Tegal Mas Dapat Piagam Masata untuk Destinasi Wisata Bersih, Sehat, Aman, dan Menjaga Lingkungan

  • -

Tegal Mas Dapat Piagam Masata untuk Destinasi Wisata Bersih, Sehat, Aman, dan Menjaga Lingkungan

Organisasi komunitas pelaku, pemerhati, pecinta pemajuan dunia pariwisata Indonesia, Masyarakat Sadar Wisata (MASATA), secara eksklusif memberikan penghargaan bergengsi kepada pengampu destinasi wisata Pulau Tegal Mas, Pesawaran, Lampung, Jumat 9 Oktober 2020.

Penghargaan itu berupa Piagam Apresiasi Pulau Tegal Mas Lampung Telah Memenuhi Persyaratan Standarisasi CHSE (Cleanliness, Healthty, Safety, and Environmental Sustainability) Destinasi Pariwisata Indonesia.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) MASATA Panca Rudolf Sarungu dan Sekretaris Jenderal Andi Azwan, didampingi sejumlah pengurus DPP menyerahkan piagam tersebut kepada Direktur Utama PT Tegal Mas Thomas, Rafsanzani Patria, mewakili Thomas Azis Riska selaku owner destinasi.

Penyerahan di sela kunjung lapang itu berlangsung hangat di dermaga utama Pulau Tegal Mas, di bawah pandu ketat protokol kesehatan COVID-19.

Direktur Operasional Pulau Tegal Mas, Happy Yulizar, hangat menyampaikan ucapan selamat datang. Disusul kata sambutan dari Sekjen DPP MASATA Andi Azwan, mewakili ketumnya.

Andi mengungkapkan, pihaknya cukup tersanjung atas sambutan tuan rumah. “Pulau Tegal Mas ini sungguh karunia Tuhan yang luar biasa. Surga kecil, Maldives of Indonesia, from Lampung,” pujinya disahut aplaus yang hadir.

Menjelaskan maksud kedatangan, tak lupa Andi mensosialisasikan berikut hasil agenda diskusi fokus terpumpun/ Focus Group Discussion (FGD) Strategi Reaktivasi Pariwisata Nusantara di Provinsi Lampung, sehari sebelumnya, Kamis 8 Oktober 2020, di Hotel Bukit Randu, Bandarlampung.

Gelaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bareng MASATA itu, membangunkan kembali optimisme elemen pemangku kepentingan sektor pariwisata regional se-Sumatera.

Yakni untuk tetap tangguh bertahan di tengah pandemi, bersama meyakini bahwa pemajuan pesat akan kembali dirasakan masyarakat pariwisata di Indonesia pascapandemi, disertai kata kunci proses pemajuannya: kolaborasi.

“Alhamdulillah kegiatan FGD yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf dan MASATA berjalan dengan sukses. Demikian juga Kick Off Penerapan Protokol Pariwisata dan Sosialisasi Digitalisasi Pariwisata MASATA dan Telkom Indonesia, di Lembah Hijau Lampung, kemarin (Kamis),” ujarnya.

Pria berlatar 20-an tahun pengalaman profesional sejumlah perusahaan multinasional di Jakarta-Hongkong ini menambahkan, dengan tangan terbuka pihaknya mengajak Pulau Tegal Mas bersinergi berkolaborasi memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Lampung, Sumatera dan Indonesia.

“MASATA siap mendukung dan bekerja sama, kami juga siap mempromosikan tempat yang indah ini melalui semua media sosial MASATA,” janjinya.

Dirut Tegal Mas, Rafsanzani Patria, semangat pidatonya berterima kasih atas penganugerahan piagam apresiasi, juga mengatakan itu jadi sebuah kebahagiaan, kebanggaan, kesan mendalam, pelecut semangat pihaknya untuk terus berbuat terbaik bagi pemajuan pariwisata di Lampung.

Paparannya, soal seluk beluk muasal berdirinya destinasi Tegal Mas, yang beroperasi sejak 2018 usai Thomas Azis Riska bersama warga setempat bahu-membahu dan jatuh bangun membangun pulau eksotis itu.

“Dulunya pulau ini bisa dibilang pulau hantu, tak berpenghuni. Saat kami para warga sini, bertemu pak Thomas Riska selanjutnya terus berjuang bersama-sama hingga saat ini, saat itu kami menemukan selain lautan sampah juga ada mohon maaf, 86 mayat manusia saat pembersihan pulau dan wilayah sekeliling,” ungkap dia, bikin kaget juga tercengang yang mendengarnya.

Dia menambahkan, sebelum dikelola pihaknya, Pulau Tegal Mas juga dikenal sebagai penampung ‘setia’ sampah laut dan pesisir pantai Teluk Lampung.

“Sampai sekarang masih pak. Disini ada siklus Januari-Februari, di bulan itu pulau ini kedatangan sampah berton-ton jumlahnya. Eksavator kami pun tak cukup imbangi volume sampah yang ada. Abis gimana, masih buruknya sistem penanganan sampah oleh pemda, tak heran warga di pesisir sana rata-rata buang sampah ya ke laut. Dari itu kami juga aktif bersama lakukan penyadaran,” Rafsazani setengah curhat mengeluarkan unek-unek suka duka.

Sekadar informasi, apa CHSE dan Say CHSE, peran MASATA berkecimpung didalamnya, secara normatif CHSE ini Panduan Pelaksanaan Kesehatan, Kebersihan, dan Keselamatan untuk sektor Hotel, Restoran dan Bioskop.

Menparekraf/Kepala Baparekraf Wishnutama Kussubadio meluncurkan program tematik ini bareng program “Indonesia Care” atau I Do Care pada 11 Juli 2020 lalu, ditandai dengan pemutaran video “Indonesia Care” di Studio XXI Plaza Senayan, Jakarta.(*/rls)

Sumber : https://lampung.tribunnews.com/


  • -

Kemenparekraf Yakin Pariwisata Akan Jadi Sektor Utama Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Pasca Pandemi

Direktorat Pemasaran Pariwisata Regional I, Deputi Bidang Pemasaran, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan DPP Masyarakat Sadar Wisata (MASATA), melaksanakan FGD dengan tema Strategi Reaktivasi Pariwisata Nusantara.

FGD yang dilakukan di Hotel Bukit Randu, Kamis, 8 Oktober 2020 itu dilaksanakan seiring dengan keyakinan sektor pariwisata akan menjadi sektor utama penggerak meningkatkan pertumbuhan ekonomi pasca-pandemi Covid-19, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, dan mengatasi pengangguran.

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dihadiri oleh seluruh stakeholders pariwisata, dan pengurus MASATA dari Sumatera serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional 1 Kemenparekraf Vinsesnius Jemadu, yang menjadi keynote speaker secara daring pada FGD ini mengungkapkan, potensi pariwisata domestik sebanyak 260 Juta, tahun lalu sebelum pandemi terus dicoba untuk dipertahankan karena pariwisata adalah salah satu safety net ekonomi Indonesia.

Seiring dengan itu Kemenparekraf membuat program InDOnesia CARE (IDOCARE) untuk melakukan protokol kesehatan dan kampanye wisata #DiIndonesiaAja, bekerjasama dengan assosiasi dan stakeholder terkait termasuk pemerintah daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung Edarwan, sebagai tuan rumah sangat mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf bersama MASATA.

Pada kesempatan ini Edarwan memaparkan tentang potensi pariwisata di Lampung dengan 3 zonasi, yaitu Zona I Teluk Lampung, Selat Suekrnda, dan sekitarnya. Zona II Pesisir, Pantai Barat, TN BBS dan sekitarnya. Kemudian zona III TN Way Kambas dan sekitarnya.

“Lampung memiliki potensi pariwisata yang sangat luar biasa dan ke depan ini akan terus kami kembangkan dengan berkolaborasi dengan berbagai stakeholders terkait, agar perekonomian masyarakat dapat semakin meningkat,” kata Edarwan, Kamis.

Ketua Umum MASATA Panca R Sarungu, menyampaikan, di masa pandemi Covid-19, stakeholders kegiatan pariwisata harus saling mendukung agar industri pariwisata semakin tangguh melewati tantangan.

Kata kuncinya saat ini adalah kolaborasi, masa pandemi ini memberikan kesempatan untuk duduk bersama dan memanfaatkan kekuatan wisata nusantara khususnya dalam mendukung kampanye Kemenparekraf #DiIndonesiaAja.

“Misalnya wisata dalam pulau yang sama atau antar pulau yang berdekatan seperti Jakarta ke Lampung atau Bandung ke Palembang,” kata Panca.

Panca menambahkan, hikmah pandemi Covid-19 adalah para pihak yang terlibat dalam keseluruhan kegiatan pariwisata semakin menyadari betapa pentingnya keterpaduan antarsektor, antar-aktor, dan antardaerah, serta keterpaduan antara pusat dan daerah dalam wujud sinergitas dan kolaborasi dalam mempersiapkan Indonesia menuju destinasi pariwisata International berwawasan pariwisata berkelanjutam atau sustainable tourism.

Executive Vice President Business Service Telkom Indonesia Syaifudin yang juga juga hadir secara daring menyampaikan paparan terkait strategi digitalisasi dalam membantu pemulihan sektor pariwisata daerah.

Sebagai perusahaan plat merah, Telkom Indonesia akan terus meningkatkan layanan khususnya pariwisata.

Utamanya melalui pemanfaatan data insights sebagai dasar analisis market yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan, data driven marketing plan, pembuatan strategi promosi, serta monitoring dan evaluasi hasil promosi yang dapat membantu membuat kebijakan pariwisata di destinasi.

Sekertaris Jendral DPP MASATA Andi Azwan menyampaikan dipilihnya Lampung sebagai lokasi dikarenakan adalah Jantung di Sumatera dari hasil dari pembangunan infrastruktur penggerak pariwisata Nusantara.

Ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan lebih dari 2.000 km jalan tol tersambung dari Lampung hingga Aceh pada akhir 2024.

Rencananya jika seluruh target tercapai, membangun lebih dari 3.000 km jalan tol dalam 10 tahun memerintah atau sekitar 300 km setiap tahunnya, tidak saja mendukung pergerakan barang namun juga orang berwisata

Dia menyadari, kepariwisataan akan berubah pasca-pandemi Covid-19. MASATA menjadi perkumpulan yang berperan strategis dalam upaya menopang kebangkitan pariwisata Indonesia di tengah perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Terhadap kepariwisataan yang memelihara kelestarian alam, lingkungan, dan sumberdaya, MASATA juga meyakini, kepariwisataan akan memajukan kebudayaan, mengangkat citra, memupuk cinta tanah air, memperkukuh jati diri, dan mempererat kebangsaan.

Sumber : https://lampung.tribunnews.com/


  • -

Presiden Joko Widodo: Siap-siap Booming Pariwisata 2021

Jakarta – Presiden Joko Widodo memperkirakan sektor pariwisata akan mengalami perkembangan pesat pada 2021 atau setelah pandemi Covid-19 berlalu. Pernyataan itu disampaikan Pesiden Jokowi dalam rapat terbatas melalui konferensi virtual dari Istana Merdeka Jakarta, pada Kamis, 16 April 2020.

“Saya meyakini ini (wabah corona) hanya sampai akhir tahun. Tahun depan akan terjadi booming di bidang pariwisata,” kata Presiden Joko Widodo dalam rapat dengan topik ‘Mitigasi Dampak Covid-19 terhadap Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Saat pandemi Covid-19 mereda, Jokowi mengatakan semua orang ingin keluar rumah dan menikmati keindahan.

Seperti diketahui, berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, seperti lock down, karantina wilayah, hingga physical distancing memaksa orang agar lebih banyak tinggal di rumah. Sebab itu, Presiden Joko Widodo berharap para pelaku industri pariwisata tetap optimistis.

Sumber : tempo.co


  • -

Libur Akhir Tahun, Kemenparekraf Ajak Buat Paket Wisata

TEMPO.COJakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak para pelaku industri pariwisata untuk optimistis di tengah pandemi Covid-19, untuk tetap mempersiapkan paket liburan cuti bersama akhir tahun, setelah masa darurat corona berlalu.

Menparekraf Wishnutama Kusubandio mengatakan pihaknya akan mempersiapkan rencana dan langkah, untuk mendukung program yang menggeser cuti bersama Idul Fitri 1441 H ke akhir tahun nanti.
“Perubahan cuti bersama Idul Fitri 2020 ini harus benar-benar diantisipasi masyarakat untuk tidak bepergian atau mudik saat lebaran nanti dan menggantinya pada akhir tahun,” ujarnya. Menurut Wishnutama, fokus pemerintah pada masa tanggap darurat ini adalah penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19.
Pergeseran libur bersama ke akhir tahun dilakukan dengan pertimbangan, bahwa pada akhir tahun Pandemi Covid-19 diperkirakan telah tertangani dengan baik. Selain itu, akhir tahun juga merupakan masa liburan sekolah dan memberikan waktu kepada keluarga untuk merencanakan libur akhir tahun.
Hal itu sesuai dengan rencana Kemenparekraf/Baparekraf yang akan mengutamakan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dalam masa pemulihan setelah pandemi Covid-19 dinyatakan selesai oleh pemerintah.
“Saya berharap, bergesernya liburan ke akhir tahun bersamaan dengan berakhirnya pandemi, sehingga dapat membantu industri pariwisata yang terdampak untuk bangkit kembali,” kata Wishnutama.
Perubahan cuti bersama 2020 tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 391/2020, Nomor 02/2020 dan Nomor 02/2020 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri PANRB Nomor 728/2019, Nomor 213/2019, dan Nomor 01/2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.
Ketetapan dalam SKB antara lain menggeser cuti bersama Idul Fitri 1441 H, yang semula ditetapkan 26 – 29 Mei 2020 digeser ke tanggal 28 – 31 Desember 2020. Sementara libur Hari Raya Idul Fitri tetap pada 24-25 Mei 2020, dan tambahan cuti bersama pada hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28 Oktober 2020.
Sumber : https://travel.tempo.co/