MASATA Gelar Rakernas I Menitikberatkan Pengembangan 205 Desa Wisata Mandiri

  • -

MASATA Gelar Rakernas I Menitikberatkan Pengembangan 205 Desa Wisata Mandiri

citarakyat.com, Bandung, 28 November 2020 – MASATA, Masyarakat Sadar Wisata menggelar Rapat Kerja Nasional I (Rakernas I) sekaligus menyelenggarakan focus group discussion (FGD) yang menitikberatkan pengembangan 205 Desa Wisata Mandiri.

Rakernas I dan FGD mengusung tema ” Pengembangan Desa Wisata Menuju 205 Desa Mandiri Tahun 2024′, di Prime Park Hotel, jl. PHH. Mustofa No. 47/57 Kota Bandung, bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam mendukung pariwisata berkelanjutan bagi pelaku, pemerhati dan pecinta pariwisata baik di pemerintahan (kementrian/lembaga) maupun swasta (asosiasi/organisasi/perkumpulan).

Ketua Umum DPP MASATA, Panca Rudolf Sarungu mengatakan bahwa dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi dalam membantu pemerintah mewujudkan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata kelas dunia.

“MASATA berusaha menyambungkan kepentingan pemerintah mewujudkan pariwisata Indonesia menjadi kelas dunia yang didukung atraksi yang menarik, aksesibilitas yang mudah dan amenitas yang berkualitas,” kata Panca.

Titik berat pada pengembangan 205 Desa Wisata Mandiri sebagai program dalam menggerakkan perekonomian desa yang dapat berasal dari dana desa sehingga nantinya desa wisata tersebut dapat dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa, lanjut Panca.

“Desa Wisata sebagai bagian dari integral pembangunan Indonesia, sehingga kepariwisataan dapat mendorong pemerataan kesempatan berusaha, memberi manfaat, keadilan dan kesetaraan,” ungkap Panca.

“Kemajuan pariwisata suatu daerah bisa menjadi tolak ukur keberhasilan kepala pemerintah daerah dalam memajukan perekonomian wilayahnya,” jelas Panca.

“MASATA berharap agar kepariwisataan mampu menjamin keterpaduan antar-sektor, antar-aktor dan antar-daerah selaku pemangku kepentingan dalam bersinergitas dan berkolaborasi antar-pihak yang menjaga keharmonisan hubungan pusat dengan daerah yang memiliki destinasi Desa Wisata Mandiri,” jelas Panca Rudolf Sarungu.

Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda mengatakan dalam sambutannya bahwa sektor pariwisata sebagai backbone ekonomi Indonesia sangat terdampak dimasa pandemi Covid-19.

“Sektor pariwisata membutuhkan kebijakan afirmasi terkait prioritas pemerintah dalam memprogramkan vaksinasi pada wisatawan. Pemberian vaksin kepada wisatawan menjadi satu paket vaksin sehingga menjadi wisata yang menarik perhatian wisatawan,” kata Syaiful Huda.

Desa Wisata menjadi penyangga destinasi wisata utama atau menjadi alternatif tujuan wisata diluar destinasi wisata super prioritas dan 10 wisata prioritas, lanjut Syaiful.

“Pertumbuhan ekonomi baru didesa akan terdorong dengan adanya Desa wisata, karena masyarakat akan terlibat sehingga tumbuh juga pendapatan baru bagi masyarakat desa,” pungkas Syaiful.

Rakernas I MASATA yang dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio secara daring menyambut baik dan bergembira dengan menggeliatnya pariwisata dimasa pandemi Covid-19.

“Kebangkitan pariwisata Indonesia dibeberapa destinasi menunjukkan 80% booking kamar hotel di Bali pada Bulan Desember 2020. Begitu juga didestinasi lain seperti Labuan Bajo juga mengalami peningkatan,” kata Wishnutama.

“Kedepan, pariwisata yang dikembangkan adalah pariwisata yang dapat menumhkan pengalaman yang unik. Desa Wisata menjadi bagian dari Quality Tourism menawarkan pengalaman yang bebeda dan unik,” jelas Wishnutama.

Pengembangan amenitas dan atraksi yang melibatkan partisipasi masyarakat melalui pengembangan desa wisata sevcara terintegrasi dari hulu ke hilir.

Sehingga pemerintahan desa didorong agar mengoptimalkan pemanfaatan dana desa, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 ditargetkan mewujudkan 205 wisata desa mandiri.

Sumber : https://citarakyat.com/