogor masuk dalam zona merah.

Untuk memudahkan masyarakat dalam mengetahui standar protokol kesehatan, MASATA saat mengkampenyekan ‘Say CHSE’ yang merupakan konsep sekaligus slogan yang digelontorkan oleh MASATA dalam mendukung protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam program InDOnesia Care ( Idocare) khususnya di tempat wisata.

Sekertaris Jendral DPP MASATA Andi Azwan mengatakan, Kehadiran konsep SAY CHSE yang diusung bersama ini diharapkan berkontribusi sebagai katalisator pergerakan Ekonomi nasional tidak hanya dalam berwisata namun perjalanan bisnis dan pemerintahan “ Untuk pasar Leisure, saat ini kami mendorong pergerakan wisatawan lokal khususya wisata alam terbuka, diharapkan kepercayaan ini tetap dijaga oleh para pengelola objek wisata” Lanjut Azwan “Minggu lalu Pengurus DPC Lebak Banten sudah mulai mensosialisasikan protokol ini di kawasan Gunung Luhur dan akan kami teruskan didaerah lain di seluruh Indonesia.

Dyson Toba, CEO Consina yang memiliki produk dan layanan outdoor memperkirakan antusiasme komunitas warga DKI mungkin sedikit berkurang namun perjalanan keluarga menuju lokasi alam akan terus berlanjut” Selama lokasi wisata dibuka pengunjung akan datang khususnya di Jawa Barat dan Banten, masih banyak lokasi2 Hijau yang bisa dikunjungi misal daerah sekitar Sukabumi khususnya kawasan Geopark Ciletuh, Garut , Lebak dan Pandegelang.

Ketua DPD Jawa Barat Barry Oroh “ Kami mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Jawa barat khususnya yang terbiasa menjadi lokasi wisata warga DKI untuk turun langsung dan memastikan protokol dan pembatasan pengunjung berjalan balik, untuk hotel berbintang memang kesadaran pengelola hotel lebih baik dan sudah memiliki protap khususnya mengatisipasi lonjakan wisata atau kegiatan MICE dan Pemerintahan”

Kepala Bidang CHSE Dewan Pimpinan Pusat MASATA dr. Puspa H. Widyowati mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati hati khususnya berwisata di daerah bukan hijau apalagi ditemukan juga klaster tempat makan/ restoran “Kami terus mendukung sosialiasi program pemerintah ditempat wisata dan dalam waktu dekat DPP MASATA juga akan meluncurkan kerjasama dengan GOTIX dalam memastikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan saat mengunjugi tempat wisata” Lanjut Puspa “ Untuk tahap pertama program ini di Seluruh Jawa Bali , Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan”

Sementara itu Didien Junaedy, Ketua Umum GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia ) yang juga Anggota Dewan Pembina DPP MASATA menyambut baik inisiatif SayCHSE “ Kami mendukung organisasi Pariwisata yang berkolaborasi, baik secara horizontal dengan sesama Asosiasi dan Horisontal dengan pihak pihak lain termasuk swasta, masa pandemi ini dapat digunakan untuk “Reset” atau mensetting ulang kebijakan dan strategi pariwisata kedepan”


  • -

Gojek dan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Dorong Penerapan Protokol Kebersihan Pengelola Wisata dan Atraksi Indonesia

Jakarta, 28 Agustus 2020 — Sebagai perusahaan anak bangsa, Gojek selalu berupaya menjadi yang terdepan dalam mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru di ruang publik.

Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi antara GoTix dan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA). GoTix, yang merupakan platform ticketing LOKET serta bagian dari ekosistem Gojek, bersama dengan MASATA memperkenalkan inovasi terkini, GoTix Super Partner, untuk mendorong penerapan standarisasi kebersihan oleh pengelola destinasi wisata dan atraksi.

Melalui GoTix Super Partner, destinasi wisata dan atraksi dipastikan akan memenuhi tiga syarat utama yaitu:

1. Jumlah pengunjung tidak lebih dari 50% GoTix mengaktifkan fitur manajemen kapasitas dan sistem yang mendukung alokasi pengaturan waktu bagi pengunjung agar tidak terjadi penumpukan pengunjung dalam sekali kunjungan.

2. Standar kebersihan terpenuhi GoTix melakukan penilaian secara berkelanjutan terhadap kebersihan di destinasi wisata dan atraksi, termasuk survei setiap bulan ke destinasi wisata dan atraksi oleh MASATA untuk memastikan pelaksanaan standarisasi kebersihan.

3. Sosialisasi kebiasaan baru di destinasi wisata GoTix dan MASATA secara rutin menggelar seminar virtual untuk mensosialisasikan kebiasaan baru yang harus diikuti oleh pengunjung. Seminar virtual akan ditayangkan di situs pengelola destinasi wisata atau atraksi maupun di platform GoTix dan situs www.go-tix.id. Head of LOKET Tubagus Utama mengungkapkan, “Sebagai perusahaan teknologi manajemen event terpercaya di Indonesia, kami terus berupaya menjalankan komitmen untuk mendukung industri event dan entertainment agar tetap optimal di masa adaptasi kebiasaan baru, dengan semakin mengedepankan aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan (J3K).

Selama periode ini, protokol kesehatan dan kebersihan merupakan syarat dasar dalam menjalankan usaha yang melibatkan pengunjung. Sebagai platform ticketing bagian dari LOKET, GoTix hadir untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses dan membeli beragam tiket event hiburan, termasuk destinasi wisata dan atraksi.

MASATA yang memiliki komitmen dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Indonesia merupakan mitra yang tepat bagi kami dalam merangkul para pengelola destinasi wisata dan atraksi Indonesia agar bahu-membahu menerapkan protokol kebersihan di lokasi, demi keamanan dan kenyamanan bersama.

” Melalui program GoTix Super Partner, GoTix mendorong para pengelola destinasi wisata dan atraksi untuk menerapkan protokol yang mengacu pada organisasi kesehatan resmi, dengan memanfaatkan platform reservasi online yang dilengkapi fitur manajemen kapasitas. Dengan dukungan MASATA, program GoTix Super Partner juga akan mengedukasi standar-standar yang perlu diterapkan oleh pengelola destinasi wisata dan atraksi selama masa tatanan hidup baru.

Ketua Umum Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Panca R Sarungu menyatakan kerja sama ini adalah sebuah kolaborasi partisipatif antar perusahaan super app dengan gerakan pariwisata berbasis komunitas untuk ikut mendorong perekonomian namun tetap menjaga kenyamanan dan keamanan. “Kami berharap sosialisasi tempat berwisata yang melibatkan banyak UMKM khususnya yang menerapkan protokol kesehatan dapat terinformasi dengan baik kepada masyarakat khususnya 125 juta pengguna Gojek di seluruh indonesia,” lanjut Panca.

“Pengurus daerah kami secara suka rela akan bekerja sama dengan pemilik lokasi wisata, untuk turut aktif memikirkan atraksi baru yang dapat ditawarkan pada pengguna aplikasi Gojek.”

MASATA dalam penerapan kerja sama ini mengadaptasi protokol kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu pada prinsip Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). “Untuk memudahkan para pemilik lokasi wisata dan masyarakat mengetahui penerapan yang maksimal dalam kerja sama ini, kami di saat bersamaan juga memulai kampanye protokol kesehatan dengan icon ‘SAY CHSE,” ungkap Panca. Para mitra wisata dan atraksi yang bergabung dalam GoTix Super Partner akan mendapatkan kesempatan untuk memperluas jangkauan pengunjung melalui eksposur optimal di platform GoTix pada aplikasi Gojek dengan mengenakan tanda Hygiene Protocol Applied. Selain itu mitra dapat menjadi percontohan bagi para pelaku destinasi wisata dan atraksi lain di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya menyatakan dukungan dalam upaya memastikan standarisasi kebersihan di destinasi wisata dan atraksi, “Kami mengapresiasi Gojek yang secara cepat dan tanggap mendukung pemerintah untuk mensosialisasi dan mengimplementasi protokol kesehatan InDOnesia CARE melalui inisiatif GoTix Super Partner.

Upaya untuk menyukseskan ‘InDOnesia CARE’ ini perlu didukung oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk pihak swasta dan kami berharap inisiatif Gojek ini dapat menjadi contoh bagi pihakpihak lainnya.” Langkah penerapan protokol kebersihan dalam GoTix Super Partner diharapkan dapat membantu menciptakan kesadaran para pengelola destinasi wisata dan atraksi hiburan untuk menerapkan standar protokol yang tepat demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. GoTix dan MASATA akan secara aktif menyuarakan gerakan standarisasi kebersihan ini demi mendukung penuh tatanan hidup baru di ruang publik wisata dan atraksi.

Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung atas kebersihan dan tingkat higienitas destinasi sehingga mereka merasa aman dan nyaman selama kunjungan. Kolaborasi ini pun sejalan dengan Kampanye Penerapan Protokol Kesehatan ‘InDOnesia CARE’ yang baru-baru ini diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif luncurkan untuk menghadirkan destinasi wisata dan atraksi yang mengedepankan sanitasi, higienitas, dan pelayanan tanpa kontak langsung.

Tentang Grup Gojek Gojek merupakan perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara, yang memelopori konsep super app dan ekosistem terintegrasi. Gojek didirikan dengan keyakinan bahwa teknologi dapat mempermudah kehidupan sehari-hari dengan menghubungkan konsumen dengan penyedia barang dan jasa terbaik di bidangnya. Sejak berdiri pada 2010, Gojek mengawali perjalanannya dengan layanan kurir pengantaran barang dan transportasi roda dua.

Aplikasi Gojek pertama kali diluncurkan pada Januari 2015 di Indonesia, dan kini telah berkembang menjadi super app terdepan di Asia Tenggara, menawarkan berbagai layanan mulai dari transportasi dan pembayaran digital, pesan-antar makanan, logistik, dan berbagai layanan on-demand lainnya. Gojek kini beroperasi di kota-kota utama di lima negara di Asia Tenggara.

Per Juni 2020, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh hampir 190 juta kali oleh pengguna Gojek di Asia Tenggara. Melansir data dari App Annie ‘2020 State of Mobile Report’, Gojek menjadi aplikasi on-demand paling banyak digunakan masyarakat Indonesia sepanjang 2019. Sebagai super app, Gojek berkomitmen selalu menghadirkan solusi guna memecahkan masalah yang masyarakat hadapi seharihari, sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup jutaan masyarakat pengguna aplikasi Gojek di Asia Tenggara, khususnya di sektor informal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).Aplikasi Gojek tersedia untuk diunduh melalui iOS dan Android.

Tentang MASATA MASATA (Masyarakat Sadar Wisata)

Adalah organisasi pariwisata yang berbasis komunitas Indonesia yang memiliki visi sebagai organisasi pelaku, pecinta, pemerhati pariwisata Indonesia yang berkompeten untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Berdiri tahun 2018, MASATA saat ini memiliki 75 Pengurus daerah seluruh Indonesia baik tingkat Kabupaten dan Kota di 20 Provinsi sedangkan, Target di 2021 MASATA akan hadir di 251 Kabupaten kota di 34 Provinsi. Secara singkat, lima (5) adalah fokus pada mendukung sektor pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar, meningkatkan ekonomi daerah melalui Pariwisata, Ikut mendorong desa wisata, kawasan wisata, dan destinasi wisata, sebagai narahubung dalam kepentingan pusat dengan daerah dan yang terakhir membangun sinergitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam industri.

Ada pun lima (5) pilar program organisasi tahun 2020 adalah Penerapan Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) pada destinasi wisata, Pendukungan UMKM, Pembangunan Jejaring Pemasaran Nasional, Pengembagan SDM dan Dukungan Padat Karya Pariwisata. Khusus Pengembangan SDM, sejak Maret 2020 MASATA berkolaborasi dengan ITEL (Indonesia Tourism E-Learning), sebuah platform pelatihan pariwisata gratis berbasis Aplikasi yang telah menjangkau ribuan siswa.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Judica Nababan VP Corporate Affairs Gojek judica.ratauli@gojek.com

Windy Agustian DPP MASATA MASATA chsgotix@masata.or.id

Dede Kartika Konsultan Komunikasi Gojek Artemis dede.kartika@artemishub.id


  • -

MASATA Menyelenggarakan Webinar Nasional Pariwisata Terbesar Melibatkan para Guru dengan Judul “Peran Guru dalam Membantu Mengembangkan Potensi Pariwisata Daerah Masing-masing”

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi Widodo mengatakan bahwa sektor pariwisata diproyeksikan akan menjadi “core economy” dan penyumbang devisa terbesar di Indonesia untuk lima tahun ke depan. Presiden  menegaskan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor utama untuk membentuk karakter bangsa yang dinamis dan lebih baik kedepan khususnya dalam bidang Pariwisata, terlebih pada Ratas beberapa hari lalu industry ini merupakan yang memerlukan pehatian lebih.

 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dikesempatan lain juga juga menyatakan upaya maksimal pemerintah akan dilaksanakan atas arahan Presiden untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus SDM pariwisata yang kompeten di bidangnya serta memiliki standar global agar dapat bersaing khususnya setelah masa Pandemi.

 

MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) sebagai organisasi non-profit beranggotakan pelaku, pemerhati dan pecinta Pariwisata berkelanjutan yang memiliki visi untuk memajukan dunia pariwisata Indonesia, mendukung dan merespon dengan cepat program pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Apalagi Saat ini kepengurusan MASATA sudah hadir di 50 Kabupaten Kota dan rencananya tersebar di 185 lokasi seluruh Indonesia.

 

Selain itu MASATA dalam dalam misinya yaitu Memberikan kontribusi nyata untuk mendukung sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia, kedua Memajukan pariwisata berbasis masyarakat dalam meningkatkan harkat, martabat, dan ekonomi khususnya daerah tujuan wisata di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Misi ketiga adalah Membangun desa, kawasan, dan destinasi wisata dalam peningkatan ekonomi kreatif masyarakat, keempat  Sebagai narahubung dalam kepentingan kementerian dan lembaga antar pusat dan daerah khususnya dalam bidang pariwisata serta ekonomi kreatif dan misi terakhir Membangun sinergi dan kolaborasi antar asosiasi/ organisasi/ perkumpulan pariwisata di tingkat pusat dan daerah.

 

Terkait dengan pendidikan MASATA yang juga sebagai penggerak aplikasi berbasis akademi online bernama ITEL ( Baca Aitel) Indonesia E-Tourism Learning memelihat potentsi penting dimana saat ini jumlah Guru mencapai 3.000.000 di seluruh Indonesia yang adalah sebuah potensi untuk menjadi penggerak siswa & masyarakat untuk membesarkan potensi pariwisata di daerahnya masing-masing. Menyadari hal ini, MASATA berinisiatif mengadakan sebuah Webinar nasional terbesar untuk guru yang bertopik “Peran Guru dalam Membantu Mengembangkan Potensi Pariwisata Daerah Masing-masing di Era New Normal”.

 

Webinar ini rencananya dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2020 dimana peserta dapat mendaftar di Webinar.Pendidikan.id, ditargetkan hampir 30.000 peserta akan hadir yang adalah gabungan dari Guru seluruh Indonesia dan Industri, pelaku, pemerhati dan pecinta Pariwisata yang akan disiarkan langsung dikanal YouTube.

 

Acara ini akan dibuka langsung oleh  bapak  Wishnutama Kusubandio Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sedangkan Nara sumber dari Kemenparekraf  adalah Bapak Frans Teguh sebagai Plt Deputi Kelembagaan dan Sumber Daya , kemudian bapak Jufri Rahman Plt Deputi Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara. Mewakili daerah unggulan pariwisata Pak Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati  Wakil gubernur Bali dan  Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi

 

Bapak Panca R Sarungu, Ketua Umum MASATA yang juga akan menjadi pembicara dari prespektif masyarakat dan industry menyatakan “Para Guru adalah salah satu Garda terdepan dan sangat penting untuk mengedukasi Pentingnya Pariwisata ini dari sejak awal” Panca menambahkan “Topik yang di pilih  bertujuan untuk menunjukkan kepada para guru, bahwa selain guru adalah “Pahlawan Pendidikan”, mereka juga bisa menjadi “Pahlawan Pariwisata” untuk daerah masing-masing:

 

Bapak Ginting  Satyana pendiri Pendidikan.id menyambut baik kolaborasi bersama MASATA “ Indonesia sangat kaya akan potensi pariwisata dan budaya yang beragam, unik dan menarik. Melalui peran guru sebagai motivator dan penggerak para siswa dan masyarakat, diharapkan semua bisa memanfaatkan potensi daerah masing-masing untuk menjadi daerah pariwisata yang potensial agar didatangi oleh turis yang akan mendatangkan devisa dan lapangan kerja sesuai dengan program yang dicanangkan pemerintah”

 

Untuk Informasi Hubungi

Rikki Rundupadang
dppmasata@gmail.com

+62 853-1616-4144


  • -

Jokowi Mau Gabungkan BUMN Penerbangan dan Pariwisata

Jakarta –

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat penyebab utama dari terkontraksinya ekonomi Indonesia adalah sektor pariwisata. Oleh karena itu dia berencana melakukan transformasi dengan menggabungkan BUMN di bidang penerbangan dan pariwisata.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2020 terkontraksi 5,32%. Jokowi yakin pariwisata menjadi penyebab utamanya.

Dia mencatat pada kuartal II-2020 wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia mencapai 482 ribu orang. Angka itu turun 81% jika dibandingkan kuartal sebelumnya dan turun 87% dibandingkan periode yang sama di 2019.

“Tapi menurut saya, penurunan ini justru menjadi momentum kita untuk konsolidasi, momentum kita untuk transformasi di bidang pariwisata dan juga di bidang penerbangan melalui penataan yang lebih baik mengenai rute penerbangan, penentuan hub, penentuan super hub,” ujarnya saat membuka rapat terbatas, Kamis (6/8/2020).

“Kemudian juga kemungkinan untuk menyatukan BUMN penerbangan dan pariwisata sehingga arahnya semakin kelihatan,” tambahnya.

Dengan penggabungan BUMN tersebut, Jokowi yakni fondasi ekonomi di sektor pariwisata dan penerbangan bisa semakin kuat.

Jokowi menilai hub penerbangan saat ini di Indonesia terlalu banyak dan tidak merata sebarannya. Dia mencatat setidaknya ada 30 bandara internasional di Indonesia.

“Apakah diperlukan sebanyak ini? Negara-negara lain saya kira tidak melakukan ini, coba dilihat, dan 90% lalu lintas terpusat hanya di 4 bandara. Artinya kuncinya ada di 4 bandara ini di Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur, dan Kualanamu di Sumatera Utara,” terangnya.

Pemerintah akan menentukan bandara-bandara yang berpotensi menjadi hub internasional dengan pembagian fungsi yang sesuai dengan letak geografis dan karakteristik wilayahnya. Jokowi mencatat setidaknya ada 8 bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan super hub.

“Agar terjadi sebuah lompatan di sektor pariwisata juga pengelolaan ekosistem pariwisata dan pendukungnya termasuk penerbangan betul-betul harus didesain dengan manajemen yang lebih terintegrasi, lebih terkonsolidasi dari hulu sampai hilir, ini yang tidak pernah dilakukan. Mulai dari manajemen airlines, manajemen bandaranya, manajemen pelayanan penerbangannya yang tersambung dengan manajemen destinasi, tersambung dengan manajemen hotel dan perjalanan dan bahkan sampai kepada manajemen produk-produk lokal dan industri kreatif yang kita miliki,” tutupnya.

Sumber : https://finance.detik.com/


  • -

Bappenas Dorong Percepatan Pembangunan Wisata di Bali Utara

Jakarta –

Pemerintah RI melalui Bappenas akan mendorong pariwisata di Bali Utara. Ini dilakukan melihat potensi alam di sana dan mencegah overtourism di Bali Selatan.

Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyampaikan rencana tersebut pada Online Talkshow #BaliBangkit pada Selasa (3/8/2020). Sembari meninjau kesiapan Bali membuka kembali pariwisata, Suharso juga menyampaikan rencana pembangunan kawasan wisata di Bali Utara.

“Bappenas sendiri mendorong percepatan agar destinasi di Bali Utara itu bisa dipercepat. Misalnya bandara, bahkan kereta api. Kemudian juga kita tahu di sana kaya akan ikan, industri perikanan ada di sana, universitas juga ada, dan kemudian pertanian, peternakan ada di sana,” Suharso menjelaskan.

Menurut Suharso, Bali Utara memiliki kekuatan pada sumber daya alamnya. Sehingga hal tersebut akan ditonjolkan sembari juga tak memungkiri adanya rekayasa manusia juga dalam pengelolaan pariwisata tersebut.

Selama ini, pariwisata Bali memang lebih banyak berpusat di kawasan selatan seperti Denpasar dan Ubud. Sementara kawasan Bali Utara yakni Kabupaten Buleleng dengan ibu kota Singaraja masih jarang dikunjungi wisatawan.

Guna menunjang pariwisata di Bali Utara, pemerintah telah membangun Pelabuhan Celukan Bawang pada 2017. Kemudian pada 2018 juga sudah diwacanakan mengenai pembangunan bandara yang terletak di Kubutambahan, Buleleng.

Salah satu destinasi wisata hits di Bali Utara adalah Pantai Lovina. Pantai yang terletak sekitar 11 kilometer dari Singaraja itu sungguh istimewa. Sebab di sana wisatawan dapat melihat lumba-lumba langsung di habitatnya.

Kemudian ada pula wisata Air Panas Banjar yang menyajikan sensasi mandi dengan air panas langsung dari sumbernya. Air panas di sini mengandung belerang yang dipercaya berkhasiat bagi kesehatan.

Selain itu, Bali Utara juga punya spot foto hits yang tak kalah dengan kawasan Ubud. Namanya adalah Puncak Wanagiri yang menyuguhkan ayunan sampai sangkar burung untuk berfoto yang instagrammable.

Sumber : https://travel.detik.com/


  • -

Bali Dibuka Kembali Untuk Turis Lokal Sebentar Lagi, Bagaimana Persiapannya?

Akhir pekan ini, perhatian pariwisata Indonesia akan ditujukan ke salah satu destinasi utama berlibur, yakni Pulau Bali yang akan dibuka kembali untuk turis dalam negeri, meski angka penularan COVID-19 masih meningkat.

Bali Dibuka Lagi Untuk Turis

  • Pulau Bali dibuka lagi untuk turis lokal Indonesia mulai 31 Juli
  • Semua tempat penginapan menjalani verfikasi sesuai protokol untuk mencegah COVID-19
  • Pembukaan Bali untuk turis mancanegara rencananya akan dilakukan 11 September

Beberapa kalangan yang dihubungi oleh ABC Indonesia di Bali menyatakan rasa optimisme mereka dengan persiapan yang sudah dilakukan, demi menggerakan kembali sektor wisata yang sangat terpukul dalam beberapa bulan terakhir.

Bila pembukaan untuk kedatangan turis berjalan baik, turis mancanegara juga akan bisa kembali Bali pada 11 September mendatang, walau masih terbatas.

“Persiapan yang kita lakukan sudah matang. Kita sudah dan terus melakukan verifikasi terhadap tempat-tempat penginapan menurut kriteria yang sudah ditetapkan,” kata I Gusti Rai Suryawijaya, Ketua PHRI Kabupaten Badung.

Wilayah Kabupaten Badung di Bali merupakan wilayah yang mencakup lokasi seperti Kuta, yang banyak menawarkan tempat penginapan dan hiburan bagi turis.

Verifikasi terhadap tempat penginapan merupakan salah satu hal utama yang dilakukan di Bali untuk memberikan rasa aman bagi turis yang hendak berkunjung.

Pembukaan Bali bagi turis dalam negeri bersamaan dengan musim liburan di Indonesia yang berlangsung bulan Juli dan Agustus.

“Saya optimisme dengan pembukaan Bali untuk turis,” kata I Gusti Rai.

“Sejauh ini saya melihat kesadaran masyarakat Bali yang tinggi dalam usaha memutus rantai COVID-19.

Selain itu, Gusti Rai Suryawijaya mengatakan peran masyarakat adat di Bali juga sangat penting dalam memperkecil penyebaran virus tersebut di Bali.

Dengan angka penularan virus corona yang masih tinggi dan sudah menembus 100,000 pada awal pekan kemarin, pembukaan kembali Bali sebagai destinasi wisata memiliki risiko kemungkinan adanya penyebaran baru di sana.

I Gusti Rai mengatakan tentu mereka tidak ingin melihat ada klaster-klaster baru setelah dikunjungi turis lokal dan menurutnya pemerintah mulai dari tingkat provinsi hingga desa telah bekerja serius untuk mencegahnya.

“Kita melibatkan 1.493 desa adat untuk memonitor perkembangan di wilayah masing-masing, karena semua properti wisata itu ada di wilayah desa-desa itu sendiri,” jelas I Gusti Rai.

Sumber : https://www.tempo.co/


  • -

Bali Buka, Menteri Wishnutama: Pariwisata Adalah Bisnis Kepercayaan

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengingatkan agar pelaku pariwisata mengedepankan aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan kepada wisatawan. Wishnutama menyampaikan hal tersebut menyambut pembukaan wisata Bali untuk turis lokal pada Jumat, 31 Juli 2020.

“Pariwisata adalah bisnis kepercayaan. Karena itu para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali harus dapat menjalankan protokol kesehatan sehingga mampu membangun rasa percaya wisatawan akan rasa aman saat berkunjung ke Bali,” kata Wishnutama dalam keterangan tertulis, Selasa 28 Juli 2020.

Pemerintah Provinsi Bali membuka kembali aktivitas wisata secara bertahap di masa new normal pandemi Covid-19. Pada 9 Juli 2020, pemerintah Bali telah membuka tahapan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat secara bertahap dan terbatas.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama berbincang dengan petugas saat meninjau Rumah Sakit BIMC Siloam, Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa, 16 Juni 2020. ANTARA/Fikri Yusuf

Wishnutama menjelaskan pemerintah telah menerapkan berbagai program bantuan bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Di antaranya bantuan sosial, relaksasi pajak, dana talangan usaha melalui Himbara senilai Rp10 miliar, sampai diskon penerbangan dan paket wisata.

“Kami bersama kementerian dan lembaga lainnya berupaya memberikan berbagai bantuan tambahan bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Wishnutama Kusubandio. “Saya percaya dalam setiap krisis selalu ada peluang untuk bangkit kembali.”

Sumber : https://travel.tempo.co/

 


  • -

Potensi Wisata Bakauheni Harbour City di Mata Wishnutama

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio, punya harapan terkait pembangunan kawasan pariwisata baru di tepi laut Bakauheni, Lampung. Dia berkeinginan agar kawasan pariwisata terintegrasi ini bisa menjadi destinasi wisata baru di tepi laut favorit wisatawan.

Harapan itu diungkapkan Wishnutama saat meninjau perencanaan pembangunan kawasan pariwisata yang memiliki luas 200 hektare tersebut. Kawasan pariwisata ini memiliki konsep Bakauheni Harbour City, yang di mana area pembangunannya terletak sebelum gerbang masuk Tol Bakauheni Selatan.

“Ini diharapkan bisa menjadi destinasi tepi laut yang penuh dengan semangat dan energi baru yang berdampak positif dari berbagai aspek bagi masyarakat Indonesia,” kata Wishutama.

Menparekraf yang juga sebagai Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini menilai potensi yang ada di Bakauheni sangat besar dan penting untuk segera dikembangkan. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, tapi juga akan menyerap tenaga kerja sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Ada tempat yang bagus seperti ini, dekat dari Jakarta. Kita bisa kembangkan dengan lebih baik dari destinasi yang ada di luar negeri karena kita memiliki sumber daya alam dan budaya yang tinggi sehingga bisa menjadi keunikan tersendiri,” jelas Wishnutama.

Untuk itu, ia pun mendorong agar pengembangan kawasan bisa dilakukan secara bertahap. Terlebih ke depan Pemerintah akan mendorong pergerakan wisatawan nusantara dalam masa adaptasi kebiasaan baru.

“Pengembangannya tidak perlu menunggu sampai 2024, kita bisa mulai dulu dari apa yang kita bisa lakukan secara cepat. Kita bisa tarik investasi hotel dulu ke sini, lalu kita promosikan dengan baik sehingga akhirnya bisa menarik investasi lain dengan cepat,” terang Wishnutama.

Pembangunan kawasan ini akan dilakukan bersama oleh ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) (ITDC), Hutama Karya, dan Pemerintah Provinsi Lampung. Dalam tinjauan tersebut, dihadiri pula Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, dan Gubernur Provinsi Lampung Arinal Djunaidi.

Arinal mengatakan, dengan dibangunnya kawasan terintegrasi pariwisata di Lampung Selatan diharapkan dapat menjadikan Bakauheni sebagai destinasi alternatif. Khususnya bagi warga ibukota maupun sejumlah provinsi di Sumatera juga wisatawan lokal untuk berwisata.

Lampung dikatakannya memiliki deretan potensi pariwisata indah dan menarik lainnya. Seperti Anak Gunung Krakatau, Pulau Kiluan, dan Pulau Pahawang.

“Inilah yang coba kita bangun bersama dan ditargetkan semua selesai di tahun 2024 dan tentunya dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN. Terkait perizinan, kemudahan, dan hal pendukung lainnya tanggung jawab kami untuk segera diselesaikan,” kata Arinal Djunaidi.

Sumber : https://www.medcom.id/


  • -

Wishnutama: Kita Bisa Atasi Pandemi Asal Tak Ada Ego Sektoral

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menceritakan obrolannya di helikopter saat perjalanan bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi soal penanganan pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Wishnutama dalam sambutan saat peluncuran aplikasi baru pemesanan tiket kapal feri berbasis online milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang disiarkan secara virtual, Sabtu, 25 Juli 2020.

Wishnutama mengatakan, dalam penanganan pandemi semua lembaga dan Kementerian harus bersinergi agar masalah ini bisa terselesaikan dengan baik. “Kita bisa mengatasi pandemi Covid-19 dengan baik asal kita tak berpikir ego sektoral. Kita tak berpikir di bidang kita masing-masing,” kata Wishnutama seraya menirukan omongan Erick di helikopter,  Sabtu, 25 Juli 2020.

Selain tak berpikir ego sektoral, Wishnutama mengatakan, semua pihak, seperti lembaga dan Kementerian harus bisa kerja sama dalam menghadapi pandemi ini. Terlebih, kata dia, di dunia ini tak ada yang tau pasti kapan penyebaran virus Corona ini akan berakhir.

Oleh karena itu, Wishnutama menegaskan semua pihak harus bisa bekerja sama. “Agar kita dapat melalui pandemi dengan baik.”

Sementara itu, Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono juga meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Ia meminta masyarakat tak terlena dengan uji klinis yang dilakukan terhadap kandidat vaksin Covid-19 dari perusahaan cina, Sinovac. “Tetap lakukan yang sudah terbukti bermanfaat, yaitu jaga jarak, pakai masker,” kata dia saat dihubungi, Rabu, 22 Juli 2020.

Pandu mengatakan pemerintah juga harus terus mempromosikan penerapan protokol kesehatan tersebut. Selain itu, pemerintah juga harus terus meningkatkan kapasitas tes dan penelusuran orang yang terduga terinfeksi. “Jangan ini terdistraksi, seakan nanti dananya habis untuk uji vaksin yang vaksinnya bukan milik kita,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah tengah mengembangkan vaksin yang dilakukan oleh Bio Farma dengan Sinovac Biotech. Pengembangan vaksin akan memasuki fase uji klinis pada awal Agustus mendatang. Uji klinis ini merupakan tindak lanjut atas datangnya 2.400 dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke Indonesia.

Sumber : https://bisnis.tempo.co/