Category Archives: Berita Pariwisata

  • -

Industri Pariwisata Indonesia Siap Gunakan GeNose C-19

“Stakeholder kepariwisataan Indonesia siap mempromosikan dan menggunakan GeNose C19 dalam menyongsong kebangkitan pariwisata Indonesia di tengah pandemi ini.

Bukan hanya GeNose C19 terbukti efektif mendeteksi virus Corona Covid-19 dengan cara mudah dan biaya yang murah, namun alat ini adalah buah karya Anak Negeri sendiri.”

Demikian dikatakan Sapta Nirwandar, Chairman of Indonesia Tourism Forum, dalam acara Hybrid Launching GeNose C19 Inovasi Indonesia untuk Kepariwisataan Indonesia, yang diselenggarakan oleh Indonesia Tourism Forum bekerjasama dengan ACCOR Group, dan didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perdagangan, di Hotel Raffles Jakarta (19/2).

GeNose C19 merupakan singkatan dari Gadjah Mada Electronic Nose. Alat yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan didukung penuh oleh Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang berada di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN ini mampu mendeteksi Covid-19 melalui hembusan napas.

GeNose bekerja mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama nafas melalui hembusan nafas ke dalam kantong khusus.

Selanjutnya diidentifikasi melalui sensor-sensor yang datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence).   Ketertarikan lain industri pariwisata menggunakan GeNose C19 juga karena alat pendeteksi Covid-19 ini memiliki tingkat akurasi tinggi, yakni hingga di atas 95 persen.

Penggunaannya pun hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 menit untuk mengetahui hasilnya (skrining Covid-19 menggunakan GeNose).   “Kenyamanan penggunaan GeNose C19 inilah yang membuat kami, insan pariwisata Indonesia, akan menggunakannya di seluruh destinasi wisata baik hotel, restoran, event pameran, spa, café, tempat-tempat hiburan seperti bioskop, tempat rekreasi dan sebagainya,” sambung Sapta Nirwandar.

Hybrid Launching GeNose C19 Inovasi Indonesia untuk Kepariwisataan Indonesia ini dihadiri oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga serta Kepala Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kementerian Kesehatan Vivi Setiawaty serta berbagai asosiasi besar dan pelaku industry pariwisata, seperti PHRI, ASITA, INACEB, ASTINDO, MASATA, INTOA, INACA, IPI, APPBI, HIPPINDO, ASPERAPI, FOKBI dan JTF.   Menristek Bambang Brodjonegoro memberikan apresiasi atas launching GeNose C19 untuk kepariwisataan Indonesia.

“Tepat sekali Pak Sapta Nirwandar mengundang seluruh asosiasi pariwisata, karena industry pariwisata yang paling menderita terdampak pandemic Covid-19.

Sektor pariwisata menggunakan GeNose C19 untuk hidupkan industry pariwisata karena GeNose C19 bisa lakukan skrining Covid-19 secara massif dengan cepat, nyaman dan harga terjangkau,” lanjut Bambang Brodjonegoro dan secara resmi melaunching penggunaan GeNose C19 Inovasi Indonesia untuk Kepariwisataan Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh insan pariwisata Indonesia atas dukungannya terhadap GeNose C19.

“Saya ucapkan selamat dan sukses atas launching GeNose C19 untuk pariwisata Indonesia, semoga dapat mempercepat kebangkitan industry pariwisata,” demikian Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan kegembiraannya.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyatakan kebanggaannya atas kehadiran GeNose C19 ini.

“Saya bangga atas diluncurkannya GeNose C19 yang merupakan inovasi negeri sendiri, dari oleh dan untuk Indonesia,” kata Jerry Sambuaga disambut applause peserta yang hadir di Raffles Hotel.

Acara Hybrid Launching GeNose C19 yang juga didukung oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) ini diakhiri dengan Penandatanganan Nota Dukungan dari Asosiasi Pariwisata Indonesia kepada Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Kesehatan, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk kesediaan mempromosikan dan memanfaatkan GeNose C19 untuk Kepariwisataan Indonesia.

Asosiasi Pariwisata Indonesia yang hadir menandatangani Nota Dukungan adalah:

1. Haryadi Sukamdani, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)

2. Nunung Rusmiati, Chairman Association Of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA)

3. Budi Tirtawisata, Ketua Indonesian Convention & Exhibition Bureau (INACEB)

4. Elly Hutabarat, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (ASTINDO)

5. Panca Sarungu, Ketua Masyarakat Sadar Wisata (MASATA)

6. Ricky, Sekretaris Umum Indonesia Inbound Tour Operator Association (INTOA)

7. Denon Prawiraatmadja, Ketua Indonesia National Air Carrier Association (INACA)

8. I Gede Susila Wisnawa, Ketua Umum Insan Pariwisata Indonesia (IPI)

9. Alphonzus Widjaya, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia  (APPBI)

10. Budihardjo Iduansjah, Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO)

11. Hosea Andreas Runkat, Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI)

12. Lily G Karmel, Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI)

13. Salman Dianda Anwar, Ketua Jakarta Tourism Forum (JTF)

Editor: Ramdan

Sumber : https://zonabandung.com/


  • -

MICE dan Bisnis Even ‘Pertolongan Pertama’ Bagi Pariwisata

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pandemi tahun ini menyebabkan kerugian sekitar Rp 7 triliun bagi industri pariwisata Indonesia khususnya penyelengaraan MICE (Meeting, Incentive Convention and Exhibition). Namun demikian, dalam dua bulan terakhir–mulai perlahan tapi pasti–ada harapan baru, utamanya berkat aktivitas kementerian dan pemerintah daerah melakukan kegiatan penyerapan anggaran di hotel.

Industri MICE dan perjalanan wisata terbukti menjadi pertolongan pertama (first aid) yang berkontribusi dalam perjalanan menuju pemulihan pariwisata dan pemulihan ekonomi khususnya triwulan terakhir.

photo

Hype Festival Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggagas Wonders untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan Tanah Air. – (Hype Festival)

Minggu ini (tanggal 1-3 Desember), sebuah perhelatan pertemuan bisnis berbasis virtual dan bertajuk 2nd Indonesia International MICE Expo 2020 berhasil digelar. Kegiatan ini mempertemukan seller dan buyer pada sesi bisnis One on One menggunakan flaform Jublia Business Matching menghasilkan 570 pertukaran informasi dan 146 pertemuan bisnis langsung selama 3 hari.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaran Kegiatan (Events) Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizki Handayani Mustafa, membuka resmi rangkaian kegiatan IIME 2020. Dia pun menyampaikan optimisme penyelenggaraan MICE kembali bergerak seiring dengan kepercayaan daripada masyarakat, khususnya dalam mengunaka fasilitas MICE termasuk di hotel yang menyosialisasikan protokol kesehatan secara ketat khususnya dukungan Kemenparekraf dengan pemberian sertifikasi CHSE ( Cleanliness Health Safety and Environment Friendly ) secara gratis.

“Kami tetap menghimbau terjadinya pertemuan walau dalam jumlah terbatas agar industri ini tetap berjalan dan kita terbiasa dalam protokol baru. Kami juga berharap dinas pariwisata daerah bekerja sama erat dengan otoritas setempat yang memberikan izin penyeleggaraan acara sesuai protokol kesehatan dalam hal pembatasan jumlah peserta dan dilakukan secara hybrid yaitu online dan offline,” katanya.

Co Founder IIME Panca R Sarungu menyampaikan, untuk membuat acara ini lebih  produktif, sistem Business Matching Jublia yang digunakan IIME 2020 mirip bahkan lebih baik dari dengan yang digunakan oleh beberapa kegiatan Virtual Internasional seperti ITB Asia Singapura dan WTM Inggirs baru-baru ini. Sistim ini, kata dia, memungkinkan pertemuan bisnis tatap muka dan fitur lanjutan lainnya.

Hanya saja, tantangan utamanya adalah membiasakan normal baru dalam diskusi secara online dengan orang baru dan beberapa hal teknis yang kedepan akan terus disempurnakan.

“Terdapat 57 perusahaan penyedia jasa MICE di Indonesia sebagai seller dan 60 buyers dari domestic dan internasional bersemangat untuk mendiskusikan rencana bisnis di tahun 2021, ada harapan dari testimoni yang diberikan dari seller dan buyer pada perhelatan 3 hari ini.  Meski dalam masa pandemi terjadi peningkatan 15 persen dari event pertama,” katanya.

Tercatat buyers yang diseleksi dan lolos kriteria buyer dari Amerika Serikat, Australia, Spanyol, Arab Saudi, Singapura, Filipina, Jerman, India, Nigeria, Belanda dan juga pelaku bisnis dari seluruh Indonesia.

Sementara Awan Aswinabawa, CEO A&T Travel Nusa Tenggara Barat menyambut baik pelaksanaan event ini dan merasakan manfaat dari pertemuan Face to face dengan pihak pembeli dari mancanegara. Untuk ini, dirinya mengapresiasi sistim business matching yang dipilih oleh penyelenggara IIME yang memungkinkan membuat jadual pertemuan, rescheduling dan bahkan presentasi ibarat bertemu langsung.

“Ini kesempatan menarik bertemu banyak calon pembeli produk wisata dari mancanegara walau secara virtual sekaligus memberikan update terbaru jika suatu saat kesempatan berwisata antar Negara dibuka kembali. Ke depan semoga event seperti ini dapat juga dilakukan di berbagai daerah tujuan Wisata MICE,” ujarnya.

Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf Masruroh, pada kesempatan sebelumnya mendukung terjadinya perjalanan oleh para korporasi. “Kami juga menginisiasi kegiatan familiarization trip untuk korporasi, yang diharapkap melihat langsung penerapan protokol CHSE sekaligus membangun kepercayaan kepada para pengambil keputusan dalam perusahaan untuk melakukan perjalanan dinas dan meeting bagi karyawan diluar kantor khususnya ke Destinasi MICE di Indonesia dengan ketentuan dan protokol kesehatan yang berlaku,” ujarnya.

Yang unik dari acara ini, kata Jim Tehusijarana, Co Founder IIME adalah dilakukan 24/7 karena perbedaan waktu seseorang pada pagi hari di London dapat bertemu dengan penjual Indonesia di Denpasar pada malam hari atau sebaliknya. Selain itu ada pertemuan bisnis presentasi yang di dukung PT Telkom Indonesia untuk memberikan kempatan berapa perusahaan melakukan bisnis presentasi.

“Kami juga dengan senang hati mengumumkan bahwa para seller dan buyer masih tetap mempergunaka fasilitas business matching hingga 7 hari ke depan, sehingga buyer dan seller masih dapat beriteraksi hingga tanggal 10 Desember,” ujarnya.

Perhelatan IIME adalah hasil yang bekerja sama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta didukung oleh Asosiasi Pariwisata di Indonesia diantaranya GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia), ASITA (Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia), PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), MASATA (Masyarakat Sadar Wisata), dan IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association).

IIME diorganisir bersama oleh para pelaku usaha di industri MICE yang terdiri dari AlcorMICE sebagai perusahaan yang membawahi beberapa unit usaha, salah satunya di bidang venue. Selanjutnya, RajaMICE yang merupakan perusahaan dibidang professional conference organizer, dan TripEvent sebagai perusahaan yang mengelola trip and event management company.

Sumber : https://republika.co.id/


  • -

President PATA Indonesia Chaptere : Spot Wisata Adventure di Banten Bisa Dikembangkan

Hal itu disampaikan President/CEO PATA Indonesia Chaptere Poernomo Siswoprasetijo saat meluncurkan PATA Indonesia Adventure Travel Mart 2020, di Tanjung Lesung, Kamis (12/11/2020).

“Di Banten dan Jawa barat banyak potensi adventure, makanya wisata adventure di Banten harus di kembangkan bersama. Banyak sekali potensi wisata adventure di Banten yang bisa di manfaatkan,” ujar Poernomo.

Selain itu, lanjut Poernomo, di daerahnya yang menjadi tempat wisata adventure, para pelaku seperti pokdarwis dan UKM harus menerapkan protokol kesehatan kepada wisatawan.

“Jadi kalo di daerahnya masyarakatnya patuh terhadap prokes covid 19, tentu wisatawan yang datang terlindungi dengan baik, ini sangat penting,” terangnya.

Dikatakan Poernomo, promosi wisata adventure juga harus dilakukan melalui pelaku pelaku pariwisata dan juga media sosial sangat besar perannya.

“Jadi sehabis mereka berkunjung posting di medsos, kalo perlu anak anak muda lokal setempat di undang. Jadi mereka tau potensi wisata adventure didaerahnya,” tandasnya.(Aden)

Sumber : https://www.detakbanten.com/


  • -

PIATM 2020 Beri Semangat Baru Bagi Dunia Wisata

ASKARA – Sejumlah assosiasi pariwisata mendukung wisata virtual bertajuk PATA Indonesia Adventure Travel Mart 2020 (PIATM 2020) pada 12-13 November 2020 dipusatkan di lokasi wisata Tanjung Lesung.

Ketua Assosiasi Pendaki Gunung Indonesia (APGI) Cecilia Vita menuturkan, 10 tahun terakhir wisata petualangan khususnya gunung menjadi salah satu yang diminati para petualang domestik dan mancanegara.

“Tingkat kunjungan di kawasan pendakian menjadi sangat tinggi karena keinginan pendaki yang ingin melihat indahnya Indonesia,” tutur Cecilia Vita dalam keterangannya, Kamis (12/11).

Tidak hanya gunung-gunung di Pulau Jawa saja yang kerap dibanjiri pendaki, bahkan sampai gunung di ujung Sabang (Gunung Leuser) ke gunung di Papua (Gunung Carstenz).

“Para Tour Operator, atau pebinis wisata petualangan, berlomba meningkatkan kualitas perjalanannya, dan mensertifikasi para pemandunya,” kata Cecilia Vita.

Dia menjelaskan, PATA Indonesia Adventure Travel Mart 2020 memberikan harapan baru, semangat baru, nafas baru bagi dunia usaha wisata petualangan khususnya gunung. Para pengusaha wisata dibukakan lagi peluang untuk membentuk pasar baru yang disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Ketua PB Federasi Arung Jeram Indonesia Amalia Yunita mengemukakan, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi paling terpuruk akibat pandemi.

Salah satu sub sektor dalam parowisata wisata arung jeram yang sudah dikenal di Indonesia. Wisata arung jeram mayoritas berada di lingkungan yang masuk dalam zona hijau Covid-19.

“Diharapkan wisata ini dapat kembali tumbuh, dengan adanya protokol CHSE dengan label I do Care,” tutur Amalia.

Asosiasi lain turut mendukung event itu di antaranya GIPI, PHRI, IHGMA, ASTINDO, ASITA, MASATA, CMSI, GAHAWISRI, IAATA, PUWSI, dan PUWSI.

PB FAJI mendukung adanya PATA Adventure Travel Mart 2020 sebagai salah satu inisiatif untuk kembali menggerakkan pariwisata khususnya wisata petualangan selama dekade terakhir meningkat pesat.

Event ini merupakan kolaborasi PATA Indonesia dengan Raja MICE didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan  Pemerintah Kabupaten Dairi sebagai partner destinasi dan asosiasi pariwisata.

Sumber : https://www.askara.co/


  • -

Pokdarwis Diminta Terus Berkontribusi untuk Kemajuan Desa Wisata di NTB

Mataram, MN – Tidak diragukan lagi bahwa sektor pariwisata merupakan daya pikat utama di Provinsi NTB. Budaya serta keindahan alam NTB menjadi magnet, bukan hanya di dalam negeri, namun hingga ke seluruh dunia. Oleh karenanya, pariwisata menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTB.

Berbagai ikhtiar dan sinergi dengan berbagai kalangan terus dibangun guna semakin melejitkan pariwisata di NTB. Salah satunya dengan dibentuknya organisasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam dunia pariwisata.

Dalam hal ini, Komite Pokdarwis NTB yang baru saja dibentuk pada bulan Agustus telah melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan sinergi dengan pemerintah untuk mempercepat akselerasi pariwisata NTB. Bahkan, dalam waktu dekat Pokdarwis NTB akan segera melakukan Musyawarah Daerah (Musda) dengan Pokdarwis yang ada di kabupaten/kota se-NTB.

Hal inilah yang diungkapkan Ketua Komite Pokdarwis NTB saat bersilaturahmi dengan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertempat di Ruang Kerja Wagub, Senin, 2 November 2020. Turut pula mendampingi Wagub dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos., M. Si.

Wagub kemudian mengapresiasi semangat Pokdarwis NTB yang bertekad kuat memajukan pariwisata di NTB. Umi Rohmi sapaan akrabnya, kemudian mengarahkan agar Komite Pokdarwis terus menjalin sinergi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Ini tidak bisa hanya dipikirkan oleh satu orang saja, harus bersinergi karena ini multisektor,” ucapnya.

Umi Rohmi kemudian mengungkapkan jika program unggulan 99 Desa Wisata yang saat ini digaungkan Pemprov merupakan bentuk keterlibatan masyarakat dalam memajukan desanya. Ia percaya setiap desa memiliki potensi yang apabila dimanfaatkan sebaik mungkin akan berbuah manis bagi masyarakat desa itu sendiri.

“Program Desa Wisata yang kita maksudkan ini sebenarnya untuk memancing desa-desa ini agar berbenah, karena kita percaya setiap desa itu punya potensi,” jelas Umi Rohmi.

Desa Wisata diibaratkan sebagai rumah besar, dimana di dalamnya terdapat banyak aspek yang dapat dikembangkan. Untuk itu, kesuksesan Desa Wisata diharapkan dapat memberikan efek berganda bagi masyarakat. Umi Rohmi optimis, pariwisata NTB akan semakin eksis apabila didukung penuh oleh seluruh pihak dan elemen masyarakat NTB.

“Kalau anak mudanya semangat, pemerintah desanya semangat, Pokdarwisnya semangat, maka pasti desanya juga akan maju,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Pokdarwis NTB, Yogi Birul Walid Sugandi menerangkan jika terbentuknya Komite Pokdarwis NTB yakni sebagai mitra strategis Pemprov untuk mempercepat rangkaian kegiatan desa-desa wisata.

Ia pun mengungkapkan dalam waktu dekat Komite Pokdarwis NTB akan segera menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda). Rangkaian kegiatan juga telah dilakukan menuju Musda tersebut.

“Salah satunya adalah Road Show Lombok-Sumbawa dan bertemu dengan Pokdarwis, membuat FGD, serta menghasilkan diskusi-diskusi yang serius dan hangat untuk akselerasi percepatan pariwisata,” aku Yogi.

Kedepannya, Yogi berharap pariwisata di NTB dapat semakin terintegrasi dengan baik. Begitu juga dari sisi kelembagaan, yang disebutnya butuh perhatian serius dari seluruh pihak.

“Kelembagaan dalam arti di sini pengelola masing-masing kawasan itu betul-betul bagus kapasitasnya dan terintegrasi, harapan kita itu disana,” pungkasnya.

Sumber : https://mataramnews.co.id/


  • -

Harapan Pada Desa Wisata Agar Mampu Sebagai Stimulus Kebangkitan Kembali Pariwisata Indonesia

Desa Wisata merupakan salah satu bentuk Kelembagaan di bidang pariwisata yang membutuhkan pengelolaan strategis demi keberlangsungan suatu destinasi dan industri pariwisata. Sebagaimana berwisata merupakan dambaan setiap orang, baik lokal – domestik – internasional maka desa wisata pun perlu menciptakan hal-hal kreatif dan unik untuk mendukung popularitas dan daya tarik destinasi. Saat ini ketika pandemi COVID-19 melanda, orang akhirnya tidak bisa berwisata baik karena disiplin agar tidak bepergian untuk memutus mata rantai penyebaran virus selain alasan keterbatasan keuangan.

Foto : Ketut Swabawa, Sekjen DPD MASATA BALI bersama ketua Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkomdewi) Provinsi Bali, I Made Mendra Astawa di Kaniva-Student Coffee di Mengwitani, Badung

Bagaimana prospek kebangkitan pariwisata pasca pandemi? Menurut Ketut Swabawa, Sekjen DPD MASATA BALI, dampak pandemi pada perubahan perilaku manusia dan kampanye protokol kesehatan mengarahkan target kunjungan wisatawan ke pedesaan. “Untuk jangka pendek sepertinya demikian, wisatawan cenderung memilih low risk covid destination dengan kriteria jauh dari keramaian, cahaya matahari maksimal, sirkulasi udara yang sempurna serta terhindar dari populasi padat dan kerumunan pengunjung. Untuk Bali sangat mudah karena kita punya banyak desa wisata di seluruh kabupaten/kota, tinggal bagaimana kita bisa membangkitkan optimisme pelaku kegiatan wisata di desa dalam menyiapkan produk, layanan dan tata kelola yang adaptif dengan standar CHSE yang menjadi concern kita bersama” kata Swabawa ketika mengadakan pertemuan tatap muka dengan ketua Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkomdewi) Provinsi Bali, I Made Mendra Astawa di Kaniva-Student Coffee di Mengwitani, Badung pada hari Rabu bertepatan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2020.

Ditambahkannya pula bahwa pelaku usaha pariwisata saat ini harus bergandengan tangan dan menghindari strategi pengelolaan yang fraksional. Semua harus bersatu padu dalam spirit membangun industri pariwisata. “Kita harus menyadari bahwa wisatawan ke Bali untuk berwisata, jadi destinasi nya harus dijamin bagus dan menarik, destinasi kan ada di desa baik secara kewilayahan maupun pengelolaannya. Setelah menentukan destinasi barulah mereka memikirkan akan menginap dimana, cari hotel apa dan dimana. Jadi industri hotel pun saya kira harus memikirkan destinasi ini secara nyata karena dampaknya akan mereka nikmati” ujar mantan Wakil Ketua DPD IHGMA Bali periode 2016-2020 ini.

Mendra Astawa menyampaikan menyambut baik terbentuknya MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) di Bali. Menurutnya semakin banyak yang memikirkan desa wisata di Bali akan semakin baik. “Kami dari Forkomdewi Provinsi Bali tentu sangat senang dengan keberadaan MASATA Bali dan siap bersinergi membangun dan mendampingi desa wisata yang ada. Tadi kami sudah jelaskan banyak hal tentang keberadaan dan karakteristik desa wisata yang ada di Bali. Termasuk kendalanya dan berharap MASATA Bali bisa mengambil peran strategis untuk memecahkan permasalahan bersama-sama” kata Mendra Astawa yang telah malang melintang di dunia pariwisata dan berbagai asosiasi ini.

Foto : Dr.(C). I Made Ramia Adnyana, SE.,MM,.CHA (Wakil Ketua Umum DPP IHGMA ).

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum DPD MASATA BALI, Dr.(C). I Made Ramia Adnyana, SE.,MM,.CHA menyampaikan program kerja jangka pendek asosiasi yang dipimpinnya sejak 3 Oktober 2020 ini adalah membentuk DPC di seluruh kabupaten/kota di Bali serta persiapan mengikuti Rakernas MASATA I 2020 yang akam dilaksanakan pada akhir November depan di Bandung. “MASATA telah ditunjuk oleh Kemenparekraf RI sebagai mitra kerja dalam mewujudkan desa wisata kategori Mandiri sebanyak 250 desa secara nasional hingga tahun 2024 mendatang. Jadi program kami sangat jelas yakni membangun kemandirian desa wisata dalam mewujudkan pariwisata berkualitas berbasis budaya dan kerakyatan. Rakernas bulan depan akan diikuti 10 DPD dan 34 DPC seluruh Indonesia dan kami dari Bali akan sampaikan hal-hal strategis dalam membangun desa wisata di era digital ini sehingga semakin dikenal secara global” kata pria yang juga Wakil Ketua Umum DPP IHGMA ini.

Sumber : http://www.ihgma.com/


  • -

Garut Menjadi Garda Terdepan Penerapan Pariwisata Berbasis CHSE

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Bapekraf) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknis Kemitraan Strategi Promosi Pariwisata di Era Adaptasi Kebiasaan Baru di Garut pada Rabu (28/10/2020). Bimtek kali ini mengajarkan penerapan pariwisata berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environtment Sustainability (CHSE)

Direktur Pemasaran Regional I, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Bapekraf, Vinsenius Jemadu mengatakan melalui Bimtek ini Garut akan menjadi garda terdepan dalam penerapatan pariwisata berbasis CHSE. Ia menambahkan pariwisata berbasis CSHE ini merupakan salah satu strategi menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saat pandemi seperti ini, CHSE menjadi pedoman wisatawan untuk menentukan destinasi wisata yang akan ditujunya. Pandemi membuat orientasi wisatawan dalam melakukan perjalanan mengalami perubahan drastis.” ujar Vinsensius Jemadu di Garut.

CSHE ini dibuat sebagai salah satu upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kemenkes membuat peraturan ini sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Sumber : https://infogarut.id/


  • -

Kemenparekraf Yakin Pariwisata Akan Jadi Sektor Utama Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Pasca Pandemi

Direktorat Pemasaran Pariwisata Regional I, Deputi Bidang Pemasaran, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan DPP Masyarakat Sadar Wisata (MASATA), melaksanakan FGD dengan tema Strategi Reaktivasi Pariwisata Nusantara.

FGD yang dilakukan di Hotel Bukit Randu, Kamis, 8 Oktober 2020 itu dilaksanakan seiring dengan keyakinan sektor pariwisata akan menjadi sektor utama penggerak meningkatkan pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi Covid-19, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, dan mengatasi pengangguran.

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dihadiri oleh seluruh stakeholders pariwisata, dan pengurus MASATA dari Sumatera serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional 1 Kemenparekraf Vinsesnius Jemadu, yang menjadi keynote speaker secara daring pada FGD ini mengungkapkan, potensi pariwisata domestik sebanyak 260 Juta, tahun lalu sebelum pandemi terus dicoba untuk dipertahankan karena pariwisata adalah salah satu safety net ekonomi Indonesia.

Seiring dengan itu Kemenparekraf membuat program InDOnesia CARE (IDOCARE) untuk melakukan protokol kesehatan dan kampanye wisata #DiIndonesiaAja, bekerjasama dengan assosiasi dan stakeholder terkait termasuk pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Edarwan, sebagai tuan rumah sangat mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf bersama MASATA.

Pada kesempatan ini Edarwan memaparkan tentang potensi pariwisata di Lampung dengan 3 zonasi, yaitu Zona I Teluk Lampung, Selat Suekrnda, dan sekitarnya. Zona II Pesisir, Pantai Barat, TN BBS dan sekitarnya. Kemudian zona III TN Way Kambas dan sekitarnya.

“Lampung memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa dan ke depan ini akan terus kami kembangkan dengan berkolaborasi dengan berbagai stakeholders terkait, agar perekonomian masyarakat dapat semakin meningkat,” kata Edarwan, Kamis.

Ketua Umum MASATA Panca R Sarungu, menyampaikan, di masa pandemi Covid-19, stakeholders kegiatan pariwisata harus saling mendukung agar industri pariwisata semakin tangguh melewati tantangan.

Kata kuncinya saat ini adalah kolaborasi, masa pandemi ini memberikan kesempatan untuk duduk bersama dan memanfaatkan kekuatan wisata nusantara khususnya dalam mendukung kampanye Kemenparekraf #DiIndonesiaAja.

“Misalnya wisata dalam pulau yang sama atau antar pulau yang berdekatan seperti Jakarta ke Lampung atau Bandung ke Palembang,” kata Panca.

Panca menambahkan, hikmah pandemi Covid-19 adalah para pihak yang terlibat dalam keseluruhan kegiatan pariwisata semakin menyadari betapa pentingnya keterpaduan antarsektor, antar-aktor, dan antardaerah, serta keterpaduan antara pusat dan daerah dalam wujud sinergitas dan kolaborasi dalam mempersiapkan Indonesia menuju destinasi pariwisata International berwawasan pariwisata berkelanjutam atau sustainable tourism.

Executive Vice President Business Service Telkom Indonesia Syaifudin yang juga juga hadir secara daring menyampaikan paparan terkait strategi digitalisasi dalam membantu pemulihan sektor pariwisata daerah.

Sebagai perusahaan plat merah, Telkom Indonesia akan terus meningkatkan layanan khususnya pariwisata.

Utamanya melalui pemanfaatan data insights sebagai dasar analisis market yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan, data driven marketing plan, pembuatan strategi promosi, serta monitoring dan evaluasi hasil promosi yang dapat membantu membuat kebijakan pariwisata di destinasi.

Sekertaris Jendral DPP MASATA Andi Azwan menyampaikan dipilihnya Lampung sebagai lokasi dikarenakan adalah Jantung di Sumatera dari hasil dari pembangunan infrastruktur penggerak pariwisata Nusantara.

Ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan lebih dari 2.000 km jalan tol tersambung dari Lampung hingga Aceh pada akhir 2024.

Rencananya jika seluruh target tercapai, membangun lebih dari 3.000 km jalan tol dalam 10 tahun memerintah atau sekitar 300 km setiap tahunnya, tidak saja mendukung pergerakan barang namun juga orang berwisata

Dia menyadari, kepariwisataan akan berubah pasca-pandemi Covid-19. MASATA menjadi perkumpulan yang berperan strategis dalam upaya menopang kebangkitan pariwisata Indonesia di tengah perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Terhadap kepariwisataan yang memelihara kelestarian alam, lingkungan, dan sumberdaya, MASATA juga meyakini, kepariwisataan akan memajukan kebudayaan, mengangkat citra, memupuk cinta tanah air, memperkukuh jati diri, dan mempererat kebangsaan.

Sumber : https://lampung.tribunnews.com/


  • -

“Jakarta PSBB lagi , MASATA dorong Hotel serta lokasi wisata di Jabar dan Banten perketat protokol kesehatan serta sosialisasikan “_Say CHSE_”

Category : Berita Pariwisata

WhatsApp Image 2020-08-28 at 13.43.40

Jakarta 14 September 2020
Setelah ditetapkan hari ini dimulainya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemda DKI , amino berwisata warga Jakarta diperkirakan tetap ada dan diperkirakan “bergeser” ke Jawa Barat dan Banten namun demikian warga DKI yang berStaycation untuk hotel di Jakarta diperkirakan masih tetap ada ditengah himbauan untuk tetap dirumah.

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 minggu lalu menlasir 70 dari 514 Kabupaten kota seluruh Indonesia masuk dalam Zona “merah” . Untuk Jawa Barat yaitu Kota Bekasi, Kota Depok dan Kabupaten Bekasi sedangkan Banten adalah Kota Tangerang , Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang. Kemarin ini Kawasan Puncak yang meliputi tiga kecamatan yakni Ciawi, Megamendung dan Cisarua, di Kabupaten Bogor masuk dalam zona merah.

Untuk memudahkan masyarakat dalam mengetahui standar protokol kesehatan, MASATA saat mengkampenyekan ‘Say CHSE’ yang merupakan konsep sekaligus slogan yang digelontorkan oleh MASATA dalam mendukung protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam program InDOnesia Care ( Idocare) khususnya di tempat wisata.

Sekertaris Jendral DPP MASATA Andi Azwan mengatakan, Kehadiran konsep SAY CHSE yang diusung bersama ini diharapkan berkontribusi sebagai katalisator pergerakan Ekonomi nasional tidak hanya dalam berwisata namun perjalanan bisnis dan pemerintahan “ Untuk pasar Leisure, saat ini kami mendorong pergerakan wisatawan lokal khususya wisata alam terbuka, diharapkan kepercayaan ini tetap dijaga oleh para pengelola objek wisata” Lanjut Azwan “Minggu lalu Pengurus DPC Lebak Banten sudah mulai mensosialisasikan protokol ini di kawasan Gunung Luhur dan akan kami teruskan didaerah lain di seluruh Indonesia.

Dyson Toba, CEO Consina yang memiliki produk dan layanan outdoor memperkirakan antusiasme komunitas warga DKI mungkin sedikit berkurang namun perjalanan keluarga menuju lokasi alam akan terus berlanjut” Selama lokasi wisata dibuka pengunjung akan datang khususnya di Jawa Barat dan Banten, masih banyak lokasi2 Hijau yang bisa dikunjungi misal daerah sekitar Sukabumi khususnya kawasan Geopark Ciletuh, Garut , Lebak dan Pandegelang.

Ketua DPD Jawa Barat Barry Oroh “ Kami mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Jawa barat khususnya yang terbiasa menjadi lokasi wisata warga DKI untuk turun langsung dan memastikan protokol dan pembatasan pengunjung berjalan balik, untuk hotel berbintang memang kesadaran pengelola hotel lebih baik dan sudah memiliki protap khususnya mengatisipasi lonjakan wisata atau kegiatan MICE dan Pemerintahan”

Kepala Bidang CHSE Dewan Pimpinan Pusat MASATA dr. Puspa H. Widyowati mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati hati khususnya berwisata di daerah bukan hijau apalagi ditemukan juga klaster tempat makan/ restoran “Kami terus mendukung sosialiasi program pemerintah ditempat wisata dan dalam waktu dekat DPP MASATA juga akan meluncurkan kerjasama dengan GOTIX dalam memastikan kenyamanan dan keamanan para wisatawan saat mengunjugi tempat wisata” Lanjut Puspa “ Untuk tahap pertama program ini di Seluruh Jawa Bali , Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan”

Sementara itu Didien Junaedy, Ketua Umum GIPI (Gabungan Industri Pariwisata Indonesia ) yang juga Anggota Dewan Pembina DPP MASATA menyambut baik inisiatif SayCHSE “ Kami mendukung organisasi Pariwisata yang berkolaborasi, baik secara horizontal dengan sesama Asosiasi dan Horisontal dengan pihak pihak lain termasuk swasta, masa pandemi ini dapat digunakan untuk “Reset” atau mensetting ulang kebijakan dan strategi pariwisata kedepan”


  • -

Gojek dan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Dorong Penerapan Protokol Kebersihan Pengelola Wisata dan Atraksi Indonesia

Jakarta, 28 Agustus 2020 — Sebagai perusahaan anak bangsa, Gojek selalu berupaya menjadi yang terdepan dalam mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru di ruang publik.

Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi antara GoTix dan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA). GoTix, yang merupakan platform ticketing LOKET serta bagian dari ekosistem Gojek, bersama dengan MASATA memperkenalkan inovasi terkini, GoTix Super Partner, untuk mendorong penerapan standarisasi kebersihan oleh pengelola destinasi wisata dan atraksi.

Melalui GoTix Super Partner, destinasi wisata dan atraksi dipastikan akan memenuhi tiga syarat utama yaitu:

1. Jumlah pengunjung tidak lebih dari 50% GoTix mengaktifkan fitur manajemen kapasitas dan sistem yang mendukung alokasi pengaturan waktu bagi pengunjung agar tidak terjadi penumpukan pengunjung dalam sekali kunjungan.

2. Standar kebersihan terpenuhi GoTix melakukan penilaian secara berkelanjutan terhadap kebersihan di destinasi wisata dan atraksi, termasuk survei setiap bulan ke destinasi wisata dan atraksi oleh MASATA untuk memastikan pelaksanaan standarisasi kebersihan.

3. Sosialisasi kebiasaan baru di destinasi wisata GoTix dan MASATA secara rutin menggelar seminar virtual untuk mensosialisasikan kebiasaan baru yang harus diikuti oleh pengunjung. Seminar virtual akan ditayangkan di situs pengelola destinasi wisata atau atraksi maupun di platform GoTix dan situs www.go-tix.id. Head of LOKET Tubagus Utama mengungkapkan, “Sebagai perusahaan teknologi manajemen event terpercaya di Indonesia, kami terus berupaya menjalankan komitmen untuk mendukung industri event dan entertainment agar tetap optimal di masa adaptasi kebiasaan baru, dengan semakin mengedepankan aspek kesehatan, kebersihan, dan keamanan (J3K).

Selama periode ini, protokol kesehatan dan kebersihan merupakan syarat dasar dalam menjalankan usaha yang melibatkan pengunjung. Sebagai platform ticketing bagian dari LOKET, GoTix hadir untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses dan membeli beragam tiket event hiburan, termasuk destinasi wisata dan atraksi.

MASATA yang memiliki komitmen dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Indonesia merupakan mitra yang tepat bagi kami dalam merangkul para pengelola destinasi wisata dan atraksi Indonesia agar bahu-membahu menerapkan protokol kebersihan di lokasi, demi keamanan dan kenyamanan bersama.

” Melalui program GoTix Super Partner, GoTix mendorong para pengelola destinasi wisata dan atraksi untuk menerapkan protokol yang mengacu pada organisasi kesehatan resmi, dengan memanfaatkan platform reservasi online yang dilengkapi fitur manajemen kapasitas. Dengan dukungan MASATA, program GoTix Super Partner juga akan mengedukasi standar-standar yang perlu diterapkan oleh pengelola destinasi wisata dan atraksi selama masa tatanan hidup baru.

Ketua Umum Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Panca R Sarungu menyatakan kerja sama ini adalah sebuah kolaborasi partisipatif antar perusahaan super app dengan gerakan pariwisata berbasis komunitas untuk ikut mendorong perekonomian namun tetap menjaga kenyamanan dan keamanan. “Kami berharap sosialisasi tempat berwisata yang melibatkan banyak UMKM khususnya yang menerapkan protokol kesehatan dapat terinformasi dengan baik kepada masyarakat khususnya 125 juta pengguna Gojek di seluruh indonesia,” lanjut Panca.

“Pengurus daerah kami secara suka rela akan bekerja sama dengan pemilik lokasi wisata, untuk turut aktif memikirkan atraksi baru yang dapat ditawarkan pada pengguna aplikasi Gojek.”

MASATA dalam penerapan kerja sama ini mengadaptasi protokol kesehatan yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu pada prinsip Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). “Untuk memudahkan para pemilik lokasi wisata dan masyarakat mengetahui penerapan yang maksimal dalam kerja sama ini, kami di saat bersamaan juga memulai kampanye protokol kesehatan dengan icon ‘SAY CHSE,” ungkap Panca. Para mitra wisata dan atraksi yang bergabung dalam GoTix Super Partner akan mendapatkan kesempatan untuk memperluas jangkauan pengunjung melalui eksposur optimal di platform GoTix pada aplikasi Gojek dengan mengenakan tanda Hygiene Protocol Applied. Selain itu mitra dapat menjadi percontohan bagi para pelaku destinasi wisata dan atraksi lain di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya menyatakan dukungan dalam upaya memastikan standarisasi kebersihan di destinasi wisata dan atraksi, “Kami mengapresiasi Gojek yang secara cepat dan tanggap mendukung pemerintah untuk mensosialisasi dan mengimplementasi protokol kesehatan InDOnesia CARE melalui inisiatif GoTix Super Partner.

Upaya untuk menyukseskan ‘InDOnesia CARE’ ini perlu didukung oleh berbagai pemangku kepentingan termasuk pihak swasta dan kami berharap inisiatif Gojek ini dapat menjadi contoh bagi pihakpihak lainnya.” Langkah penerapan protokol kebersihan dalam GoTix Super Partner diharapkan dapat membantu menciptakan kesadaran para pengelola destinasi wisata dan atraksi hiburan untuk menerapkan standar protokol yang tepat demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. GoTix dan MASATA akan secara aktif menyuarakan gerakan standarisasi kebersihan ini demi mendukung penuh tatanan hidup baru di ruang publik wisata dan atraksi.

Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung atas kebersihan dan tingkat higienitas destinasi sehingga mereka merasa aman dan nyaman selama kunjungan. Kolaborasi ini pun sejalan dengan Kampanye Penerapan Protokol Kesehatan ‘InDOnesia CARE’ yang baru-baru ini diluncurkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif luncurkan untuk menghadirkan destinasi wisata dan atraksi yang mengedepankan sanitasi, higienitas, dan pelayanan tanpa kontak langsung.

Tentang Grup Gojek Gojek merupakan perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara, yang memelopori konsep super app dan ekosistem terintegrasi. Gojek didirikan dengan keyakinan bahwa teknologi dapat mempermudah kehidupan sehari-hari dengan menghubungkan konsumen dengan penyedia barang dan jasa terbaik di bidangnya. Sejak berdiri pada 2010, Gojek mengawali perjalanannya dengan layanan kurir pengantaran barang dan transportasi roda dua.

Aplikasi Gojek pertama kali diluncurkan pada Januari 2015 di Indonesia, dan kini telah berkembang menjadi super app terdepan di Asia Tenggara, menawarkan berbagai layanan mulai dari transportasi dan pembayaran digital, pesan-antar makanan, logistik, dan berbagai layanan on-demand lainnya. Gojek kini beroperasi di kota-kota utama di lima negara di Asia Tenggara.

Per Juni 2020, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh hampir 190 juta kali oleh pengguna Gojek di Asia Tenggara. Melansir data dari App Annie ‘2020 State of Mobile Report’, Gojek menjadi aplikasi on-demand paling banyak digunakan masyarakat Indonesia sepanjang 2019. Sebagai super app, Gojek berkomitmen selalu menghadirkan solusi guna memecahkan masalah yang masyarakat hadapi seharihari, sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup jutaan masyarakat pengguna aplikasi Gojek di Asia Tenggara, khususnya di sektor informal dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).Aplikasi Gojek tersedia untuk diunduh melalui iOS dan Android.

Tentang MASATA MASATA (Masyarakat Sadar Wisata)

Adalah organisasi pariwisata yang berbasis komunitas Indonesia yang memiliki visi sebagai organisasi pelaku, pecinta, pemerhati pariwisata Indonesia yang berkompeten untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

Berdiri tahun 2018, MASATA saat ini memiliki 75 Pengurus daerah seluruh Indonesia baik tingkat Kabupaten dan Kota di 20 Provinsi sedangkan, Target di 2021 MASATA akan hadir di 251 Kabupaten kota di 34 Provinsi. Secara singkat, lima (5) adalah fokus pada mendukung sektor pariwisata sebagai penyumbang devisa terbesar, meningkatkan ekonomi daerah melalui Pariwisata, Ikut mendorong desa wisata, kawasan wisata, dan destinasi wisata, sebagai narahubung dalam kepentingan pusat dengan daerah dan yang terakhir membangun sinergitas dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam industri.

Ada pun lima (5) pilar program organisasi tahun 2020 adalah Penerapan Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) pada destinasi wisata, Pendukungan UMKM, Pembangunan Jejaring Pemasaran Nasional, Pengembagan SDM dan Dukungan Padat Karya Pariwisata. Khusus Pengembangan SDM, sejak Maret 2020 MASATA berkolaborasi dengan ITEL (Indonesia Tourism E-Learning), sebuah platform pelatihan pariwisata gratis berbasis Aplikasi yang telah menjangkau ribuan siswa.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Judica Nababan VP Corporate Affairs Gojek judica.ratauli@gojek.com

Windy Agustian DPP MASATA MASATA chsgotix@masata.or.id

Dede Kartika Konsultan Komunikasi Gojek Artemis dede.kartika@artemishub.id