Category Archives: Kementerian

  • -

Soal Pembukaan Pariwisata Bali, Ini Kata Menpar Wishnutama

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (16/6/2020) pukul 14.43 Wita. Wishnutama mengatakan, kunjungannya kali ini untuk membicarakan kesiapan Bali terkait pembukaan pariwisata di saat new normal bersama pemerintah daerah. Ia belum memastikan kapan pariwista di Bali akan dibuka kembali.

“Belum tahu (kapan dibuka), kan tergantung kesiapan daerah masing-masing. Itu yang mau dibicarakan,” kata Wishnutama, di Bandara Ngurah Rai, Selasa (16/6/2020) sore. Ia juga mengatakan, Bali seharusnya sudah siap dalam new normal. “Iya, harusnya siap ya. Saya lagi memastikan saja,” kata dia. Sebelumnya, Gubernur Bali I Wayan Koster angkat bicara terkait permintaan pembukaan sektor pariwisata yang disampaikan sejumlah pihak. Koster tak ingin buru-buru mengambil keputusan itu.

“Kita jangan terburu-buru terpancing dengan sodokan agar kita cepat membuka pariwisata,” kata Koster, di Gedung DPRD Bali, Senin (15/6/2020). Koster mengaku, sudah mendapat arahan dari Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo agar hati-hati dalam membuka sektor pariwisata. Pemerintah Provinsi Bali, kata dia, mempertimbangkan dinamika kasus Covid-19 sebelum membuka sektor pariwisata.

Sumber : https://regional.kompas.com/


  • -

Ngabuburit Pariwisata Nasional

Undangan

Masa Tanggap Darurat COVID untuk dunia Pariwisata diperhatikan namun pentingnya juga _Preparing the Post_ dimana akan muncul PARADIGMA BARU PARIWISATA, Bagaimana prospeknya di Daerah khususnya di Jawa Barat ? DPD GIPI Jabar didukung DPP GIPI dan MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) mengundang NGABUBURIT PARIWISATA NASIONAL. 2020

Senin 27 April 2020 jam 16.00-17.00 WIB Via ZOOM
Daftar di www.bit.ly/NPNGIPI ( Gratis/ Tempat terbatas)

Inget setiap Senin dan Kamis #NPNGIPI #ngabuburitParekraf


  • -

Dear Wishnutama, Pramuwisata Menanti Kepastian Kartu Pra Kerja

Jakarta -Di tengah corona, Kartu Pra Kerja dijanjikan oleh Kemenparekraf untuk membantu pekerja industri. Hingga kini, pramuwisata pun masih menanti kejelasan.

Untuk membantu para pekerja industri pariwisata yang terdampak corona, Kemenparekraf hingga DPR mengeluarkan anggaran darurat berjumlah 1 triliun rupiah. Hal itu menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI Pendidikan dan Pariwisata, Dede Yusuf dalam Webinar yang diadakan oleh Indonesian Food & Beverage Executive Association (IFBEC) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) pada Kamis lalu (9/4).

Diungkapkan olehnya, selama masa pandemi ada beberapa fase yang akan masyarakat lalui. Fase yang pertama, yaitu yang sekarang sedang dialami berupa tanggap darurat.

“Untuk tanggap darurat saat ini realokasi untuk anggaran yang diambil pariwisata adalah 500 miliar untuk memberikan pelatihan-pelatihan pekerja pariwisata untuk masa kosong seperti ini dan mendukung kartu pra kerja dari karyawan PHK atau pekerja honorer yang mendapat uang harian,” kata Dede.

Sementara itu, pada Selasa (7/4) Deputi Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Fajar Utomo, mengatakan bahwa Kemenparekraf menjaring 55 ribu-80 ribu tambahan orang untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja. Ia optimistis bisa segera menambah 120 ribu orang lagi untuk bisa didaftarkan ke dalam Kartu Pra Kerja.

Sekilas, anggaran darurat berjumlah hingga 1 triliun rupiah hingga Kartu Pra Kerja yang dijanjikan pemerintah dan lembaga terkait memang cukup menjanjikan. Hanya bagi kalangan pramuwisata dan tour leader, masih membingungkan.Sementara itu, pada Selasa (7/4) Deputi Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Fajar Utomo, mengatakan bahwa Kemenparekraf menjaring 55 ribu-80 ribu tambahan orang untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja. Ia optimistis bisa segera menambah 120 ribu orang lagi untuk bisa didaftarkan ke dalam Kartu Pra Kerja.

“Kemenparekraf menawarkan Kartu Pra Kerja, tapi kami kan terus terang masih bingung. Apa itu kartu Pra Kerja? Karena apa yang ada di benak teman-teman adalah uang cash BLT, Bantuan Langsung Tunai, tapi itukan kayaknya gak mungkin,” ujar Ketua DPP Himpunan Pramuwisata (HPI) Jakarta, Revalino Tobing atau akrab disapa bang Lino pada detikcom via sambungan telepon, Senin (20/4/2020).

Lino pun mengatakan, kalau pihaknya dan pengurus pusat telah mendaftarkan seluruh pramuwisata dan tour leader yang terdampak virus corona ke Kemenparekraf. Hanya belum ada kejelasan.

“Sementara Kemenparekraf minta pada DPP Pusat, daftar nama anggota lengkap dengan NIKnya penduduk KTP lain-lain. Itu sdah kami kumpulkan hampir 10 ribu orang. Karena anggota seluruh Indonesia hampir 12 ribuan. Sudah kita berikan, tapi gak ada kabar,” ujar Lino.

Hanya diakui Lino, sudah ada perwakilan dari Kemenparekraf yang telah mengontaknya untuk memberi bantuan lewat program yang disebutnya padat karya. Hanya dalam pelaksanaannya, masih sulit bagi para pramuwisata.

“Masalahnya program padat karya kami ini kan pahamnya hanya pariwisata. Kami ini pemandu wisata, teman-teman juga gak semuanya punya bakat yang sama. Tahunya hanya cerita storytelling dan lain-lain. Nah, jadi tawaran atupun kalau ditanya kira-kira program apa untuk padat karya kami masih bingung,” urai Lino.

Dijabarkan Lino, program padat karya itu bervariasi dari pelatihan hingga bidang agrikultur. Hanya dirasa Lino, masih kurang tepat.

“Kecuali kalau pelatihan yang untuk meningkatkan kemampuan sang guide, kami bisa. Tapi itu pun gak semua jadi pengajar, karena dia konsepnya semua jadi pengajar. Kalau semua jadi pengajar siapa yang jadi murid? Kami ditawarkan juga untuk agrowisata, suruh naneem-nanem. Kami di Jakarta mana ada yang punya lahan,” ujar Lino.

Sebagai penyambung keindahan pariwisata Indonesia di garda terdepan, Lino yang mewakili pramuwisata dan para tour leader merasa masih kurang mendapat perhatian dari para pemangku kepentingan. Khususnya di saat sulit seperti ini.

“Sementara yang menunggu ini teman-teman se-Indonesia 12 ribu orang lebih, itu baru guide doang. Karena kami merasakan pariwisata dari segala sektor kan kami penyumbang devisa kedua terbesar di Indonesia dan jumlahnya tak sedikit. Kalau kami mati suri yang hilang uang negara pun jauh lebih banyak lagi,” pungkas Lino.Sebagai penyambung keindahan pariwisata Indonesia di garda terdepan, Lino yang mewakili pramuwisata dan para tour leader merasa masih kurang mendapat perhatian dari para pemangku kepentingan. Khususnya di saat sulit seperti ini.

Pada akhirnya, Lino pun menanti ketegasan dari para pemangku kepentingan di pucuk tertinggi industri pariwisata seperti Kemenparekraf untuk memperhatikan para bawahannya.

“Karena pada intinya pariwisata tergantung pucuk pimpinan kota atau negaranya. Kalau pariwisata ini benar-benar penting, mereka harus ingat kalau indonesia itu kaya sekali seni tradisi budaya, mereka datang ke indonesia mereka perlu guide. Supaya tahu lebih dalam lagi apa yang kita punya,” tutup Lino.

Di masa sulit ini, Lino dengan kapasitasnya sebagai ketua DPD HPI Jakarta pun terus memberi wejangan positif bagi para rekan-rekannya yang masih sama-sama berjuang. Hanya itu saja yang tersisa, entah untuk berapa lama

 

Sumber : https://travel.detik.com/


  • -

Sektor Pariwisata Kehilangan Rp 38,2 Triliun

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menyebutkan potensi kerugian di sektor pariwisata akibat serangan virus corona mencapai 2,8 milliar dolar AS atau Rp38,2 triliun. “Karena ini kan masih bergerak, kita bisa tahu ruginya berapa kalau corona udah berhenti kalau kita ‘average’ (rata-rata) setahun dari China saja dengan dua juta jumlah wisatawan kan sudah 2,8 miliar dolar AS kerugian misalnya,” kata Wishnutama usai rapat koordinasi dengan Menhub dan operator penerbangan di Kemenpar, Jakarta, Rabu (12/2).

Angka tersebut, lanjut dia, jika dihitung dari kunjungan jumlah wisatawan China ke Indonesia selama satu tahun di mana rata-rata mencapai dua juta wisatawan mancanegara. “Jadi, memang ini mengukurnya tidak sesederhana kalau sudah semua selesai, tapi yang kita tahu China wisatawannya dua juta. Artinya kalau terjemahkan ke devisa 2,8 miliar dolar AS, tinggal hitung aja nanti berapa lama masa virus berkembang,” katanya.

Potensi kerugian tersebut, Wishnutama menjelaskan, karena pada masa-masa Februari hingga Maret biasanya para wisatawan tengah memesan pesawat ataupun hotel (booking period) persiapan liburan musim panas. “Kalau Februari sampai Maret ini kan ‘booking period’. Sekarang  wisatawan sedang pesan transportasi dan hotel untuk liburan musim panas. Ini juga akan punya dampak, kalau misalnya virus corona ini April selesai, itu imbasnya ke liburan musim panas,” katanya.

Namun, lanjut dia, angka pasti kerugian bisa dihitung setelah dampak dari virus corona selesai, tetapi setelah itu juga masih terdampak efek sampingnya. “Belum lagi dampak lainnya atau dampak setelah virus ini selesai dan juga ada tren menurun juga keinginan orang untuk berwisata,” katanya.

Bendara-bandara yang menjadi hub internasional, seperti Singapura dan Hong Kong juga menjadi sepi. “Dan hub-hub Singapura dan Hong Kong meskipun tidak dari China ada kecenderungan sepi sekarang. Itu juga punya dampak,” katanya. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, kontribusi kunjungan wisatawan mancanegara China termasuk tertinggi, yakni dua juta wisman dengan total belanja 14.000 dolar AS per kunjungan atau Rp192 juta.

Sementara itu, target perolehan devisa dari sektor pariwisata direncanakan mencapai 21 miliar dolar AS pada 2020 atau lebih besar 1 miliar dolar AS dari realisasi 2019 sebesar 20 miliar dolar AS atau Rp275 triliun. *ant

 

Sumber : www.nusabali.com


  • -

Ada Secercah Harapan dari Pejabat Kemenparekraf yang Baru Dilantik, Ini Dia Susunan Lengkapnya

Oleh Panca R. Sarungu

Kalangan industri pariwisata Indonesia yang selama ini menantikan strategi apa yang akan dilaksanakan oleh Menteri Bapak Wishnutama Kusubandio mulai terjawab setelah kemarin, 5 Februari 2020 dilantik beberapa Deputi, Direktur dan juga staf ahli di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Perjalanan untuk mendapatkan struktur baru ini tidak mudah dikarenakan adanya penggabungan dari dua Kementerian dan satu Badan setingkat kementerian yaitu Badan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pariwisata yang menghasilkan komenklatur baru pada perpres yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada tanggal 31 Desember 2019 yang mengamanatkan pembentukan para pimpinan Kementerian Pariwisata  dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf)

Adapun tugas dan fungsi dari Kementerian Pariwisata adalah fungsinya sebagai pengambil keputusan, sedangkan fungsional dilakukan di Barekraft dimana terdapat 7 Deputi yang menjadi motor utama Wishnutama. Patut dicermati adanya tupoksi baru yang mengawangi khusus kebijakan strategis, infrastruktur, investasi dan produk wisata pada level kedeputian.

Yang cukup melegakan adalah Wishnutama memilih para deputi dan staf ahli yang berasal dari eselon satu dari Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif, hal ini menjadi suatu harapan khususnya bagi industri dimana para deputi tersebut memiliki asam garam momentum pertumbuhan yang para pendahulunya, pemilihan Sekretaris Menteri Ibu Ni Wayan Giri Adnyani juga dinilai tepat karena selain beliau juga berpengalaman sebagai Plt sekretaris menteri Pariwisata juga representasi Pariwisata Bali tidak terpisahkan.

Untuk pemasaran kabar baiknya ada dalam satu komando oleh Ibu Nia Niscaya yang juga berpengalaman dalam pemasaran long haul dimana sebelumnya pemasaran dibagi menjadi dua kedeputian. Nah Para pelaku MICE (Meeting, Incentive, Convention & Exhibition) memiliki harapan baru dimana pimpinan sebelumnya belum mendapatkan porsi yang cukup penting namun kali ini MICE dan Events ada dalam satu kedeputian yang dipimpin oleh Ibu Rizky “Kiki” Handayani, yang pernah menjadi Direktur MICE dimasa Mari Elka Pangestu. Dalam kedeputian yang sama Ibu Kiki juga bertanggung jawab dalam hal produk wisata yang diharapkan menjadi mitra assosiasi travel seperti Asita dan Astindo. Pada industri kreatif tercatat beberapa Esalon 1 masuk kedalam “Ring 1” seperti Pak Fadjar yang akan bersentuhan langsung dengan Industri Pariwisata.

Pada staf ahli, beberapa staff senior juga menjadi pendamping Wishnutama seperti Pak Dadang Rizky Ratman dan Bapak Fransiskus Xaverius Teguh dimana keduanya berpengalaman dalam berbagai lini kepariwisataan. Para Staf ahli kali ini juga terdapat tugas spesifik misalnya reformasi, birokrasi pengembangan usaha inovasi dan kreatifitas dan pembangunan berkelanjutan serta konservasi.

Penggunaan nama direktur untuk menggantikan posisi Asisten Deputi (Asdep) menggambarkan aktualisasi fungsional yang lebih jelas misalkan Direktur MICE, Direktur Pengembangan sumber daya hal ini memberikan fungsi yang lebih jelas dan spesifik dari tugas masing–masing untuk menghindari tumpang tindihnya dalam tanggung jawab di dalam Kementerian, tentunya juga lebih mudah dalam branding pada saat pejabat yang bersangkutan mengadakan perjalanan ke luar negeri, sebagai “Direktur” bukan “Assistant to Deputy Minister”

Ada tugas menantang yang ada di depan Wishnutama, diantaranya menjaga momentum pertumbuhan konstan turis yang pernah mencapai double digit, dimana pada tahun rentang 2009-2013 total pertumbuhannya 39% dan 2014-2018 meningkat tajam total 67% walaupun sedikit stagnan di 2019 akibat pelemahan ekonomi global yang dipicu perang dagang Amerika dan China.

Dalam hal wisata domestik juga mendapati tantangan dikarenakan harga tiket yang naik dan juga pola traveling masyarakat yang berubah. untungnya harga telah kembali normal di pertengahan Januari. Key Performance Indicator Kepariwisataan juga harusnya berfokus kepada pergerakan wisatawan Domestik.

Selanjutnya tantangan sebenarnya adalah dampak virus Corona yang menyebabkan pemerintah harus menghentikan turis dari China yang merepresentasikan 11% jumlah turis dan juga turis dari Singapura yang makin berhati-hati dalam berpergian dimana turis Singapura juga mewakili 15% utamanya untuk bisnis, Indonesia saat ini juga mengharapkan dari Australia 9% dimana kebanyakan ke Bali.

Dalam 3 bulan terakhir ini fokus Bapak Wishnutama Kusubandio dan Angela Tanoesoedibjo“mbak Wamen” memang mencoba mendapatkan aspirasi dari Kementerian dan lembaga lain, industri pariwisata, asosiasi dan juga masyarakat, kata kunci kolaborasi dalam industri pariwisata yang digadang-gadang menjadi penghasil devisa nomor wahid di negeri ini harus segera diwujudkan.

Selamat memimpin team orchestra untuk lagu yang lebih merdu Mas Tama dan selamat bekerja untuk para pejabat baru. Saya rasa masih valid istilah ini: Government Lead, Industry Support.

Penulis adalah Ketua Umum Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) dan Wakil Ketua Umum Bidang IT dan MICE, DPP Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI)

PEJABAT PIMPINAN TINGGI MADYA dan PEJABAT PIMPINAN TINGGI PRATAMA

  1. Nama : Sdr. Dra. Ni Wayan Giri Adnyani. M.Sc,.. CHE..,

Jabatan : Sekretaris Kementerisn Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Sekretaris Utama

  1. Nama : Sdr. Restog Krisna Kusuma, SH.,M.SI.,Ak.,

Jabatan : Inspektur Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Sdr. R. Kurieni Ukar, M.Sc.,

Jabatan : Deputi Bidang Kebijakan Strategis Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Sdr. Dr.Ir. Santosa Sungkari.,M.H.,

Jabatan : Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infastruktur Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Sdr. Fadjar Hutomo, ST.,MMT.,CFP.,

Jabatan : Deputi Bidang Industri dan Investasi Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Sdr. Nia Niscaya, S.H.,MBA.,

Jabatan : Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Sdr. Ir. Rizky Handayani Mustafa, MBTM.,

Jabatan : Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara ( Event )  Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Sdr. Ari Juliano Gema, S.H,.

Jabatan : Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Sdr. Dadang Rizky Ratman, S.H., M.P.H.,

Jabatan : Staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Sdr. Josua Puji Mulia Simanjutak, MA(RCA)., MA( MKT ).,

Jabatan :  Staf Ahli Bidang Inovasi dan Kreatifitas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Sdr. Dr. Fransiskus Xaverius Teguh, M,A.,

Jabatan : Staf ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Cecep Rukendi, S.Sos.,M.B.A

Jabatan : Kepala Biro Sdm Dan Organisasi Sekretariat Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Sekretariat Utama Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Wisnu Bawa Tarunajaya, MM

Jabatan : Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya Dan Kelembagaan

  1. Nama : Adella Raung, SE

Jabatan : Direktur Promosi Wisata Minat Khusus Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events)

  1. Nama : Ir. Bonifasius Wahyu Pudjianto, M.T

Jabatan : Kepala Pusat Data, Dan Sistem Informasi, Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Dessy Ruhati, M.M.Par

Jabatan : Kepala Biro Umum Dan Hukum Sekretariat Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Sekretariat Utama Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Dyah Septiana Isnaryati, MM

Jabatan : Kepala Biro Perencanaan Dan Keuangan Sekretariat Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Sekretariat Utama Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Agustini Rahayu, ST.,M.Si

Jabatan : Kepala Biro Komunikasi Sekretariat Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Sekretariat Utama Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Hariyanto, S.Sos.,MM

Jabatan : Sekretaris Deputi Bidang Kebijakan Strategis, Deputi Bidang Kebijakan Strategis

  1. Nama : Ir. Wawan Rusiawan, MM

Jabatan : Direktur Kajian Strategis, Deputi Bidang Kebijakan Strategis

  1. Nama : Harwan Ekon Cahyo Wirasto, M.T

Jabatan : Direktur Manajemen Strategis, Deputi Bidang Kebijakan Strategis

  1. Nama : Hassan Abud, S.H.,M.A.P

Jabatan : Direktur Pengendalian Kebijakan Strategis, Deputi Bidang Kebijakan Strategis

  1. Nama : Sabartua Tampubolon, S.H., M.H

Jabatan : Direktur Regulasi, Deputi Bidang Kebijakan Strategis

  1. Nama : Riwud Mujirahayu, M.Pd

Jabatan : Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya Dan Kelembagaan Deputi Bidang Sumber Daya Dan Kelembagaan

  1. Nama : Muhammad Ricky Fauziyani, S.Sos, M.Pd

Jabatan : Direktur Pengembangan Sdm Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Sumber Daya Dan Kelembagaan

  1. Nama : Reza Fahlevi, M.Si

Jabatan : Direktur Kelembagaan, Deputi Bidang Sumber Daya Dan Kelembagaan

  1. Nama : Kartika Candra Negara, S.Sos., M.P.A

Jabatan : Direktur Hubungan Antarlembaga Deputi Bidang Sumber Daya Dan Kelembagaan

  1. Nama : Oneng Setya Harini, MM

Jabatan : Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Infrastruktur, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Infrastruktur

  1. Nama : Indra Ni Tua, ST.,M.Comm

Jabatan : Direktur Tata Kelola Destinasi Dan Pariwisata Berkelanjutan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Infrastruktur

  1. Nama : Selliane Halia Ishak, S.Kom., M.Si

Jabatan : Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Infrastruktur

  1. Nama : Oni Yulfian, MBTM

Jabatan : Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Infrastruktur

  1. Nama : Wawan Gunawan, Mm

Jabatan : Direktur Pengembangan Destinasi Regional Ii Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Infrastruktur

  1. Nama : Ir. Ahmad Rekotomo, Se, M.Si

Jabatan : Sekretaris Deputi Bidang Industri Dan Investasi Deputi Bidang Industri Dan Investasi

  1. Nama : Henky Hotma Parlindungan Manurung, A.Par

Jabatan : Direktur Manajemen Industri, Deputi Bidang Industri Dan Investasi

  1. Nama : Ardi Hermawan, MA

Jabatan : Direktur Manajemen Investasi, Deputi Bidang Industri Dan Investasi

  1. Nama : Ir. Robinson Hasoloan Sinaga , S.H., LL.M

Jabatan : Direktur Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Deputi Bidang Industri Dan Investasi

  1. Nama : Sumarni

Jabatan : Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran, Deputi Bidang Pemasaran

  1. Nama : Martini Mohamad Paham, MBA

Jabatan : Direktur Komunikasi Pemasaran, Deputi Bidang Pemasaran

  1. Nama : Vinsensius Jemadu, MBA

Jabatan : Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I, Deputi Bidang Pemasaran

  1. Nama : Raden Sigit Witjaksono, S.Hub.Int

Jabatan : Direktur Pemasaran Pariwisata Regional Ii, Deputi Bidang Pemasaran

  1. Nama : Yuana Rochma Astuti, SE., M.Si

Jabatan : Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif, Deputi Bidang Pemasaran

  1. Nama : Edy Wardoyo

Jabatan : Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events)

  1. Nama : Alexander Reyaan, M.M.

Jabatan : Direktur Wisata Alam, Budaya, Dan Buatan Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events)

  1. Nama : Masruroh, S.Sos., MAB

Jabatan : Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, Dan Pameran Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events)

  1. Nama : Yuke Sri Rahayu, S.Sos

Jabatan : Sekretaris Deputi Bidang Ekonomi Digital Dan Produk Kreatif Deputi Bidang Ekonomi Digital Dan Produk Kreatif

  1. Nama : Muhammad Neil El Himam, M.Sc

Jabatan : Direktur Aplikasi Dan Tata Kelola Ekonomi Digital Deputi Bidang Ekonomi Digital Dan Produk Kreatif

  1. Nama : Syaifullah, SE., M.Ec., Ph.D

Jabatan : Direktur Industri Kreatif Film, Televisi, Dan Animasi Deputi Bidang Ekonomi Digital Dan Produk Kreatif

  1. Nama : Bayu Aji, SE

Jabatan : Inspektur I, Inspetktorat Utama Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif

  1. Nama : Anggara Hayun Anujuprana, ST., MT

Jabatan : Kepala Pusat Pengembangan SDM Parekraf, Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif


  • -

Tarik Wisatawan, Kemenparekraf Kembangkan Pariwisata Digital

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( kemenparekraf ) akan terus mengembangkan pariwisata digital ( digital tourism ) untuk menarik wisatawan, termasuk mancanegara, berlibur ke Indonesia.

” Untuk pengembangan pasar, akan dilakukan pengembangan digital tourism dalam menarik wisman dengan cara menyesuaikan minat dan profil target wisatawan dengan produk dan destinasi yang di pasarkan,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Angela menuturkan efektivitas promosi juga akan di masing – masing negara tujuan dengan mengadakan Familirization trip para influenser media sosial.

Selanjutnya, kerja sama di mungkinkan dengan flatfrom – flatfrom traveler online yang sudah memiliki pangsa pasar besar.

Diputi Pengembangan Pemasaran I Kemenkarekraf Rizky Handayani menjelaskan strategi digital tourism dengan menggunakan big data dilakukan untuk melihat karakter wisatawan berdasarkan kriteria pencariannya tentang pariwisata Indonesia.

” Dari big data, kita bisa tahu berapa orang yang beli tiket ke Indonesia, apakah individual atau corporate. belinya dimana travel agent atau online, itu bisa dilihat,” Katanya.

Oleh karna itu, menurut kiki, sapaan akrabnya, penting bagi pemerintah untuk berkerja sama perusahaan – perusahaan perjalanan online karna dapat merumuskan kebijakan atas analisa dengan data yang diperoleh. Termasuk menggiatkan promosi Parawisata di negara tujuan dengan minat wisatawan potensial.

” Perusahaan online itu kan mereka mencatat datanya, misalnya berapa banyak orang Amerika yang mencari Indonesia di Google, berapa banyak yang mencari pantai di Indonesia dan lainnya. itu yang kita akan manfaatkan,big data itu, tuturnya.

 

Sumber : https://www.antaranews.com/


  • -

Wishnutama: Masa Nggak Boleh Pakai Lambang Garuda?

Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) punya logo baru berlambang Garuda Pancasila. Wishnutama menjelaskan arti logo tersebut.Di media sosial (medsos) viral beredar penampakan yang disebut-sebut sebagai logo baru Kemenparekraf. Dalam penampakan yang disebut sebagai logo baru Kemenparekraf itu tampak tulisan “Kemenparekraf/Baparekfraf” di bagian atas yang dilanjutkan dengan “Republik Indonesia” di bagian bawah. Tulisan-tulisan itu melengkung di bagian luar logo berbentuk lingkaran.
Di dalam lingkaran logo tersebut, wujud Garuda Pancasila berada di bagian tengah. Ada pula bintang, dan padi dan kapas.

 

Wishnutama: Masa Nggak Boleh Sih Pakai Lambang Garuda?Logo baru Kemenparekraf (dok.istimewa)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama memberikan penjelasan mengenai logo tersebut. Dia pun mengakui, logo itu memang dipakai secara resmi untuk Kemenparekraf. Bukan sebagai logo branding pariwisata Indonesia.

“Lambang Garuda Pancasila adalah simbol ideologi kebangsaan. Inilah yang kita pakai untuk simbol dasar kementerian,” terangnya kepada detikcom, Rabu (15/2/2020) malam kemarin.

Menurut Wishnutama, tidak mudah mencari simbol yang menggambarkan penggabungan antara Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Oleh sebab itu, Garuda Pancasila yang sudah menjadi ideologi bangsa menjadi pilihan.

“Kita pilihlah Garuda Pancasila untuk jalan tengahnya. Lagipula seperti yang saya bilang, ini adalah simbol ideologi kebangsaan,” ungkapnya.

Wishnutama berujar, ideologi Pancasila dan rasa kebangsaan harus menjadi dasar dari kreatifitas dan inovasi.

“Masa sih nggak boleh pakai lambang negara (Garuda-red) yang kita banggakan?” katanya.

Wishnutama melanjutkan, selanjutnya lambang bintang mengartikan ketuhanan. Kemudian padi dan kapas melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran.

Untuk logo branding pariwisata sendiri, rencananya akan dikenalkan pada bulan Agustus mendatang. Logo branding itu disebutkan bakal terlihat kekinian.

 

Sumber : https://travel.detik.com/


  • -

Heboh Logo Baru Kemenparekraf, Ini Penjelasan Wishnutama

Jakarta – Baru-baru ini, heboh logo baru Kementerian Pariwisata Ekonomi dan Kreatif yang dinilai ‘kaku’. Menparekraf Wishnutama memberi penjelasan.

Di media sosial (medsos) viral beredar penampakan yang disebut-sebut sebagai logo baru Kemenparekraf. Dalam penampakan yang disebut sebagai logo baru Kemenparekraf itu tampak tulisan “Kemenparekraf/Baparekfraf” di bagian atas yang dilanjutkan dengan “Republik Indonesia” di bagian bawah. Tulisan-tulisan itu melengkung di bagian luar logo berbentuk lingkaran.

Di dalam lingkaran logo tersebut, wujud Garuda Pancasila berada di bagian tengah. Ada pula bintang, dan padi dan kapas yang dipaparkan memiliki makna masing-masing dalam logo itu.

Penampakan logo baru tersebut mendapat perhatian netizen. Banyak yang berujar, logonya terkesan kaku untuk sebuah kementerian yang bergerak di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Apa kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama?

“Ada kementerian (pariwisata) dan lembaga (badan ekonomi kreatif) yang punya logo berbeda dan harus digabung. Kita sengaja memilih untuk memakai Garuda Pancasila sebagai simbol,” kata Wishnutama kepada detikcom, Rabu (15/1/2020).

Wishnutama menyatakan, logo yang tersebar itu memang benar logo untuk Kemenaprekraf. Dia menjelaskan, lambang Garuda Pancasila adalah simbol ideologi kebangsaan, bintang melambangkan ketuhanan, lalu padi dan kapas melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran.

“Saya tegaskan, logo tersebut adalah logo resmi untuk Kemenparekraf, bukan logo untuk branding pariwisata Indonesia,” ujarnya.

41a5cd1a-5a8d-4566-811a-4bbfa09abab8

Heboh Logo Baru Kemenenparekraf, Ini Penjelasan WishnutamaFoto: dok.istimewa

Wishnutama menambahkan, untuk logo branding pariwisata, atau national branding, nantinya bakal ada logo tersendiri. Dengan kata lain logo yang saat ini beredar murni dipergunakan untuk urusan resmi Kemenparekraf, bukan buat logo branding pariwisata Indonesia.

“Logo untuk branding nasional nanti menyusul di bulan Agustus yang akan dipakai untuk kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif. Logonya akan dibuat yang lebih kekinian,” tutup Wishnutama.

Sumber : https://travel.detik.com/


  • -

Menparekraf Wishnutama Siap Jalin Kerjasama Dengan MNC Group Demi Kemajuan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Indonesia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada MNC Group atas komitmen dan dukungan dalam memajukan industri pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

Hal ini ia sampaikan seusai audiensi bersama jajaran MNC Group di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020). Menurut pemaparan Menparekraf Wishnutama Kusubandio dari hasil audiensi tersebut ada banyak peluang kerjasama yang bisa dilakukan oleh Kemenparekraf dan MNC Group.

“Audiensi tadi luar biasa sekali. Ada banyak hal yang bisa kita kerjasama. Mulai dari sisi pariwisata, media, film, animasi, hingga aplikasi. Banyak sekali yang berkaitan dengan Kemenparekraf. Karena memang tanggung jawab kami terhadap bidang-bidang tersebut sangat terkait sekali,” ujarnya.

Menparekraf Wishnutama Kusubandio pun yakin bahwa di masa yang akan datang, bukan tidak mungkin kerjasama antara MNC Group dan Kemenparekraf RI bisa terjalin. Apalagi melihat fakta bahwa keberadaan media sangat diperlukan dalam menunjang jalannya promosi potensi wisata baik di dalam maupun di luar negeri.

Sumber : https://lifestyle.okezone.com/


  • -

Kemenparekraf-MNC Group Bersinergi Kembangkan Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Ini Kata Wishnutama

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng berbagai pemangku kepentingan guna memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Salah satunya, MNC Group.

Kemenparekraf dan MNC Group akan bergerak bersama di berbagai bidang mulai dari membuat event-event pariwisata hingga menciptakan travel pattern baru. Travel pattern merupakan pola perjalanan yang dirancang, dibangun, dan dikemas menjadi suatu komoditas perjalanan yang layak untuk dinikmati.

“Jadi, bukan hanya bicara soal promosi saja, tapi lebih komprehensif lagi. Kerja sama membuat event, membangun destinasi wisata, menciptakan travel pattern baru dan lain sebagainya,” tutur Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat menerima audiensi jajaran Board of Directors (BOD) MNC Group di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Tak hanya pariwisata, kata Wishnutama, Kemenparekraf dan MNC Group akan bersinergi mengembangkan ekonomi kreatif di Tanah Air. “Kita juga bicara banyak soal ekonomi kreatif. Industri film, industri konten, industri animasi, industri teknologi digital, dan lain sebagainya. Banyak sekali yang bisa kita kerja samakan,” tutur Wishnutama.

Menurutnya, kerja sama dengan MNC Group merupakan langkah penting bagi kemajuan industri pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. “Saat presentasi dari MNC, saya lihat banyak sekali peluang-peluang kerja sama untuk mendorong kemajuan ekonomi kreatif bangsa Indonesia,” kata Wishnutama didampingi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo.

Direktur Corporate Secretary PT Media Nusantara Citra Tbk Syafril Nasution menegaskan komitmen MNC Group mendukung kinerja Kemenparekraf di bawah komando Wishnutama dan Angela. “Tujuan kami, mendukung program-program pariwisata dan ekonomi kreatif,” tutur Syafril.

Pada kesempatan itu, Syafril memaparkan proyek-proyek yang tengah dikerjakan, yang mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Salah satunya, pembangunan kawasan Lido yang dilengkapi theme park di Jawa Barat.

“Kita akan memiliki theme park di Lido yang bisa menarik para wisatawan ke Indonesia. Selain itu, berbagai macam kegiatan ekonomi kreatif. Harapannya, bisa meningkatkan pendapatan devisa negara,” ujar Syafril.

Lido di Kabupaten Bogor adalah destinasi lifestyle dan entertainment yang bakal mampu mengundang wisatawan domestik dan mancanegara. Kawasan Lido yang akan menjadi ikon Indonesia tersebut sedang dibangun PT MNC Land Tbk (KPIG).

Di lahan seluas 3.000 hektare tersebut akan berdiri kawasan lifestyle dan entertainment terbaik dan terbesar di Indonesia. Di dalam satu kawasan akan terdapat berbagai macam fasilitas, antara lain hotel, villa, lapangan golf, theme park berkelas internasional dan berbagai faslitas lain, dengan pemandangan luar biasa indah ke Gunung Salak dan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango.

Sumber : https://www.inews.id/