PHRI Prediksi Bisnis Hotel Berjalan Signifikan Juli 2020

  • -

PHRI Prediksi Bisnis Hotel Berjalan Signifikan Juli 2020

Jakarta – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI memperkirakan bisnis penginapan akan berjalan signifikan pada Juli 2020. Seperti diketahui, sektor pariwisata termasuk penginapan benar-benar terpukul di masa pandemi Covid-19.

Pengusaha hotel, losmen, vila, dan sejenisnya kini berusaha bertahan dengan berbagai cara. Memasuki masa new normal pada sepekan terakhir pun, belum semua pengusaha hotel membuka kembali layanan mereka.

“Sekarang hotel belum semua buka karena permintaannya kecil sekali. Sebagian besar menunggu sampai awal Juli 2020,” kata Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani dalam konferensi pers daring yang diadakan tiket.com, Rabu, 17 Juni 2020. Masih rendahnya permintaan akan jasa perhotelan, menurut dia, karena masyarakat masih enggan bepergian dan masih ada kekhawatiran lantaran pandemi Covid-19 belum benar-benar reda.

Kondisi di bisnis perhotelan atau penginapan, Hariyadi menjelaskan, berbeda dengan usaha restoran. “Kalau bisnis restoran sudah buka, terutama sebagian yang merasa tamunya tidak sedikit,” katanya.

PHRI telah membagikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 pada 5 Juni 2020. Pedoman itu sudah diberikan ke seluruh pengelola hotel dan restoran anggota PHRI. “Dari usaha jasa boga juga ada yang meminta izin menggunakan protokol kami untuk katering,” katanya.

Pedoman pencegahan Covid-19 itu, kata dia, mengacu peraturan Menteri Kesehatan dan organisasi kesehatan dunia atau WHO. Hariyadi Sukamdani menjelaskan, hal utama yang paling penting adalah menjaga jarak fisik antar-individu. Sebab itu, pengelola bisnis hotel dan restoran mesti menghitung ulang kapasitas mereka dan membatasinya.

Ihwal pengurangan kapasitas tamu di hotel atau restoran selama masa new normal ini, Hariyadi menjelaskan, angkanya tidak harus separuh dari daya tampung total. “Bisa dikurangi 40 persen atau 30 persen, tergantung besar restoran dan gedung pertemuan,” ujarnya.

Hariyadi menambahkan, jangan lupa ketersediaan keran untuk mencuci tangan lengkap dengan sabun atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer). “Orang yang sedang tidak makan harus selalu menggunakan masker,” katanya.

Pengelola hotel dan restoran juga harus rutin melakukan disinfeksi dan menjaga betul sanitasi di lingkungannya. “Industri ini kami membutuhkan keyakinan dari pelanggan,” ujarnya.

 

Sumber : https://travel.tempo.co/