Jokowi Minta Insentif Pariwisata Digodok, Dampak Virus Corona

  • -

Jokowi Minta Insentif Pariwisata Digodok, Dampak Virus Corona

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta sejumlah langkah dilakukan untuk mengantisipasi dampak Virus Corona terhadap perekonomian Indonesia. Salah satunya yang paling terdampak, kata Sri Mulyani, adalah di sektor pariwisata.

“Pertama (Jokowi meminta) apakah bisa membuat kegiatan-kegiatan di pusat tourism yang mengalami penurunan cukup besar karena adanya Corona virus ini. Jadi nanti ini lebih kepada alokasi belanja yang bisa dibelanjakan ke sana,” kata Sri Mulyani usai sidang kabinet paripurna, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 11 Februari 2020.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan Jokowi meminta para menterinya mengkaji kemungkinan insentif terhadap industri pariwisata akibat virus Corona. Jokowi meminta para menterinya agar mengkaji kemungkinan bentuk insentifnya.

“Apakah insentif atau subsidi terhadap penerbangan terutama untuk turis domestik, lokal, di dalam rangka untuk terus meningkatkan belanja dari masyarakat untuk menopang sektor pariwisata,” kata Sri Mulyani.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bentuk insentif belum diputuskan dalam rapat tersebut. Wacana pemberian insentif bagi bahan bakar avtur, ia nilai tak akan efektif karena hanya menyasar perusahaan saja.

“Yang paling efektif adalah bundling penerbangan dan hotel. Jadi kan di tiga tempat ini, hotel tutup dan orang-orang gak bisa bekerja,” kata Budi.

Sumber : https://bisnis.tempo.co/


  • -

Virus Corona, Wishnutama Sebut Februari Masa Kritis Pariwisata

Jakarta – Kontribusi industri pariwisata diprediksi akan terkoreksi seiring dengan dampak merebaknya virus corona di wilayah Asia. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama mengatakan periode Februari-April menjadi masa yang kritis bagi industri pariwisata seiring dengan tingginya tingkat booking hotel untuk liburan musim panas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memprediksi potential loss akibat virus corona mencapai Rp 2,7 triliun lantaran banyak reservasi yang dibatalkan, terutama di Bali.

“Kami mesti hitung ulang karena ini kan sesuatu yang anomali dan cara menghitungnya tidak sederhana karena kita tidak tahu sampai kapan virus corona ini akan terjadi,” kata Wishnutama di sela Munas PHRI ke-17, Senin, 10 Februari 2020.

Kekhawatiran ini bertambah dengan merebaknya kasus virus corona yang tidak hanya terjadi di daratan China, tetapi mulai menyebar ke negara lainnya seperti Hongkong. “Misalnya kalau nanti Hongkong mesti ditutup, sementara Hongkong hub untuk masuk ke Indonesia, itu punya dampak yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan industri pariwisata bakal terus berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Untuk itu, pihaknya mendorong berbagai upaya kepada pelaku usaha penyedia hospitality, termasuk pariwisata ekonomi kreatif, penyegaran regulasi, omnibus law, wisata halal, dan peningkatan sumber daya manusia.

Selain itu, China bukan satu-satunya pasar. Masih banyak negara-negara yang tidak konvensional yang berminat berkunjung ke Indonesia. Namun, dengan merebaknya virus corona, fokus menggarap destinasi domestik justru perlu ditingkatkan untuk menarik wisata lokal. “Wisata nusantara dan daerah-daerah yang non tradisional, yang berbasis meeting, insentive, conferences, exhibitions [MICE].”

 

Sumber : https://bisnis.tempo.co/