MASATA Menyelenggarakan Webinar Nasional Pariwisata Terbesar Melibatkan para Guru dengan Judul “Peran Guru dalam Membantu Mengembangkan Potensi Pariwisata Daerah Masing-masing”

  • -

MASATA Menyelenggarakan Webinar Nasional Pariwisata Terbesar Melibatkan para Guru dengan Judul “Peran Guru dalam Membantu Mengembangkan Potensi Pariwisata Daerah Masing-masing”

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi Widodo mengatakan bahwa sektor pariwisata diproyeksikan akan menjadi “core economy” dan penyumbang devisa terbesar di Indonesia untuk lima tahun ke depan. Presiden  menegaskan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor utama untuk membentuk karakter bangsa yang dinamis dan lebih baik kedepan khususnya dalam bidang Pariwisata, terlebih pada Ratas beberapa hari lalu industry ini merupakan yang memerlukan pehatian lebih.

 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dikesempatan lain juga juga menyatakan upaya maksimal pemerintah akan dilaksanakan atas arahan Presiden untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus SDM pariwisata yang kompeten di bidangnya serta memiliki standar global agar dapat bersaing khususnya setelah masa Pandemi.

 

MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) sebagai organisasi non-profit beranggotakan pelaku, pemerhati dan pecinta Pariwisata berkelanjutan yang memiliki visi untuk memajukan dunia pariwisata Indonesia, mendukung dan merespon dengan cepat program pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Apalagi Saat ini kepengurusan MASATA sudah hadir di 50 Kabupaten Kota dan rencananya tersebar di 185 lokasi seluruh Indonesia.

 

Selain itu MASATA dalam dalam misinya yaitu Memberikan kontribusi nyata untuk mendukung sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia, kedua Memajukan pariwisata berbasis masyarakat dalam meningkatkan harkat, martabat, dan ekonomi khususnya daerah tujuan wisata di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Misi ketiga adalah Membangun desa, kawasan, dan destinasi wisata dalam peningkatan ekonomi kreatif masyarakat, keempat  Sebagai narahubung dalam kepentingan kementerian dan lembaga antar pusat dan daerah khususnya dalam bidang pariwisata serta ekonomi kreatif dan misi terakhir Membangun sinergi dan kolaborasi antar asosiasi/ organisasi/ perkumpulan pariwisata di tingkat pusat dan daerah.

 

Terkait dengan pendidikan MASATA yang juga sebagai penggerak aplikasi berbasis akademi online bernama ITEL ( Baca Aitel) Indonesia E-Tourism Learning memelihat potentsi penting dimana saat ini jumlah Guru mencapai 3.000.000 di seluruh Indonesia yang adalah sebuah potensi untuk menjadi penggerak siswa & masyarakat untuk membesarkan potensi pariwisata di daerahnya masing-masing. Menyadari hal ini, MASATA berinisiatif mengadakan sebuah Webinar nasional terbesar untuk guru yang bertopik “Peran Guru dalam Membantu Mengembangkan Potensi Pariwisata Daerah Masing-masing di Era New Normal”.

 

Webinar ini rencananya dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2020 dimana peserta dapat mendaftar di Webinar.Pendidikan.id, ditargetkan hampir 30.000 peserta akan hadir yang adalah gabungan dari Guru seluruh Indonesia dan Industri, pelaku, pemerhati dan pecinta Pariwisata yang akan disiarkan langsung dikanal YouTube.

 

Acara ini akan dibuka langsung oleh  bapak  Wishnutama Kusubandio Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sedangkan Nara sumber dari Kemenparekraf  adalah Bapak Frans Teguh sebagai Plt Deputi Kelembagaan dan Sumber Daya , kemudian bapak Jufri Rahman Plt Deputi Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara. Mewakili daerah unggulan pariwisata Pak Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati  Wakil gubernur Bali dan  Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi

 

Bapak Panca R Sarungu, Ketua Umum MASATA yang juga akan menjadi pembicara dari prespektif masyarakat dan industry menyatakan “Para Guru adalah salah satu Garda terdepan dan sangat penting untuk mengedukasi Pentingnya Pariwisata ini dari sejak awal” Panca menambahkan “Topik yang di pilih  bertujuan untuk menunjukkan kepada para guru, bahwa selain guru adalah “Pahlawan Pendidikan”, mereka juga bisa menjadi “Pahlawan Pariwisata” untuk daerah masing-masing:

 

Bapak Ginting  Satyana pendiri Pendidikan.id menyambut baik kolaborasi bersama MASATA “ Indonesia sangat kaya akan potensi pariwisata dan budaya yang beragam, unik dan menarik. Melalui peran guru sebagai motivator dan penggerak para siswa dan masyarakat, diharapkan semua bisa memanfaatkan potensi daerah masing-masing untuk menjadi daerah pariwisata yang potensial agar didatangi oleh turis yang akan mendatangkan devisa dan lapangan kerja sesuai dengan program yang dicanangkan pemerintah”

 

Untuk Informasi Hubungi

Rikki Rundupadang
dppmasata@gmail.com

+62 853-1616-4144


  • -

Wishnutama: Kita Bisa Atasi Pandemi Asal Tak Ada Ego Sektoral

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menceritakan obrolannya di helikopter saat perjalanan bersama dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi soal penanganan pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Wishnutama dalam sambutan saat peluncuran aplikasi baru pemesanan tiket kapal feri berbasis online milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang disiarkan secara virtual, Sabtu, 25 Juli 2020.

Wishnutama mengatakan, dalam penanganan pandemi semua lembaga dan Kementerian harus bersinergi agar masalah ini bisa terselesaikan dengan baik. “Kita bisa mengatasi pandemi Covid-19 dengan baik asal kita tak berpikir ego sektoral. Kita tak berpikir di bidang kita masing-masing,” kata Wishnutama seraya menirukan omongan Erick di helikopter,  Sabtu, 25 Juli 2020.

Selain tak berpikir ego sektoral, Wishnutama mengatakan, semua pihak, seperti lembaga dan Kementerian harus bisa kerja sama dalam menghadapi pandemi ini. Terlebih, kata dia, di dunia ini tak ada yang tau pasti kapan penyebaran virus Corona ini akan berakhir.

Oleh karena itu, Wishnutama menegaskan semua pihak harus bisa bekerja sama. “Agar kita dapat melalui pandemi dengan baik.”

Sementara itu, Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono juga meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Ia meminta masyarakat tak terlena dengan uji klinis yang dilakukan terhadap kandidat vaksin Covid-19 dari perusahaan cina, Sinovac. “Tetap lakukan yang sudah terbukti bermanfaat, yaitu jaga jarak, pakai masker,” kata dia saat dihubungi, Rabu, 22 Juli 2020.

Pandu mengatakan pemerintah juga harus terus mempromosikan penerapan protokol kesehatan tersebut. Selain itu, pemerintah juga harus terus meningkatkan kapasitas tes dan penelusuran orang yang terduga terinfeksi. “Jangan ini terdistraksi, seakan nanti dananya habis untuk uji vaksin yang vaksinnya bukan milik kita,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah tengah mengembangkan vaksin yang dilakukan oleh Bio Farma dengan Sinovac Biotech. Pengembangan vaksin akan memasuki fase uji klinis pada awal Agustus mendatang. Uji klinis ini merupakan tindak lanjut atas datangnya 2.400 dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke Indonesia.

Sumber : https://bisnis.tempo.co/


  • -

Wishnutama Minta Sri Mulyani Bebaskan Pajak Usaha Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (MenparekrafWishnutama Kusubandio mengusulkan pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 sepenuhnya atau 100 persen bagi pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Tujuannya, meringankan beban pelaku sektor parekraf akibat pandemi Covid-19.

Usulan tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Saat ini, bendahara negara baru memberikan diskon sebesar 30 persen untuk PPh Pasal 25 untuk orang pribadi (OP) dan badan kepada 18 sektor termasuk pariwisata.

“PPh 25 ini kami sedang usulkan kembali Bu Menkeu (Sri Mulyani) agar bukan hanya 30 persen tapi kalau bisa 100 persen, tapi ini masih dalam proses,” ujarnya, Rabu (22/7).

Untuk diketahui, PPh Pasal 25 ditujukan kepada Wajib Pajak (WP) baik OP maupun badan yang melakukan suatu kegiatan usaha berupa angsuran PPh tiap bulannya.

Pemerintah telah memberikan sejumlah insentif pajak lainnya, yakni pembebasan PPh Pasal 21 atau pajak atas gaji pekerja. Dari sektor jasa keuangan, kata dia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah memberikan pelonggaran kredit kepada debitur sektor pariwisata baik dari perbankan maupun perusahaan pembiayaan (multifinance).

“Total sudah terjadi sampai hari ini Rp142 triliun untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Lalu, juga restrukturisasi multifinance Rp3,1 triliun untuk sektor parekraf,” imbuhnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, ia menuturkan pihaknya juga tengah mengupayakan pemberian insentif lainnya. Salah satunya diskon tiket kerja sama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan bank-bank Himbara untuk penerbangan ke destinasi wisata.

“Saya sudah koordinasi dengan Himbara agar membuat paket diskon ke destinasi wisata. Ada beberapa yang masih diupayakan yaitu insentif bantuan listrik, Bantuan langsung Tunai (BLT) kepada karyawan sektor pariwisata, dan PPh 25 agar dibebaskan tapi ini masih dalam proses,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mengatakan akan memberikan tambahan belanja untuk kementerian atau lembaga (K/L) sektoral sebesar Rp30,1 triliun. Dana tersebut akan digelontorkan untuk tiga pos yakni pariwisata, perumahan, dan permintaan agregat (aggregate demand).

Pos terbesar akan dialokasikan untuk permintaan agregat sebesar Rp25 triliun. Sedangkan, sektor pariwisata mendapatkan jatah sebesar Rp3,8 triliun. Dana digunakan untuk diskon tiket pesawat serta insentif pajak hotel dan restoran.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/


  • -

Menteri Wishnutama Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Jualan Sesuatu yang Baru dan Unik

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Wishnutama Kusubandio mendorong para pelaku ekonomi kreatif membuat produk yang baru, unik, dan menarik.Wishnutama menekankan pentingnya bagaimana inovasi dan kreativitas di tengah kondisi krisis Covid-19.

“Dalam produknya itu harus tidak sama dengan yang lain, itu yang menjadi pembeda. Kalau yang ditawarkan hal yang sama akhirnya apa yang terjadi menjual semurah-murahnya dan mengambil untuk sedikit. Potensi itu kita encourage,” katanya saat seminar online yang digelar Kominfo RI di Jakarta, Selasa (21/7/2020).

 

Wishnutama menyampaikan setelah produk yang dijual berbeda kemudian aspek kemasan juga harus memiliki daya tarik sehingga barang tersebut jadi punya value.”Ini sebagai salah satu langkah meningkatkan kecintaan terhadap produk lokal di masyarakat. Ke depan produk yang ditawarkan harus bisa mempengaruhi lifestyle, ada experience yang ditawarkan untuk konsumen,” kata Menparekraf Wishnutama.

 

Mantan bos televisi swasta itu berharap pendekatan produk dengan konsumen bisa menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap produk lokal.”Dengan begitu akan menolong pertumbuhan ekonomi di masa pandemi,” kata Wishnutama.

Lebih lanjut, Menparekraf juga mendorong pelaku ekonomi kreatif memanfaatkan layanan digital supaya produknya terjangkau lebih luas oleh pasar.Wishnutama mengaku telah mengkurasi setidaknya 500 pelaku ekonomi kreatif yang kegiatan usahanya sudah dikenalkan (onboarding) secara digital.Menurutnya, hal ini semakin membuka lebih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM.

“Akibat pandemi ini, akselerasi digital sangat cepat dan lebih cepat dari biasanya. Saya percaya pelaku ekraf dan UMKM Indonesia bisa berinovasi dan memanfaatkan peluang yang ada saat ini,” kata Wishnutama.
Sumber : https://www.tribunnews.com/


  • -

Ini Penjelasan Wisata ke Yogyakarta Jadi Lebih Mahal Versi ASITA

Jakarta – Asosiasi Biro Perjalanan atau ASITA Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mempersiapkan sejumlah paket wisata, untuk mengawali kebangkitan wisata pada masa normal baru.

Paket wisata yang disiapkan pertama lebih menyasar wisatawan lokal atau domestik. Belum untuk wisatawan mancanegara karena masa pandemi Covid-19 belum berakhir. Lantas seperti apa paket wisata yang dipersiapkan itu dan berapa rentang harganya?

“Sebenarnya dari sisi harga, tarif paket wisata itu sama. Hanya saja faktor pembaginya yang berbeda karena memasukkan unsur protokol kesehatan yang juga harus diperhitungkan,” ujar Ketua ASITA DIY, Udhi Sudhiyanto, Kamis, 16 Juli 2020.

Udhi menjelaskan pelaku biro perjalanan di masa pandemi ini menyiapkan paket wisata sesuai tren dan regulasi yang berlaku. Yang mengutamakan unsur kenyamanan, kesehatan dan keselamatan.

Misalnya saja untuk biaya sewa mobil saat trip dilakukan. Jika sebelum pandemi satu mobil bisa mengangkut rombongan wisatawan berjumlah maksimal 10 orang. Namun hal itu tak bisa diberlakukan lagi, karena ada aturan physical distancing sehingga sewa mobil harus dua unit dan membuat ongkos membengkak.

Pemerintah DIY juga belum mengizinkan adanya rombongan wisatawan yang datang menggunakan armada besar seperti bus pariwisata. Belum diketahui sampai kapan aturan ini berlaku, sehingga mau tak mau biro perjalanan mematuhinya.

Tak hanya soal mobil, Udhi menyebut, ongkos paket wisata bisa membengkak karena wisatawan yang dilayani bukan dalam grup besar lagi pada era normal baru. Melainkan small grup atau family yang lebih privat.

“Soal destinasi juga mempengaruhi perubahan (perkiraan biaya) itu karena tren wisata ke depan lebih disukai yang sifatnya outdoor, bukan indoor,” ujarnya.

Sumber : https://travel.tempo.co/


  • -

Wishnutama Dukung Masyarakat Danau Toba Geliatkan Ekraf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mendorong meningkatkan potensi wisata di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, dengan pengembangan ekonomi kreatif yang ada dengan membangun creative hub.

Creative Hub menjadi wadah bagi pelaku kreatif lokal di Destinasi Pariwisata Super Prioritas untuk memaksimalkan potensi masyarakat, melalui kegiatan seperti workshopshowcaseevent kreatif mingguan, dan sebagainya,” kata Wishnutama, akhir pekan ini.

Wishnutama mengatakan creative hub ini nantinya diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas serta kesejahteraan dari para pelaku industri kreatif yang ada di sekitar Danau Toba seperti para pengrajin suvenir, seniman, pengusaha kuliner, dan fotografer. Selain itu, creative hub ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan untuk datang ke Danau Toba.

“Pariwisata harus bisa menyejahterakan masyarakat setempat, tidak boleh hanya menjadi penonton,” kata dia.

Selain itu, Wishnutama juga mengapresiasi penetapan Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-209 Dewan Eksekutif UNESCO. Penetapan ini, lanjut Wishnutama, membuktikan Danau Toba dapat menjadi destinasi wisata kelas dunia.

“Danau Toba juga telah ditetapkan menjadi salah satu dari lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Presiden sudah berkali-kali ke Danau Toba untuk memastikan pembangunan di sana dapat berjalan dengan lancar, sehingga menunjang kegiatan pariwisata,” kata Wishnutama.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan meminta masyarakat dan pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan pemerintah daerah di sekitar Danau Toba menjaga fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata di sekitar Danau Toba. Ia juga meminta agar warga setempat dan pemerintah setempat untuk menjaga kebersihan di sekitar Danau Toba.

“Kalau wisatawan lihat daerah itu bersih kalau terpelihara orang akan datang. Kalau tidak dijaga orang tidak akan datang,” ucap Luhut.

Sumber : https://republika.co.id/


  • -

Geliat Pariwisata Dunia Diprediksi Mulai Bangkit Bulan Juli

Jakarta, CNN Indonesia — Jumlah kunjungan wisatawan di dunia bisa turun 60 hingga 80 persen pada tahun 2020 akibat pandemi virus corona, kata Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO), merevisi perkiraan sebelumnya yang jauh lebih rendah.

Pembatasan perjalanan serta penutupan bandara dan perbatasan negara untuk mengekang penyebaran virus corona telah menjerumuskan pariwisata internasional ke dalam krisis terburuk sejak pencatatan dimulai pada 1950, badan PBB itu mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti yang dikutip dari AFP pada Senin (11/5).

Kunjungan wisatawan internasional turun 22 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini, dan 57 persen hanya pada bulan Maret, dengan Asia dan Eropa menderita penurunan jumlah kunjungan wisatawan internasional terbesar, menurut organisasi yang berbasis di Madrid itu.

pesiar, dan operator tur.

UNWTO telah memperkirakan pada awal tahun bahwa pariwisata internasional akan tumbuh 3,0 sampai 4,0 persen pada tahun 2020, tetapi kemudian merevisi perkiraannya pada akhir Maret, memperkirakan penurunan 20 sampai 30 persen.

Krisis pariwisata internasional dipengaruhi durasi pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan.

Skenario kasus terbaik, dengan pembatasan perjalanan mulai mereda pada awal Juli, kunjungan wisatawan internasional turun hanya 58 persen.

Jika perbatasan dan pembatasan perjalanan dicabut pada awal Desember, penurunan akan lebih dari 78 persen.

Jika pembatasan dicabut pada awal September, badan PBB memperkirakan penurunan hanya 70 persen.

Dalam skenario ini, penurunan perjalanan internasional dapat menyebabkan hilangnya US$910 miliar hingga US$1,2 triliun pendapatan pariwisata dunia, dan 100 hingga 120 juta pekerjaan.

Pariwisata internasional sempat terpukul oleh wabah penyakit di masa lalu, namun pandemi virus corona dirasa menjadi alasan munculnya krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya karena faktor geografis.

Sebagai perbandingan, kunjungan wisatawan internasional “hanya” turun hanya 0,4 persen pada tahun 2003 setelah wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) yang menewaskan 774 orang di seluruh dunia.

Perjalanan untuk liburan bakal pulih lebih cepat

Badan PBB mengatakan sebagian besar ahli percaya akan ada tanda-tanda pemulihan pada kuartal terakhir 2020, tetapi sebagian besar pada 2021, dengan Asia dan Pasifik diperkirakan akan pulih lebih dulu.

Perjalanan domestik diperkirakan akan pulih lebih cepat dari permintaan internasional, tambahnya.

“Berdasarkan krisis sebelumnya, perjalanan untuk liburan diharapkan pulih lebih cepat, terutama perjalanan untuk mengunjungi teman dan kerabat, daripada perjalanan bisnis,” tambahnya.

Perusahaan telah membatasi perjalanan karyawan sementara pameran dagang telah dihentikan karena pandemi.

Pengamat perjalanan lebih optimis dengan pemulihan di Afrika dan Timur Tengah, dengan sebagian besar memperkirakan pemulihan masih terus berlangsung hingga akhir tahun 2020.

Pemulihan perjalanan di Amerika adalah yang paling pesimis, dan diperkirakan baru mulai dirasakan pada tahun depan.

Kunjungan wisatawan internasional naik 4,0 persen pada 2019 menjadi 1,5 miliar, dengan Prancis negara yang paling banyak dikunjungi di dunia, diikuti oleh Spanyol dan Amerika Serikat.

Terakhir kali kunjungan wisatawan internasional mencatat penurunan tahunan pada 2009 ketika krisis ekonomi global menyebabkan penurunan 4,0 persen.

Industri pariwisata menyumbang sekitar 10 persen dari produk domestik bruto (PDB) dunia dan pekerjaan.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/


  • -

‘New Normal’ Sebuah Tantangan Baru untuk Industri Pariwisata Usai Corona

Jakarta – Pandemi virus Corona diyakini menjadi titik balik perubahan wisata dunia, termasuk kawasan Asia Tenggara. Industri wisata pun wajib beradaptasi new normal, termasuk protokol kesehatan.

Sejumlah negara telah merancang protokol baru setelah dunia diterpa virus Corona. Social distancing, pemakaian masker, dan standar kebersihan diprediksi menjadi hal lumrah nantinya. termasuk di negara-negara Asia Tenggara.

Eddy Krismeidi Soemawilaga Vice President ASEANTA (Asosiasi Travel Agent se-ASEAN) dalam bincang ASITA dengan tema New Normal dari ASEAN Perspective pada Sabtu (9/5/2020) petang meminta operator wisata bisa segera menyesuaikan diri dengan new normal usai pandemi virus Corona.

Caranya, negara ASEAN harus menyiapkan skenario pengembangan wisata setelah pandemi virus Corona berakhir. Restart pariwisata masing-masing negara usai COVID-19 berbeda satu sama lain, tergantung kemampuan negara Asia Tenggara itu untuk menghentikan kasus Corona.

Kemudian, negara-negara Asia Tenggara diimbau untuk membuat rujukan traveling bersama.

“Akan ada regulasi ‘new normal’ di bidang pariwisata setelah pandemi virus Corona, sebab saat ini orang memiliki ketakutan berlebihan. Nah, manajemen empati itu akan lebih berhasil diterapkan,” kata Krismeidi.

Selain itu, masing-masing negara di Asia Tenggara sudah harus didukung oleh aplikasi pelacakan kontak untuk berbagi informasi COVID-19. Sebagai contoh, Malaysia memiliki May Trace, Thailand dengan Mor Chana, Indonesia dengan PeduliLindungi dan Singapura menggunakan TraceTogether, adapun Filipina memakai StaySafe.ph.

“Untuk negara selain lima negara itu di Asia Tenggara, kasusnya tidak banyak,” ujar Eddy.

Sumber : https://travel.detik.com/


  • -

WIshnutama Ajak Milenial Hadapi Pandemi Covid-19 dan New Normal

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengajak kaum milenial dan generasi Z optimistis menghadapi tantangan pandemi Covid-19 dan bersiap menyambut kondisi new normal pascapandemi. “Seperti apa new normal dari sektor pariwisata? Sebelum terjadinya Covid-19, kami sudah mengubah strategi Kemenparekraf. Strategi yang ingin kami laksanakan adalah pariwisata harus kembali ke dasar-dasar kebutuhan wisatawan, yaitu kebersihan,” kata Wishnutama dalam diskusi daring  I’m Gen-Z, Milenial dan Gen Z; Tantangan, Harapan, dan Masa Depan New Normal di Jakarta pada Minggu, 10 Mei 2020. Dia mencontohkan toilet yang bersih. Menurut dia, destinasi yang bersih dengan dilengkapi toilet yang bersih akan jauh lebih menarik. Dalam diskusi tersebut, Wishnutama dan anggota DPR Maman Abdurrahman sepakat meski Indonesia sedang dalam masa pandemi Covid-19, generasi muda harus tetap optimistis khususnya untuk menyambut era new normal pascapandemi Covid-19.
Wishnutama menegaskan situasi new normal yang terbentuk karena Covid-19 sudah sejalan dengan apa yang dijalankan Kemenparekraf. Strategi lainnnya adalah masalah keselamatan. Wishnutama mencontohkan rescue yang harus ada di area pantai harus mulai diterapkan dengan SOP yang jelas. Sementara untuk bidang ekonomi kreatif, Kemenparekraf mendorong hadirnya kreativitas di masing-masing destinasi. Caranya dengan melakukan training, coaching, dan lainnya. “Sektor pariwisata sudah sangat siap dengan new normal. Karena  new normal pasca-corona sudah sejalan dengan apa yang kita jalankan, yaitu higienis. Kami sudah menjalankan protokol kesehatan di airport, hotel, tempat hiburan, dan lainnya. Semua kami siapkan dari sekarang. Kenapa harus sekarang, karena kita juga harus mempersiapkan agar ekonomi pariwisata segera berjalan,” katanya. Menurut Wishnutama, “new normal” lainnya adalah era digital yang terakselerasi dengan cepat saat Covid-19. Dia mengatakan dalam kondisi seperti ini seluruh orang dipaksa melakukan aktivitas secara digital, yang artinya, ada potensi digital yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. “Di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif banyak potensi itu. Dan kita akan membuka ruang-ruang diskusi untuk itu. Yang penting di era digital, adalah bagaimana bangsa Indonesia menguasai ekosistem digital, itu yang bisa membuat kita menang. Yang juga penting adalah data, karena sangat ‘valueable’. Untuk bisa menang, kita harus tahu siapa yang mengontrol data kita, siapa yang memiliki data kita,” kata Wishutama. Ia menambahkan, pada setiap krisis selalu ada kesempatan. Namun harus ada strategi untuk manfaatkan kesempatan tersebut, “Ada pilihan buat semua, yaitu defensif atau ofensif. Dalam sejarah saat terjadi berbagai krisis, biasanya yang punya kesempatan adalah yang ofensif, bukan defensif. Oleh karena itu pemerintah membagi dua perlakuan, pertama supporting untuk mengatasi krisis dan menciptakan peluang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sifatnya ‘sustainable’. Jadi saat pandemi berakhir, apa yang kita lakukan tetap bisa berlangsung,” katanya. Menurut dia, momentum ini tergantung setiap individu untuk bisa memanfaatkannya, akan menjadi pesimistis atau menjadi pemenang. “Tapi pemenang tidak ada sifat pesimistis. Pemenang mencari kesempatan, bukan kekurangan. Buat generasi muda, ayo cari apa kesempatan yang ada. Hal ini tidak bisa dipelajari, tapi harus dicari sendiri,” katanya. Wishnutama mengakui dalam situasi seperti ini tidak mudah bagi pariwisata untuk berkembang. Seluruh dunia pun mengalaminya. Menurutnya, sektor pariwisata paling terdampak karena pariwisata tergantung pada kunjungan orang. Sedangkan saat ini sudah tidak memungkinkan dilakukan kunjungan. “Yang terpenting, adalah kita harus optimistis pada masa depan kita. Kita meyakini masa depan pariwisata kita akan luar biasa setelah pandemi ini. Kita akan sekuat tenaga berupaya, karena negara lain juga akan berusaha keras untuk mendatangkan wisatawan. Kita akan coba dari wisatawan domestik dulu, baru kita datangkan wisatawan internasional,” katanya. Menurut Chief Executive I’M Gen Z Budi Setiawan, generasi milenial dan generasi Z harus siap menyambut The New Normal. “Bahwa kami generasi milenial dan generasi z, siap menyambut ‘the new normal’ , pascapandemi COVID-19. Kami siap menyambut ‘new normal’ dengan lebih optimistis,” kata Budi. Sementara anggota DPR RI yang juga Founder I’M Gen Z Maman Abdurrahman, dalam paparannya mengakui tidak mudah menghadapi wabah pandemi Covid-19. “Langkah yang diambil pemerintah harus diapresiasi. Banyak sektor yang terdampak. Tapi memang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang sangat terdampak. Kita semua harus memikirkannya. Semua harus bisa mendukung Kemenparekraf, minimal dengan menyampaikan hal-hal positif,” ajak Maman. Menurutnya, masa pandemi Covid-19 bisa membawa perubahan ke hal baik selama semua pihak melihatnya dari sisi positif. Sumber : https://bisnis.tempo.co/

  • -

Kemenparekraf dan RedDoorz Sediakan Akomodasi Bagi Tenaga Medis

Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan RedDoorz, untuk menyediakan akomodasi bagi tenaga medis dan anggota gugus tugas wabah COVID-19.

Untuk keprluan tersebut, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, mengunjungi RedDoorz Plus Near Plaza Blok M, Jakarta, pada Kamis, 2 April 2020. Ia ingin memastikan kesiapan RedDoorz dalam menerapkan standar kesehatan sesuai standar Kementerian Kesehatan dan WHO.
Sebelumnya Kemenparekraf juga telah bekerja sama dengan Accor Group, dalam menyiapkan akomodasi bagi tenaga medis dan menyerahkan teknis penggunaanya kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Wamenparekraf Angela saat kunjangan ke Reddoorz didampingi Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RSU Fatmawati Gede Ketut Wirakamboja, President Director RedDoorz Mohit Gandas, dan Deputi Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya.
Angela mengatakan, kerja sama ini juga sebagai upaya menjaga kelangsungan industri perhotelan, yang merupakan bagian penting dalam pariwisata nasional.
Dalam kerja sama ini Wamenparekraf kembali menegaskan bahwa alasan terpenting dalam melakukan kerja sama ini, adalah pihak hotel harus menerapkan standarisasi yang sudah ditetapkan. Agar bisa memberikan rasa nyaman dan aman kepada tenaga medis yang menginap dan juga bagi pekerja hotel di dalamnya.
Dalam kerja sama tersebut, RedDoorz menyiapkan 99 kamar hotel untuk 130 orang tenaga medis. Mereka ditempatkan di RedDoorz Plus Near Plaza Blok M dan RedDoorz Blora di Menteng. Kedua hotel tersebut dipilih karena lokasinya dekat dengan rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta yaitu RSU Fatmawati, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Dr. Cipto Mangunkusumo.
Sementara itu, President Director RedDoorz Mohit Gandas mengatakan, dukungan ini sebagai bagian dari program “Red Heroes”, sebuah inisiatif regional terbaru dari RedDoorz. Tujuannya, untuk membantu layanan bagi staf medis dalam memerangi COVID-19.
Selain di Indonesia, RedDoorz juga menggelar program serupa  di Filipina dan Singapura. Dalam program ini RedDoorz akan memasok dan mendistribusikan perlengkapan penunjang kesehatan. Yakni terdiri masker wajah yang bisa dicuci, pembersih tangan berbasis alkohol, minuman berenergi, dan droplet hats.
RedDoorz juga melakukan berbagai langkah untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para pelanggan dan karyawan hotel. Caranya, dengan meningkatkan frekuensi pembersihan dan penyemprotan disinfektan di area-area publik, seperti lobi, lift, ruang serba guna, dan toilet. Hand sanitizer juga disediakan di berbagai area publik di seluruh properti.
Sumber : https://travel.tempo.co/