Tempat Wisata Terbaru Di Lembang, Ada Kebun Binatang Instagramable

  • -

Tempat Wisata Terbaru Di Lembang, Ada Kebun Binatang Instagramable

Liburan akhir pekan bersama keluarga, kamu tak perlu bingung tempat wisata. Ada tempat wisata terbaru di Lembang yang dapat menjadi tujuanmu menghabiskan weekend, bernama Lembang Park & Zoo.

Mengusung konsep ala Bavaria, kebun binatang sekaligus taman ini dikemas secara modern.

“Owner membangun Lembang Park & Zoo dengan mengedepankan kenyamanan dan kebersihan bukan hanya untuk pengunjung tapi juga untuk para satwa,” jelas Jennifer Agustina selaku Social Media Marketing Lembang Park & Zoo saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/01/2020).

Lembang Park & Zoo hadir setelah mengantongi izin resmi sebagai lembaga konservasi aneka satwa. Tempat wisata terbaru di Lembang ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian akan satwa dan alam kepada publik. Kamu bisa berkunjung ke tempat wisata edukasi ini bersama si kecil, mengenalkan beragam satwa yang berjumlah sekitar 350. Mulai dari unggas, mamalia, primata, sampai reptil. Terdapat Bird Aviary, sangkar raksasa rumah bagi beragam burung yang bisa dikunjungi pelancong.

Ada Nuri Bayan, Macaw, maupun Kakatua. Di sudut lain, ada burung besar di antaranya Burung Unta, Burung Rhea (rupanya seperti Burung Unta tapi lebih kecil dan berbulu putih), dan Bangau Tontong. Jalan-jalan lebih jauh, kamu dapat melihat Beruang Madu, Binturong, Berang-berang, Meerkat, sampai aneka reptil seperti Bearded Dragon (kadal gurun khas Australia) dan Dragon Snake. Atraksi: show burung sampai parade Selain memperkenalkan beragam satwa kepada si kecil, kamu dan keluarga dapat menyaksikan show sampai parade di Lembang Park & Zoo. Ada pertunjukan Burung Elang, Galah, dan Macaw.

Bahkan nantinya juga akan ada parade binatang, namun sampai artikel ini ditulis belum dapat dipastikan tanggal mainnya. Menghabiskan weekend di sini, pengunjung juga bisa menunggang kuda di gelanggang khusus, memanah, naik perahu dayung, dan bermain di mini waterpark. Lembang Park & Zoo terus menambah wahana dengan tiket tambahan tertentu.

Lembang Park & Zoo akan membuat kamu betah berlama-lama berkat berbagai spot instagramable.

“Selain untuk wisata edukasi, kita juga ingin menjangkau target market lebih besar dengan menambahkan spot-spot instagramable,” ungkap Jennifer lebih lanjut. Dua lokasi yang harus masuk daftar berfoto adalah patung mobil dan Bird Aviary. Ada juga sudut-sudut keren di tempat-tempat nongkrong yang berada di dalam Lembang Park & Zoo, seperti Neko Cat Cafe dan Quagga Green Cafe. Tersedia pula Ice Cream Story, taman foto instagramable dilengkapi berbagai karakter. Berada di lantai 2 Restoran Mari Makan.

Tempat nongkrong: resto keluarga sampai kafe kucing Spot Instagramable di Neko Cat Cafe Lembang Park & Zoo(INSTAGRAM @NEKOCATCAFE.ID) Masih ada lagi sudut Lembang Park & Zoo yang dapat kamu eksplorasi.

Tempat nongkrong dengan macam-macam konsep, mulai dari resto keluarga sampai kafe kucing. Restoran Mari Makan, tempat kamu dan keluarga bisa menyantap aneka sate seperti pentol, bakso, dan bahan lainnya. Ada pula paket nasi dan milkshake.

Restoran Mari Makan dilengkapi dengan AC, musala, dan toilet. Quagga Green Cafe juga berada di dalam Lembang Park & Zoo, tepatnya di samping loket tiket masuk. Kafe ini mengusung konsep tropical, tak heran dikelilingi tanaman yang membuat suasana semakin asri.

Kamu dapat menjajal kopi seduh manual, snack seperti cireng, maupun makanan berat misalnya pasta, rice bowl, dan nasi goreng. Quagga Green Cafe Bernuansa Tropical(INSTAGRAM @QUAGGAGREENCAFE) Harga minuman di sini mulai dari Rp 17.000-an, sedangkan makanan mulai dari Rp 16.000-an.

Quagga Green Cafe buka setiap weekday pukul 09.00-17.00 dan weekend pukul 09.00-18.00. Kalau suka kucing, kamu bisa lanjutkan ke Neko Cat Cafe. Buka setiap Senin-Jumat pukul 09.00-17.00 dan Sabtu-Minggu pukul 08.00-18.00. Di kafe ini kamu bisa bermain bersama kucing-kucing dan menikmati dessert seperti Es Batok Kelapa (es krim disajikan dalam batok kelapa) dan Iced Latte.

Tiap sudut kafe kucing ini instagramable, cocok dijadikan latar berfoto. Mulai dari tempat duduk warna-warni sampai dindingnya yang dihiasi gambar kucing.

Ada juga Eagle Food Court yang berada di bagian amphitheater, tempat pertunjukan Burung Elang. Selain itu, nantinya ada Tiger Resto. Di sinilah, kamu akan merasakan makan sembari melihat harimau.

Berkunjung ke Lembang Park & Zoo Lembang Park & Zoo, Tempat Wisata Terbaru di Lembang(INSTAGRAM @LEMBANG_PARKZOO) Semenjak 12 Desember 2019 sampai saat ini, Lembang Park & Zoo dalam sesi trial opening. Rencana grand opening antara Februari atau Maret 2020.

Selama trial opening, kamu cukup membayar tiket masuk Rp Rp 35.000-an untuk Senin-Jumat dan Rp 40.000-an saat Sabtu-Minggu dan tanggal merah. Kamu bisa melakukan pembayaran dengan uang tunai, kartu debit, maupun kartu kredit. Tempat wisata terbaru di Lembang ini buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB.

Menurut Jennifer, weekday adalah waktu terbaik untuk berkunjung ke Lembang Park & Zoo. Supaya kamu bisa lebih leluasa mengeksplorasi beragam wahana di sini. Lembang Park & Zoo berada di kawasan Cihideung tepatnya di Jalan Kolonel Matsuri Nomor 171, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

 

Sumber : https://travel.kompas.com/


  • -

Genjot Pariwisata, Pemprov Jabar Gulirkan Program West Java Calendar

“Tanah Sunda diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum” bisa mewakili keindahan Tanah Sunda dengan destinasi wisatanya yang amat kaya.

Memaksimalkan potensi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kembali menggelar West Java Calendar 2020. Untuk tahun ini, acara tersebut mengusung tema besar ‘Smiling West Java’.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kegiatan ini membuahkan hasil yang memuaskan, terutama dari sisi kunjungan wisatawan ke Tanah Sunda.

Kata Emil, di tahun lalu, pihaknya menargetkan jumlah wisatawan yang datang ke Jabar sebanyak 49 juta wisatawan. Namun, di luar prediksi malah berhasil menembus 60 juta wisatawan.

“Jadi intinya para wisatawan menyukai dan betah dan jumlahnya melebihi dari apa yang kami prediksikan,” kata Ridwan Kamil saat memberikan sambutan dalam acara yang digelar di hotel Luxury Trans Bandung, Rabu, 22 Januari 2020.

 

Emil mengatakan, sejumlah destinasi wisata yang ada di Jabar adalah bukti dari keindahan ciptaan Tuhan yang begitu luar biasa.

“Tugas kita adalah memberi nilai tambah atas anugerah ini. Pariwisata itu berarti memberikan nilai tambah pada sesuatu. Yang tadinya biasa-biasa saja menjadi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

 

Ridwan Kamil menyatakan, ekonomi pariwisata adalah ekonomi kebahagiaan.

“(Soalnya) ada yang bahagia lewat belanja, maka ada wisata shopping split atau wisata dress space. Ada juga yang bahagia melihat alam, seperti ke pantai, ke danau, atau ke gunung, melihat air terjun dan bermain di sungai,” katanya.

Ia juga mengatakan, potensi wisata di Jabar sebenarnya mencapai ribuan mulai dari berskala kecil yang digelar di kampung hingga besar.

 

Sumber : https://www.tribunnews.com/


  • -

Lokomotif Pembangunan Masa Depan Jawa Barat Bernama Pariwisata

PARIWISATA benar-benar dijadikan lokomotif perekonomian di Jawa Barat dan menjadi antensi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum perhatian tertuju pada peningkatan kepariwisataan, yang merupakan bagian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPKMD) 2018-2023.

Ekonom Universitas Padjadjaran Dr. Ferry Hadiyanto menyebutkan, kepariwisataan sudah terbukti mempunyai dampak positif bagi pembangunan suatu daerah karena multiplier effect yang diciptakan. Menurut dia, ada dua pengaruh yang ditimbulkan dari sektor pariwisata, yakni pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung.

“Pengaruh langsung muncul dari pengeluaran wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke suatu destinasi wisata. Pengaruh tidak langsung bisa muncul dari berbagai jasa dan kebutuhan dari bisnis pariwisata, seperti transportasi, kuliner dan seterusnya,” kata Ferry dalam siaran persnya, Selasa (3/12/2019).

“Sektor pariwisata adalah sektor yang melibatkan semua stakeholder. Bagaimana sumber daya digunakan, produk diciptakan, pelanggan dipuaskan, dan investasi untuk meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan masyarakat, sehingga akan menimbulkan multiplier effect, makannya pembangunan infrastruktur baru seperti destinasi, pusat budaya, creative center dan lainnya di Jabar adalah langkah yang tepat,” imbuhnya.

Apabila melihat trend pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tahun ini kata Ferry, menurut data dari BPS Jawa Barat terjadi kenaikan dari triwulan I sebesar 5,43 % ke triwulan II 5,68 %. Hal itu salah satunya dari faktor penggunaan penyediaan akomodasi dan makan minum terhdapat PDRB Jawa Barat jika dirata-ratakan sebesar 9,5 % (data bps Jabar 2019)
Menurut Ferry data tersebut ditunjang oleh penyelenggaraan event pariwisata. Dalam industri pariwisata, kata dia, event memiliki daya tarik yang tinggi. Dia pun mencontohkan penyelenggaraan West Java Festival (WJF) 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat.

“Menurut data Disparbud Jabar penyelenggaraan event selama tiga hari tersebut menyedot jumlah pengunjung hingga 79 ribu. Jika setiap orang rata-rata mengeluarkan uang sebesar Rp 200 ribu, maka perputaran uang atau spendin money nya bisa mencapai Rp. 15 milyar an” kata dosen Ekonomi tersebut.

Ferry pun menyebutkan, penyelenggaraan event-event besar di Gedung Sate menurut pengelola Gedung Sate dalam satu bulan bisa 2-3 event.

Karenanya area gedung sate terus berbenah diri memperbaiki dan merenovasi halaman dan taman Gedung Sate yang memang merupakan area publik. Dengan renovasi tersebut, Gedung Sate diharapkan dapat menyelenggarakan banyak event, baik berskala nasional maupun internasional.

Selain event, Pemprov Jabar fokus dalam meningkatkan kualitas destinasi wisata, ekonomi kreatif, dan promosi
berbasis digital dan industri pariwisata.

Pembangunan dan perbaikan infrastruktur menuju destinasi pariwisata ke daerah – daerah di Jawa Barat terus dilakukan. Salah satunya di Kabupaten Majalengka yang mendapatkan bantuan pembangunan akses jalan ke destinasi Panyaweuyan dan Desa Wisata Bantaragung serta pembangunan alun-alun.

“Kami di daerah berterima kasih atas perhatian provinsi Jawa Barat, ini adalah bentuk sinergi antara pemerintah dengan program-program yang saling mendukung,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka, Gatot Sulaeman .

Gatot menambahkan bantuan yang diterima oleh Pemerintah daerah diharapkan menjadi aktivitas-aktivitas yang menunjang terhadap kegiatan pariwisata sehingga dapat menumbuhkan perekonomian di daerah.

Hal Senada Hendra Nugraha Koordinator Creative Hub Kabupaten Sumedang yang di tahun ini akan membangun gedung Creative Center di sumedang menyatakan bahwa kebijakan mengenai pembangun sektor pariwisata di daerah adalah kebijakan yang akan berdampak kepada semua aspek. Sehingga Pemerintah Daerah Sumedang pun berfokus pada pembangunan pariwisata.

“Untuk menciptakan ekosistem pariwisata dilakukan juga secara masive oleh pemda Sumedang. Sektor pariwisata akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Pemda Sumedang juga membentuk Komite Pariwisata Daerah, Badan ekonomi kreatif daerah, hal itu untuk mendukung terwujudnya icon pariwisata di sumedang yang memiliki jati diri dan unsur budaya,” katanya.

Terkait promosi berbasis digital, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas pariwisata dan Kebudayaan Jabar, meluncurkan Sistem Pariwisata Terpadu (Siraru) dan aplikasi Smiling West Java. Sistem tersebut mampu mengintegrasikan kegiatan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan penyedia jawa wisata. Selain itu informasi mengenai calender of event di Jawa Barat bisa dilihat langsung melalui apps Smiling West Java.

Seperti diketahui, tahun ini Pemprov Jabar sedang giat membangun infrastruktur baru yang akan mendukung kepariwisataan, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangandaran, KEK Cikidang, pembangunan enam destinasi pariwisata tipe 1 di antaranya Curug Malela, Curug Cinulang, amphiteater Ciletuh, Kebun raya Kuningan, Galunggung dan Panyaweuyan, lalu tujuh destinasi tipe 2 seperti Waduk darma, breakwater Pangandaran dan lainnya.

Sementara untuk pembangunan pusat budaya di tahun ini ada di Kabupaten Subang dan Sumedang. Selain itu pembangunan 6 gedung creative center di Kota Bogor, kota Cirebon, kota Bekasi, Subang, sumedang dan Purwakarta. Ditambah penataan alun-alun di Kota Cirebon, Majalengka, Indramayu, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bogor pun terus dikebut pembangunannya.

Jika melihat perkembangan kepariwisataan secara global, langkah Pemda Provinsi Jabar sangat tepat. Berdasarkan data Organisasi Pariwisata dunia (UNWTO),kedatangan wisatawan internasional tumbuh 6 persen pada 2018. Perputaran uang di sektor pariwisata pun mencapai 1.332 miliar dollar Amerika Serikat pada 2017.

Pun demikian di Indonesai. Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI melaporkan, sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar bagi ekonomi Indonesia pada 2020. Sekitar 5,25 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional berasal dari sektor pariwisata.

Sumber : https://www.galamedianews.com/


  • -

Disparbud Jabar Gelar Pembinaan SDM Dan Sadar Wisata

JABARNEWS | MAJALENGKA – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo akan dilakukan secara menyeluruh. Mulai pemberian gizi cukup bagi bayi sejak dalam kandungan hingga peningkatan kualitas SDM manusia dewasa.

Kali ini warga Desa Bantaragung Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka dilatih peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sadar wisata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.

Kuwu Desa Bantargung, ‎Maman Surahman menjelaskan Desa ‎Bantaragung ini memang sedang diperhitungkan di mata Provinsi Jabar maupun nasional. Saat ini, desa yang terkenal dengan keindahan surga tersembunyi itu tengah diperhitungkan.

“Ragam potensi yang dimiliki oleh desa kami ini adalah kebanggaan yang akan terus kami tata dan kelola. Dan itu semua sedang didukung oleh pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat,” ungkapnya, di sela-sela kegiatan pelatihan peningkatan SDM dan Sadar Wisata bersama warga Bantaragung‎, Kamis (28/11/2019).

‎Terpisah, Kepala Bidang Destinasi Wisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Iwan Priatna ‎mengatakan pihaknya juga sangat mendukung terkait potensi keindahan nuansa alamnya, maupun produk pertanian durian yang dihasilkannya. Oleh karenanya, Majalengka harus menjadi wisata yang berkelanjutan.

“Provinsi sudah menjajaki dan kami menilai agar kondisi yang indah dan nyaman yang ada di Bantaragung Sindangwangi ini tetap dipertahankan. Ini harus menjadi wisata berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu Kadisparbud Majalengka, Gatot Sulaeman mengatakan Bappeda Provinsi juga telah memetakan rencana pembangunan lainnya untuk mendukung Majalengka dalam hal kemajuan dan pengembangan wisata alam.

“Bappeda sudah merencanakan untuk tahun 2020 akan dibangun shuttle-shuttle wisata di sejumlah titik diantaranya di Argapura, Situ Cibulukan di Batargung, shuttle Panyaweuyan dan terminal wisata. Juga, ada stimulan rehabilitasi museum Talaga Manggung,” ujarnya. (Rik)

Sumber : https://jabarnews.com/